Perak Bergabung dengan Emas Sebagai Pilihan Investasi Utama
- Para pengamat pasar mengatakan pada hari Selasa (27/1), bahwa perak dengan cepat muncul bersama emas sebagai aset safe-haven yang disukai.
Alasan perak terpilih menjadi opsi, karena meningkatnya ketegangan geopolitik dan melemahnya dolar Amerika Serikat yang mendorong harga logam mulia.
Reli ini mencerminkan meningkatnya permintaan global untuk aset safe-haven, yang dipicu oleh meningkatnya gesekan militer dan diplomatik di Eropa dan wilayah Arktik.
Hingga yang terbaru termasuk ketegangan seputar Greenland, Venezuela, serta Iran.
Menurut data pasar keuangan, rekening tabungan Silver Bank yang terjual oleh Shinhan Bank salah satu bank di Korea Selatan, mencatat saldo gabungan sebesar 346,3 miliar won atau sekitar Rp4 triliun pada hari Jumat.
Dikutip dari Korea Times, ini merupakan peningkatan tajam dari 75,3 miliar won pada akhir Agustus tahun lalu.
Jumlah rekening perbankan perak Shinhan melampaui 30.000 untuk pertama kalinya bulan ini, mencapai 30.891 per hari Jumat.
Jumlah rekening tetap berada di kisaran 16.000 selama beberapa tahun sejak 2022, tetapi mulai meningkat pada paruh pertama tahun lalu sebelum mengalami peningkatan tajam pada paruh kedua.
Demam investasi didorong oleh kenaikan harga perak yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pada hari Sabtu waktu setempat, untuk pertama kalinya harga perak internasional melampaui 100 dolar atau sekitar Rp1,6 juta per ons.
Sedangkan di Indonesia, emas yang ditawarkan Antam per tanggal 28 Januari menyentuh Rp2.968.000 per gram, sedangkan perak berada di Rp69.450 per gram.
Kenaikan harga perak sangat mencolok, karena peran gandanya sebagai logam moneter dan industri.
Perak yang banyak digunakan dalam panel surya, kendaraan listrik, dan elektronik konsumen, telah diuntungkan dari permintaan struktural yang terkait dengan transisi energi global dan manufaktur canggih.
Analis pasar memperkirakan total kapitalisasi pasar global perak mencapai sekitar 6 triliun dolar.
“Minat terhadap aset alternatif telah meningkat sejak tahun lalu,” kata Park Sang Hyun, seorang analis di iM Securities.
“Harga perak telah meningkat karena permintaan sebagai aset aman, di tengah kekhawatiran depresiasi mata uang, serta permintaan industri yang kuat.”
Namun perlu dicatat, perak masih tetap sangat fluktuatif, karena perubahan harga cenderung lebih besar daripada yang terlihat pada emas.
"Investor harus berhati-hati dalam melakukan pembelian tambahan," tambah Park.
Tag: #perak #bergabung #dengan #emas #sebagai #pilihan #investasi #utama