Prabowo Pamerkan Danantara di Davos, Disebut Jadi Aset Raksasa untuk Industri Masa Depan
Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kunci pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026)(KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN/DOKUMENTASI SEKRETARIAT PRESIDEN )
21:48
22 Januari 2026

Prabowo Pamerkan Danantara di Davos, Disebut Jadi Aset Raksasa untuk Industri Masa Depan

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pembentukan Danantara Indonesia menjadi langkah strategis pemerintah untuk menyiapkan energi dan kekuatan ekonomi nasional ke depan.

Danantara dibentuk sebagai Sovereign Wealth Fund untuk mendorong efisiensi, realokasi modal, serta memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.

“Alokasi efisien dan realokasi kapital itulah sebabnya pada Februari lalu kami menetapkan Sovereign Wealth Fund kita, yaitu Danantara Indonesia. Danantara berarti tenaga untuk mempengaruhi masa depan Indonesia,” ujar Prabowo saat berbicara di World Economic Forum Davos, Kamis (22/1/2026).

Prabowo menjelaskan, Danantara memiliki aset kelolaan atau asset under management mencapai sekitar 1 triliun dollar AS. Dengan kekuatan tersebut, posisi Indonesia di hadapan mitra internasional menjadi lebih setara.

“Dengan Danantara, saya bisa berdiri di sini sebagai pasangan yang sama. Indonesia sekarang bukan hanya negara yang stabil dan aman, tetapi juga semakin menjadi negara kesempatan,” katanya.

Ia optimistis kehadiran Danantara akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Prabowo menilai kinerja ekonomi Indonesia ke depan berpotensi menarik perhatian dunia.

“Dengan Danantara, Indonesia bisa menjadi mitra Anda. Kita akan berinvestasi dan tumbuh bersama,” ucapnya.

Prabowo menyampaikan, Danantara disiapkan untuk membiayai dan membiayai bersama industri-industri masa depan. Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda besar industrialisasi nasional.

Meski begitu, Prabowo menekankan arah industrialisasi harus dijalankan secara terukur dan bijaksana.

“Industri masa depan harus diarahkan dengan baik dan dengan kebijakan yang tepat,” ujarnya.

Dari sisi tata kelola, pemerintah membangun Danantara dengan prinsip pengelolaan yang kuat dan akuntabilitas institusional. Saat ini, Danantara mengelola sekitar 1.044 perusahaan negara.

Jumlah tersebut akan dirasionalisasi secara bertahap.

“Kita akan menurunkannya menjadi sekitar 300 perusahaan. Kita akan melakukan rasionalisasi dan menghilangkan berbagai kekurangan,” kata Prabowo.

Ia menambahkan, standar pengelolaan Danantara diarahkan setara praktik terbaik internasional. Pemerintah juga membuka peluang perekrutan tenaga profesional asing untuk memimpin entitas tersebut.

“Saya telah mengizinkan Danantara merekrut ekspatriat agar bisa memimpin perusahaan ini. Kita ingin otak terbaik dan pikiran terbaik di dunia,” tegas Prabowo.

Tag:  #prabowo #pamerkan #danantara #davos #disebut #jadi #aset #raksasa #untuk #industri #masa #depan

KOMENTAR