Amran Klaim Pedagang Daging yang Mogok Sepakat Jualan Lagi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat ditemui di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (22/1/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
16:16
22 Januari 2026

Amran Klaim Pedagang Daging yang Mogok Sepakat Jualan Lagi

- Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menyebut pedagang daging sapi yang mogok jualan sepakat akan kembali berdagang.

Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta, bandar daging sapi, dan rumah pemotongan hewan (RPH) mogok karena harga daging sapi timbang hidup dari feedloter di atas ketentuan.

Amran mengungkapkan, pihaknya telah bertemu dengan kelompok asosiasi pedagang daging sapi.

“Tadi malam sudah ketemu kan? Tadi malam sudah ketemu, sudah sepakat. Jual, jual lagi, dan timnya sudah ketemu ya,” kata Amran saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Menurut Amran, meskipun asosiasi telah menyatakan bakal mogok jualan mulai Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026), mereka sudah bersepakat akan kembali berjualan sesuai aturan yang ada.

Baik pihak asosiasi pedagang daging sapi maupun perusahaan penggemuk atau feedloter sama-sama telah dihadirkan dalam rapat koordinasi stabilisasi ahrga pangan di Kantor Kementan.

“Tadi sudah sepakat, harus berjalan sesuai regulasi yang ada. Sudah sepakat tadi. Hadir semua tadi kan?” ujar Amran.

Amran mengaku telah menerima informasi dari asosiasi pedagang daging sapi dan pengusaha feedloter. Namun, mereka memberikan klaim yang berbeda.

Feedloter mengeklaim menjual sapi timbang hidup Rp 55.000 per kilogram, di bawah harga pokok penjualan (HPP) Rp 56.000.

Sementara, dalam keterangan resminya asosiasi pedagang menyebut harga sapi timbang hidup dari feedloter melebihi batas ketentuan.

Amran lalu memerintahkan Satgas Pangan untuk turun guna mengusut persoalan daging sapi mahal ini.

Ia mengaku tidak berhenti pada pengakuan feedloter dan mengendus potensi pelanggaran pada perusahaan penggemukan atau distributor.

“Apakah penggemukannya, atau distributornya, atau siapa. Satgas kami sudah minta langsung turun cek. Dan pasti ketemu nanti siapa sebenarnya yang bermain-main,” ujar Amran.

Pemerintah telah memberikan kuota impor 700.000 sapi bakalan kepada 80 perusahaan feedloter.

Ia menyatakan bakal mencabut izin perusahaan yang memainkan harga daging sapi.

“Kalau aku dapat, aku cabut izinnya. Dan dia selama kami masih menteri tidak akan mungkin dia masuk lagi dia bisa impor,” tutur Amran.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN), Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, mengatakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) telah bertemu dengan asosiasi pedagang daging sapi.

Mereka kemudian menyepakati harga daging sapi sesuai tuntutan pedagang. Meski demikian, ia tidak mengatakan dengan gamblang kapan para pedagang daging itu kembali berjualan.

Ia hanya berharap, para pedagang daging sapi hingga rumah pemotongan hewan (RPH) kembali berjualan besok, Jumat (23/1/2026).

“Harapan kita begitu ya,” kata Iqbal di Kementan.

Sebelumnya, anggota Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), bandar daging, dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) se Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menggelar aksi feedloter jualan mulai Kamis (21/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).

Mereka protes harga sapi timbang hidup dari feedloter di atas ketentuan.

Mereka lalu meminta Amran selaku Menteri Pertanian dan Kepala Bapanas untuk turun tangan.

“Seluruh anggota APDI, bandar sapi potong, dan pedagang daging akan melakukan aksi mogok dagang sebagai salah satu bentuk protes dan keprihatinan,” tutur Ketua DPD APDI Jakarta, Wahyu Purnama dalam keterangannya.

Pantauan Kompas.com, pedagnag daging sapi di Pasar Rawa Badak Utara, Jakarta Utara, mogok berjualan pada Kamis.

Sebanyak 10 los tempat para pedagang menjajakan daging sapi kosong.

Tag:  #amran #klaim #pedagang #daging #yang #mogok #sepakat #jualan #lagi

KOMENTAR