Kejar Target Rp 336 Triliun, Bea Cukai Pakai AI demi Penerimaan Negara 2026
- Target penerimaan negara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada tahun 2026 direncanakan mencapai Rp 336 triliun.
- Untuk mencapai target tersebut, Bea Cukai berencana menerapkan kecerdasan buatan dalam penelitian klasifikasi dan nilai pabean barang.
- Realisasi penerimaan Bea Cukai per November 2025 tercatat Rp 269,4 triliun, mencapai 89,3 persen dari target APBN 2025.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) mengungkapkan kalau target penerimaan negara di tahun 2026 mencapai Rp 336 triliun.
Target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari Bea Cukai tersebut naik ketimbang tahun 2025 yang ditetapkan sebanyak Rp 301,6 triliun.
"Untuk tahun 2026, Bea Cukai juga mendapat amanat target penerimaan yang lebih tinggi, yakni sebesar Rp336 triliun, termasuk di dalamnya rencana pengenaan bea keluar emas dan batu bara," kata Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, dikutip dari siaran pers, Minggu (4/1/2025).
Untuk mengejar target penerimaan negara di 2026, Bea Cukai sudah menyiapkan sejumlah strategi. Mereka bakal memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk penguatan penelitian nilai pabean dan klasifikasi barang.
Selain itu, AI juga dipakai Bea Cukai untuk modernisasi laboratorium dan penguatan kompetensi SDM, serta penguatan operasi penindakan yang serentak dan terpadu di seluruh wilayah pengawasan.
Nirwala menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjaga konsistensi kinerja di bidang pengawasan, penindakan, dan penerimaan.
“Kami berkomitmen untuk terus melindungi masyarakat, menjaga penerimaan negara, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui Bea Cukai yang profesional dan berintegritas,” imbuhnya.
Hingga November 2025, penerimaan Bea Cukai tercatat sebesar Rp 269,4 triliun atau tumbuh 4,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (yoy), dengan capaian 89,3 persen dari target APBN 2025.
Secara rinci, realisasi penerimaan tersebut terdiri dari bea masuk sebesar Rp 44,9 triliun yang mengalami penurunan 5,8 persen. Lalu penerimaan bea keluar mencapai Rp 26,3 triliun atau tumbuh 52,2 persen berkat kenaikan harga crude palm oil (CPO) di pasar global.
Adapun penerimaan sektor cukai terealisasi sebesar Rp 198,2 triliun atau tumbuh 2,8 persen (yoy), meskipun dihadapkan pada penurunan produksi rokok, khususnya rokok golongan I.
“Capaian ini menunjukkan ketahanan penerimaan di tengah dinamika ekonomi dan industri,” jelas Nirwala.
Tag: #kejar #target #triliun #cukai #pakai #demi #penerimaan #negara #2026