Trump Ancam Tarif Tambahan ke Negara yang Tolak Rencana AS di Greenland
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan dirinya membuka kemungkinan untuk mengenakan tarif impor kepada negara-negara yang tidak mendukung rencana AS menguasai Greenland.(AFP/SAUL LOEB)
11:24
17 Januari 2026

Trump Ancam Tarif Tambahan ke Negara yang Tolak Rencana AS di Greenland

– Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan dirinya membuka kemungkinan untuk mengenakan tarif impor kepada negara-negara yang tidak mendukung rencana AS menguasai Greenland.

“Kami membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional. Jadi saya mungkin akan melakukan itu,” ujar Trump di Gedung Putih, Jumat (16/1/2026), dikutip dari CNBC.

Pernyataan tersebut menunjukkan semakin agresifnya upaya Trump mendorong akuisisi Greenland oleh AS. Dalam beberapa bulan terakhir, Trump kembali mengandalkan tarif impor sebagai instrumen tekanan terhadap negara lain.

Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan penjelasan tambahan atas pernyataan Trump tersebut.

Opsi Militer hingga Tawaran Pembelian

Sebelumnya, pemerintah Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan sejumlah opsi untuk mengambil alih wilayah otonom Denmark tersebut, termasuk kemungkinan penggunaan militer.

Trump menilai kepemilikan Greenland penting bagi kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat, meski AS telah memiliki pangkalan militer di wilayah tersebut.

Ia menyinggung potensi ancaman dari China dan Rusia di kawasan Arktik.

Selain itu, Gedung Putih juga menyebut Amerika Serikat mempertimbangkan untuk mengajukan tawaran pembelian Greenland.

Namun, pemerintah Greenland dan Denmark berulang kali menegaskan wilayah itu tidak untuk dijual dan tidak ingin menjadi bagian dari AS.

Meski dikenal kaya mineral langka, Greenland menegaskan tak ingin menjadi negara tambang besar. Pemerintah hanya mengizinkan segelintir proyek demi menjaga lingkungan dan masyarakat lokal.SHUTTERSTOCK/Vadim Nefedoff Meski dikenal kaya mineral langka, Greenland menegaskan tak ingin menjadi negara tambang besar. Pemerintah hanya mengizinkan segelintir proyek demi menjaga lingkungan dan masyarakat lokal.

Tarif Impor sebagai Alat Tekanan

Ancaman tarif terkait Greenland disampaikan setelah Trump mengungkapkan penggunaan strategi serupa dalam upaya menekan negara lain terkait harga obat.

Trump mendorong penurunan harga obat di Amerika Serikat dengan mewajibkan harga domestik disesuaikan dengan harga yang lebih rendah di luar negeri.

Dalam acara di Gedung Putih pada Jumat, Trump mengatakan dirinya telah mengancam para pemimpin sejumlah negara agar menaikkan harga obat melalui kesepakatan “most favored nations”.

Jika tidak, negara-negara tersebut akan menghadapi tarif tinggi atas seluruh impor ke AS.

“Saya mungkin melakukan hal yang sama untuk Greenland. Saya mungkin akan mengenakan tarif kepada negara-negara jika mereka tidak sejalan dengan Greenland, karena kami membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional,” ujar Trump.

Delegasi dari Greenland dan Denmark, setelah bertemu dengan Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio di Washington pada Kamis (15/1/2026), menyatakan terdapat “perbedaan pandangan yang mendasar” dengan Trump.

Tarif Trump Digugat hingga Mahkamah Agung

Sejak kembali menjabat, Trump secara signifikan memperluas penggunaan tarif. Rata-rata tarif Amerika Serikat kini diperkirakan mencapai 17 persen.

Sejumlah kebijakan tarif tersebut diberlakukan melalui International Emergency Economic Powers Act (IEEPA).

Namun, penggunaan undang-undang itu telah berulang kali digugat, dan sejumlah pengadilan menyatakan langkah tersebut melanggar hukum.

Perselisihan hukum itu kini telah dibawa ke Mahkamah Agung AS, yang diperkirakan segera memutuskan legalitas penerapan tarif berbasis IEEPA.

Trump menyatakan agenda kebijakannya berisiko terganggu jika Mahkamah Agung memutuskan melawan pemerintahannya.

“Saya berharap kami menang di Mahkamah Agung, karena jika tidak, itu akan menjadi hal yang memalukan bagi negara kami,” kata Trump.

Tag:  #trump #ancam #tarif #tambahan #negara #yang #tolak #rencana #greenland

KOMENTAR