TPK Semarang Torehkan Sejarah: Capai 1 Juta TEUs Pertama
TPK Semarang menorehkan tonggak sejarah penting dalam perjalanan operasionalnya dengan berhasil mencapai arus petikemas kumulatif 1 juta TEUs pada 25 Desember 2025. Capaian ini menjadi milestone pertama bagi TPK Semarang sejak beroperasi, sekaligus menandai peningkatan kinerja dan daya saing terminal secara berkelanjutan di tengah dinamika pertumbuhan industri logistik serta tantangan kepadatan arus petikemas pada awal tahun 2025.
Sepanjang tahun 2025, kinerja operasional TPK Semarang menunjukkan tren pertumbuhan positif dibandingkan tahun 2024. Arus petikemas tercatat tumbuh sekitar ±15%, disertai dengan peningkatan produktivitas bongkar muat, perbaikan efektivitas waktu pelayanan kapal dibandingkan berthing time, serta perbaikan kinerja yard occupancy ratio.
Lonjakan tersebut sejalan dengan pertumbuhan aktivitas industri, peningkatan arus ekspor-impor, serta meningkatnya pergerakan logistik domestik melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus momentum bagi TPK Semarang untuk melakukan percepatan perbaikan operasional sejak awal tahun 2025.
Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan terminal yang didukung oleh transformasi operasional yang konsisten.
“Pencapaian 1 juta TEUs ini merupakan tonggak sejarah bagi TPK Semarang. Ini adalah hasil dari transformasi operasional yang kami jalankan sejak awal 2025, penguatan perencanaan dan pengendalian operasi, serta optimalisasi pemanfaatan fasilitas dan peralatan terminal. Di tengah berbagai tantangan eksternal, kami bersyukur TPK Semarang mampu mencatatkan kinerja yang terus bertumbuh,” ujar I Nyoman Sutrisna.
Pencapaian arus kumulatif 1 juta TEUs yang diraih TPK Semarang mendapat apresiasi dari para pelaku usaha. Ketua Badan Pengurus Daerah Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (BPD GINSI) Jawa Tengah, Budiatmoko, menilai capaian tersebut sebagai bukti peningkatan kinerja dan keandalan layanan terminal dalam mendukung kelancaran arus logistik di Jawa Tengah.
“Kami dari BPD Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Tengah dengan bangga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Terminal Petikemas Semarang atas pencapaian luar biasa berupa arus kumulatif 1 juta TEUs. Kami akan terus menjalin sinergi yang baik dengan TPK Semarang. Kami berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional di masa depan,” ujar Budiatmoko.
Ke depan, pengembangan TPK Semarang akan difokuskan pada penguatan kapasitas, peningkatan efisiensi, dan akselerasi digitalisasi layanan. Pada tahun 2026, TPK Semarang akan memulai peninggian dermaga dan area container yard, modernisasi peralatan bongkar muat melalui penambahan 27 unit Head Truck dan Chasis, serta pengadaan 4 unit Quay Container Crane (QCC) yang memiliki kapasitas full twin-lift serta jangkauan yang lebih jauh hingga 16 row dibandingkan QCC existing saat ini. Selain itu, pada tahun 2026 sebanyak 3 unit RTG akan diselesaikan proses elektrifikasinya hingga 100%. Penguatan sistem teknologi informasi terintegrasi dan peningkatan kompetensi SDM juga akan terus dilakukan sejalan dengan transformasi terminal berbasis Planning & Control.
Dalam mendukung kelancaran arus logistik darat, TPK Semarang telah mengimplementasikan Terminal Booking System (TBS) sejak tahun 2022 dan terus menyempurnakannya. Pendekatan menyeluruh yang mencakup kesiapan sistem, proses bisnis, SDM, serta partisipasi aktif pengguna jasa menjadikan TBS TPK Semarang sebagai percontohan implementasi di lingkungan pelabuhan. Sejak April 2025, TPK Semarang juga menghadirkan Waiting Area yang berfungsi sebagai one stop solution bagi para pengemudi dengan fasilitas istirahat dan layanan administrasi terminal. Keberadaan waiting area ini memberikan manfaat signifikan, antara lain mengurangi antrean di dalam dan sekitar terminal, meningkatkan keselamatan kerja, menekan potensi kecelakaan lalu lintas operasional, serta memberikan kenyamanan dan kepastian layanan bagi pengemudi truk. Dengan pendekatan ini, TPK Semarang tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menjadikan aspek keselamatan dan ketertiban sebagai prioritas utama.
Seperti terminal lainnya, TPK Semarang masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain fluktuasi volume pada periode tertentu, kepatuhan pengguna jasa terhadap sistem, serta faktor eksternal seperti cuaca, rob, dan penurunan tanah di beberapa area. Namun demikian, manajemen secara konsisten melakukan mitigasi melalui penguatan perencanaan, koordinasi lintas instansi, serta penyempurnaan sistem dan prosedur operasional.
I Nyoman Sutrisna menambahkan, “Kami berharap TPK Semarang dapat terus tumbuh menjadi terminal petikemas yang andalan, efisien, dan berdaya saing, seiring dengan pertumbuhan industri di Jawa Tengah. Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan dan dukungan berkelanjutan, TPK Semarang diharapkan mampu berkontribusi optimal terhadap kelancaran logistik nasional.”
Pencapaian 1 juta TEUs ini menegaskan komitmen TPK Semarang untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional secara berkelanjutan. Ke depan,TPK Semarang akan terus melanjutkan program pengembangan kapasitas, peningkatan efisiensi operasional, penguatan budaya K3, serta implementasi prinsip ESG secara konsisten guna memastikan terminal tetap handal, kompetitif, dan berkelanjutan.
Capaian 1 juta TEUs ini sekaligus menegaskan posisi TPK Semarang sebagai terminal strategis yang berperan penting dalam mendukung kelancaran arus logistik dan pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional.
Tag: #semarang #torehkan #sejarah #capai #juta #teus #pertama