Arus Modal Keluar, Rupiah Diprediksi Melemah ke Level Rp 17.000 Tahun Ini
Ilustrasi rupiah. Bank Indonesia memaparkan tren kenaikan uang beredar pada Oktober 2025.(Shutterstock/Travis182)
17:08
13 Januari 2026

Arus Modal Keluar, Rupiah Diprediksi Melemah ke Level Rp 17.000 Tahun Ini

- HSBC memprediksi nilai tukar rupiah bakal melemah hingga ke level Rp 17.000 per dollar AS pada akhir tahun ini.

Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari mengatakan, rupiah berpotensi sedikit melemah dibanding posisi saat ini yang bergerak di kisaran Rp 16.700-16.800 dollar AS.

"Kami pikir pada akhir tahun 2026, kita mungkin akan mencapai angka Rp 17.000 atau sekitar itu. Jadi sedikit lebih lemah daripada saat ini," ujarnya dalam media briefing, Senin (12/1/2026).

Dia menjelaskan, terdapat dua faktor yang menentukan kinerja mata uang yaitu perdagangan dan arus keuangan negara.

Namun dalam konteks depresiasi rupiah pada tahun ini lebih disebabkan oleh masih berlanjutnya aliran keluar modal investasi portofolio dan pelemahan penanaman modal asing (PMA) sejak tahun lalu.

Kemudian juga dipicu oleh kinerja neraca pembayaran yang nilai defisitnya masih lebar sejak Kuartal II 2025 yakni sebesar 6,7 miliar dollar AS dan 6,4 dollar AS pada Kuartal III 2025.

"Arus masuk modal adalah bagian yang menjadi masalah, bukan perdagangan," kata dia.

Pasalnya, dia memperkirakan kinerja perdagangan Indonesia masih positif. Hal ini terlihat dari realisasi neraca perdagangan RI surplus selama 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 hingga November 2025.

"Perdagangan bukanlah masalah yang mencolok saat ini. Saya pikir surplus perdagangan cukup kuat pada tahun 2025 dan neraca transaksi berjalan juga positif," ucapnya.

Sementara itu, HSBC juga memperkirakan nilai tukar dollar AS akan bergerak stagnan atau sedikit melemah pada tahun ini akibat ketidakpastian kebijakan pemerintah AS di antaranya geopolitik, pergantian pemimpin bank sentral The Fed, hingga perkembangan tarif reiprokal.

"Jadi ada begitu banyak hal yang berbeda dan ada banyak ketidakpastian seputar banyak hal. Perkiraan kami adalah indeks dollar AS secara umum akan bergerak mendatar atau sedikit melemah," ungkapnya.

Menurutnya, perkiraan ini menjadi hal positif bagi Indonesia karena tekanan pada rupiah tidak bertambah.

Sebab dengan pelemahan dollar AS yang terjadi pada tahun lalu saja, rupiah bergerak melemah 3,5 persen sepanjang 2025.

"Jika indeks dollar AS menguat, maka itu akan menjadi masalah besar bagi Indonesia, karena rupiah akan terlihat jauh lebih lemah," tukasnya.

Tag:  #arus #modal #keluar #rupiah #diprediksi #melemah #level #17000 #tahun

KOMENTAR