KKP Minta Dana Rp 25 M untuk Perbaikan Tambak Garam Aceh
Direktur Jenderal (Dirjen) Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan (DJPK) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Koswara saat ditemui di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (27/1/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
09:48
28 Januari 2026

KKP Minta Dana Rp 25 M untuk Perbaikan Tambak Garam Aceh

- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan membutuhkan dana Rp 25 miliar untuk memulihkan tambak garam di Provinsi Aceh yang rusak akibat banjir bandang.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Kelautan (DJPK) KKP, Koswara mengatakan, biaya pemulihan itu masih membutuhkan persetujuan DPR RI.

“Secara total itu dari kita ini dari DJPK, itu yang dari kita ya, yang garam itu sekitar Rp 25 miliar,” kata Koswara saat ditemui di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Koswara menyebut, KKP bakal memulihkan seluruh sektor terkait kelautan dan perikanan yang terdampak banjir bandang Sumatera.

Baca juga: KKP Luncurkan Program Konservasi Terumbu Karang Senilai Rp 586 M, Pelaksana Warga Lokal

Tambak garam hanya salah satu dari program pemulihan yang akan dikerjakan KKP.

Meski demikian, pemulihan tambak garam menjadi tanggung jawab direktorat yang ia pimpin, Koswara mengaku tidak ingat berapa jumlah luasan lahan terdampak. “Terdampak itu ya, sektornya ya, sektornya KKP. Ya kita ajukan kan nanti mendapat persetujuan pembiayaannya dari DPR,” tutur Koswara.

Ia mengaku tidak mengetahui dengan persis bagaimana teknis pelaksanaan pemulihan tambak garam.

Menurutnya, jika anggaran sudah tersedia KKP akan melibatkan masyarakat terdampak banjir bandang agar mereka mendapatkan pemasukan pada masa pemulihan pasca bencana. “Kalau sudah ada anggarannya pasti melibatkan semua petambaknya juga,” ujar Koswara.

Kerugian Sektor Perikanan Aceh Timur

Foto citra satelit Aceh Timur, Aceh sebelum banjir bandang (sebelah atas) dan sesudah musibah (sebelah bawah).Kompas.com/Nana Gita Foto citra satelit Aceh Timur, Aceh sebelum banjir bandang (sebelah atas) dan sesudah musibah (sebelah bawah).Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur menyebut, kerugian sektor perikanan akibat banjir bandang diperkirakan mencapai Rp 2,64 triliun.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Timur, Afifullah, mengungkapkan banjir bandang pada akhir November 2025 lalu merendam ribuan hektar tambak ikan dan udang serta tambak budi daya dan produksi garam di sejumlah kecamatan.

Adapun Aceh Timur menjadi salah satu kawasan pesisir yang turut terdampak banjir bandang.

Banjir bandang yang menggenangi kawasan itu cukup lama mengakibatkan tambak ikan gagal panen.

Selain itu, banjir membawa lumpur dan sampah yang merusak ekosistem air.

"Kerusakan paling signifikan terjadi pada sektor perikanan. Banyak tambak masyarakat rusak berat, kolam budidaya jebol, ikan dan udang hanyut, serta sarana pendukung seperti pintu air, tanggul tambak, dan peralatan budidaya tidak bisa diselamatkan," kata Afifullah di Aceh Timur, Jumat (2/1/2026), dikutip dari Antara.

Baca juga: Menteri KP Pingsan di Upacara Pelepasan Pegawai KKP Korban ATR 42-500

Tag:  #minta #dana #untuk #perbaikan #tambak #garam #aceh

KOMENTAR