BI Jaga Ketahanan Eksternal di Tengah Dinamika Pasar Awal Tahun
Bank Indonesia (BI) berada di posisi 18 bank sentral dengan aset terbesar di dunia.(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa/am.)
20:32
3 Januari 2026

BI Jaga Ketahanan Eksternal di Tengah Dinamika Pasar Awal Tahun

Bank Indonesia menegaskan komitmennya menjaga ketahanan eksternal perekonomian nasional di tengah dinamika pasar keuangan global pada awal 2026. Hal ini tercermin dari langkah koordinasi kebijakan dan pemantauan indikator stabilitas nilai tukar rupiah.

Dalam rilis Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah, Bank Indonesia mencatat rupiah ditutup di level bid Rp 16.670 per dollar AS pada akhir perdagangan Rabu (31/12/2025). Pada pembukaan perdagangan Jumat (2/1/2026), rupiah dibuka di level bid Rp 16.680 per dollar AS.

Di pasar keuangan domestik, yield SBN tenor 10 tahun tercatat turun ke 6,05 persen pada akhir 2025 dan relatif stabil di level 6,04 persen pada awal 2026. Sementara itu, indikator risiko Indonesia menunjukkan perbaikan dengan turunnya premi CDS tenor lima tahun menjadi 67,78 basis poin per 1 Januari 2026.

Dari sisi arus modal, Bank Indonesia mencatat nonresiden melakukan beli neto Rp 2,43 triliun pada periode 29–31 Desember 2025. Meski demikian, secara kumulatif sepanjang 2025 hingga 31 Desember 2025, nonresiden masih mencatatkan jual neto di pasar saham dan SRBI, dengan beli neto terbatas di pasar SBN.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan.

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,” ujarnya di Jakarta, dikutip Sabtu (3/1/2026).

Tag:  #jaga #ketahanan #eksternal #tengah #dinamika #pasar #awal #tahun

KOMENTAR