Rupiah Dibuka Melemah Pagi Ini, ke Posisi Rp 16.887 per Dollar AS
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 10 Tahun 2025 yang mengatur insentif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP) bagi pekerja di sektor tertentu.(UNSPLASH/MUFID MAJNUN)
11:04
19 Januari 2026

Rupiah Dibuka Melemah Pagi Ini, ke Posisi Rp 16.887 per Dollar AS

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan pekan ini, Senin (19/1/2026). Rupiah dibuka di level Rp 16.893 per dollar AS.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 10.13 WIB, rupiah tercatat berada di posisi Rp 16.918 per dollar AS, melemah 31 poin atau 0,18 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp 16.887 per dollar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif terhadap dollar AS dengan ruang penguatan yang relatif terbatas.

Pergerakan itu dipengaruhi oleh dinamika global, terutama pelemahan mata uang Paman Sam pada perdagangan pagi hari, seiring investor mulai memperhitungkan dampak kebijakan tarif baru Amerika Serikat terhadap negara-negara yang dinilai menentang kepentingan AS, termasuk isu menguasai Greenland.

“Rupiah diperkirakan akan bergejolak terhadap dollar AS dengan potensi menguat terbatas. Dolar AS melemah pagi ini, dengan investor menghitung dampak dari potensi tarif baru AS terhadap negara-negara yang menetang keinginan AS menguasai Greenland,” ujar Lukman kepada Kompas.com.

Sentimen tersebut membuat pasar cenderung berhati-hati, sehingga rupiah berpotensi bergerak dalam kisaran Rp 16.850 hingga Rp 16.950 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

“Range Rp 16.850- Rp 16.950,” paparnya.

Untuk diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (15/1/2026). Rupiah turun 31 poin atau 0,18 persen ke level Rp 16.896 per dollar AS.

Pelemahan mata uang Garuda juga tercermin pada Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia. Kurs referensi tersebut tercatat melemah ke posisi Rp 16.880 per dollar AS.

Lukman mencatat tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih datang dari kombinasi faktor eksternal dan domestik.

Dari sisi global, dollar AS tetap berada dalam tren kuat seiring rilis data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan pasar, serta pernyataan bernada hawkish dari sejumlah pejabat The Federal Reserve (The Fed) yang memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama.

Kondisi tersebut membuat aliran modal global cenderung kembali ke aset berdenominasi dollar AS dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

“Rupiah masih dalam tekanan baik internal maupun eksternal. Dollar AS sendiri masih cukup kuat didukung oleh data-data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan dan pernyataan hawkish dari pejabat The Fed,” beber Lukman

Dari dalam negeri, sentimen negatif masih dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi defisit fiskal yang dapat menembus ambang 3 persen, serta prospek pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang dinilai dapat menambah tekanan terhadap stabilitas nilai tukar.

Meski demikian, rupiah mendapat penopang dari langkah aktif BI yang terus melakukan intervensi di pasar, terutama saat nilai tukar mendekati level psikologis Rp 17.000 per dollar AS. Upaya tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas dan menahan pelemahan yang lebih dalam.

“Dari domestik, kekuatiran defisit fiskal melewati 3 persen dan prospek pemangkasan suku bunga BI masih membebani. Namun seperti diketahui, mendekati level penting Rp 17.000, BI sedang giat-giatnya melakukan intervensi pasar dan menahan pelemahan yang lebih dalam,” lanjutnya.

Tag:  #rupiah #dibuka #melemah #pagi #posisi #16887 #dollar

KOMENTAR