Inovasi Alat Tanam Mangrove, PGN SAKA Kantongi Paten Sederhana
PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA) memperoleh sertifikat paten sederhana dari Kementerian Hukum atas inovasi bernama Pancalan.(DOK. PGN SAKA)
20:20
26 Januari 2026

Inovasi Alat Tanam Mangrove, PGN SAKA Kantongi Paten Sederhana

PT Saka Energi Indonesia (PGN Saka) memperoleh sertifikat paten sederhana dari Kementerian Hukum atas inovasi bernama Pancalan.

Inovasi tersebut berupa alat bantu penanaman bibit tanaman di lahan berlumpur yang sulit dijangkau dan dimanfaatkan dalam kegiatan konservasi mangrove di kawasan Muara Bengawan Solo, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

PGN SAKA merupakan perusahaan hulu minyak dan gas bumi (migas) yang berada di bawah Subholding Gas Pertamina.

Ilustrasi mangrove.KOMPAS.COM/ROSYID A AZHAR Ilustrasi mangrove.

Inovasi Pancalan dikembangkan dan digunakan sebagai bagian dari kegiatan konservasi lingkungan di sekitar wilayah operasi perusahaan, khususnya pada kawasan pesisir dengan karakteristik sedimen lumpur tebal.

Melalui entitasnya, Saka Indonesia Pangkah Limited, PGN SAKA berkolaborasi dengan nelayan Desa Pangkahwetan dalam mengembangkan Pancalan.

Alat ini dirancang untuk menjawab tantangan penanaman mangrove di wilayah pesisir berlumpur yang selama ini membutuhkan waktu lama serta tenaga relatif besar apabila dilakukan secara konvensional.

Pancalan merupakan pengembangan dari alat sederhana yang sebelumnya digunakan oleh nelayan setempat. Dalam prosesnya, alat tersebut dimodifikasi menjadi sebuah platform yang dilengkapi pegangan, tali pengendali, serta wadah bibit.

Desain tersebut memungkinkan distribusi bibit mangrove ke titik tanam dilakukan dengan lebih mudah dan efisien.

Selain digunakan untuk penanaman mangrove, alat ini juga dapat dimanfaatkan untuk penanaman tanaman lumpur lainnya serta mendukung kegiatan pembersihan kawasan pesisir.

Ilustrasi mangrove (Rhizophora mangle) pohon bakau Ilustrasi mangrove (Rhizophora mangle) pohon bakau

“Pancalam adalah hasil pengembangan yang lahir dari kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat setempat. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi upaya konservasi mangrove di kawasan pesisir, khususnya di sekitar wilayah operasi perusahaan,” ujar Purwanto Nugroho, Stakeholder Relations Manager PGN SAKA dalam siaran pers, Senin (26/1/2026).

Solusi berbasis kearifan lokal tersebut telah terdaftar sebagai paten sederhana sejak September 2025. Dalam implementasinya, Pancalan dimanfaatkan bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) serta nelayan Desa Pangkahwetan.

Pemanfaatan alat ini disebut memiliki potensi kontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim, pelestarian keanekaragaman hayati, serta penguatan kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan di wilayah pesisir.

PGN SAKA menyampaikan komitmen untuk mendukung pelestarian lingkungan melalui pengembangan inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Upaya tersebut disebut sejalan dengan prinsip hidup berdampingan secara harmonis dengan masyarakat serta menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam pembangunan berkelanjutan dan pemenuhan kebutuhan energi nasional.

Tag:  #inovasi #alat #tanam #mangrove #saka #kantongi #paten #sederhana

KOMENTAR