Mendikdasmen Prihatin atas Tragedi Siswa SMP Dibunuh Teman di Kampung Gajah Bandung
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam acara Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026, di Depok, Jawa Barat, Senin (9/2/2026)(KOMPAS.com/SANIAMASHABI)
19:54
18 Februari 2026

Mendikdasmen Prihatin atas Tragedi Siswa SMP Dibunuh Teman di Kampung Gajah Bandung

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya siswa SMPN 26 Bandung berinisial ZAAQ (14) di lahan bekas objek wisata Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat.

Mu'ti mengatakan, ZAAQ dibunuh teman masa kecilnya karena diputus pertemanan.

"Saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam ya atas terjadinya kekerasan yang di Bandung itu, yang motifnya karena perputusan pertemanan, tapi saya belum mendalami secara lebih lengkap, apakah ada masalah lain selain itu," ujar Mu'ti di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Namun, saat ditanya apakah pembunuhan ini terjadi karena kurangnya pengawasan terhadap pelajar, Mu'ti tidak menjawab tegas.

Baca juga: Skenario Pembunuh Siswa SMP di Kampung Gajah, Sempat Pakai Ponsel Korban Buat Pesan Saya Diculik

Mu'ti justru meminta awak media bertanya kepada polisi yang menangani kasus pembunuhan tersebut.

"Ya kalau kita lihat kan itu kan dia tinggalnya dulunya di Garut, kemudian dia melakukan tindakan di Bandung. Jadi memang perencanaan pembunuhan itu," imbuhnya.

Diketahui, motif sakit hati karena diputus hubungan pertemanan menjadi pemicu pembunuhan terhadap seorang ZAAQ.

ZAAQ merupakan jasad yang ditemukan di lahan bekas objek wisata Kampung Gajah di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Polisi menetapkan dua pelajar asal Garut, YA (16) dan AP (17), sebagai pelaku pembunuhan dengan YA disebut sebagai eksekutor utama.

Baca juga: Polisi Ungkap Skenario Pembunuh Siswa SMP di Kampung Gajah Menghapus Jejak

Kasus itu terungkap setelah Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi menangkap YA dan AP di kediamannya di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Minggu (15/2/2026) dini hari.

Keduanya sempat melarikan diri ke Kabupaten Tasikmalaya usai mengeksekusi korban sebelum akhirnya diamankan.

Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra mengatakan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan pembunuhan dipicu rasa dendam pelaku terhadap korban.

"Tersangka ini mengaku sakit hati terhadap korban, di mana korban memberikan pernyataan sikap yaitu memutus hubungan pertemanan mereka," ungkap Niko saat gelar perkara, Minggu (15/2/2026).

Dari keterangan pelaku, YA dan korban telah saling mengenal selama sekitar tiga tahun. Setelah hubungan pertemanan diputus, YA memutuskan menyusul korban ke Bandung untuk meminta penjelasan, namun sudah membawa niat menghabisi nyawa korban.

Baca juga: Pelaku Sudah Rencanakan Pembunuhan Siswa SMP di Kampung Gajah Bandung Barat, Bawa Pisau dari Garut

"Dalam keadaan sakit itu, pelaku berangkat ke Bandung menyusul korban, tapi memang dengan niat memang membunuh korban. Dia diantar oleh saudaranya AP, mereka berangkat hari Senin," ujar Niko.

Polisi menyebut hubungan keduanya dekat seperti kakak dan adik. Persahabatan mereka juga telah diketahui pihak keluarga korban.

Tag:  #mendikdasmen #prihatin #atas #tragedi #siswa #dibunuh #teman #kampung #gajah #bandung

KOMENTAR