Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
Ilustrasi petugas memeriksa stok beras di gudang Bulog. [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]
08:35
10 Januari 2026

Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan

Baca 10 detik
  • Perum Bulog menambah 50.000 ton beras ke Aceh pascabencana, ditargetkan melebihi total stok 100.000 ton.
  • Distribusi awal difokuskan pada wilayah terisolasi seperti Takengon dan Bener Meriah pasca-bencana alam.
  • Langkah ini dilakukan untuk stabilitas harga, mitigasi permintaan Ramadan, serta merespons permintaan Gubernur Aceh.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan pihaknya menambah pasokan beras sebanyak 50.000 ton untuk Provinsi Aceh.

Langkah agresif ini diambil sebagai upaya percepatan pemulihan pascabencana banjir dan longsor, sekaligus memitigasi lonjakan permintaan menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Penambahan signifikan ini akan mempertebal Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Aceh yang saat ini berdiri di angka 64.889 ton. Dengan injeksi stok baru tersebut, Bulog menargetkan posisi logistik Aceh berada di level aman, yakni melampaui 100.000 ton.

"Ini akan kami dorong lagi sekitar 50 ribu ton supaya betul-betul posisinya aman di atas 100 ribu ton," tegas Ahmad Rizal Ramdhani dikutip dari laman Antara, Sabtu (10/1/2026).

Stabilitas Harga dan Distribusi Wilayah Terisolasi

Bukan sekadar angka, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen.

Di tengah masa transisi pemulihan bencana, ketersediaan pasokan menjadi kunci agar tidak terjadi inflasi pangan yang membebani masyarakat.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. [Antara] PerbesarDirektur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. [Antara]

Selain beras, Bulog juga menyiagakan 307.220 liter minyak goreng sebagai instrumen pendukung kebutuhan pokok warga Aceh.

Rizal menjelaskan bahwa selama masa tanggap darurat, Bulog telah bergerak taktis menyalurkan 12.561 ton beras CBP dan 154 ton cadangan beras daerah melalui koordinasi dengan pemerintah setempat.

Fokus distribusi pada tahap awal menyasar wilayah-wilayah krusial yang sempat terisolasi akibat bencana alam, seperti Takengon dan Bener Meriah, sebelum diperluas ke Aceh Tamiang dan kabupaten/kota lainnya.

Respons Cepat Permintaan Daerah

Direktur Utama Bulog juga menyoroti kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah.

Menanggapi permintaan khusus dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, Bulog memastikan distribusi logistik mengalir tanpa hambatan ke seluruh pelosok provinsi.

"Khusus untuk Aceh, sesuai dengan permintaan Gubernur Aceh (Muzakir Manaf) kemarin, beliau minta tambahan 5 ribu ton (beras). Dan itu pun sudah kami kirim, syukur alhamdulillah sudah terdistribusi ke masing-masing kabupaten/kota," ujar Rizal.

Upaya penguatan pangan ini juga selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Sebagai bagian dari program bantuan pangan nasional, sebanyak 8.922 ton beras dan 1.784 liter minyak goreng telah digelontorkan ke Aceh untuk memperkuat jaring pengaman sosial bagi warga terdampak.

Dengan total cadangan yang akan menembus angka 100 ribu ton, masyarakat Aceh diharapkan dapat menjalani masa pemulihan pasca-bencana dengan tenang dan menyambut bulan Ramadan dengan kepastian stok pangan yang melimpah.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #bulog #gempur #aceh #dengan #tambahan #50000 #beras #amankan #pasokan #pasca #bencana #sambut #ramadan

KOMENTAR