5 Hal yang Dibeli Kelas Menengah agar Lebih Kaya Menurut Warren Buffett
Warren Buffett menyebut lima pembelian sederhana yang bisa membantu kelas menengah membangun kekayaan secara bertahap.()
20:28
1 Januari 2026

5 Hal yang Dibeli Kelas Menengah agar Lebih Kaya Menurut Warren Buffett

– Investor legendaris Warren Buffett dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Kekayaannya tidak dibangun lewat strategi rumit atau akses khusus, melainkan prinsip investasi yang konsisten dan bisa diterapkan siapa saja.

Selama lebih dari enam dekade, Warren Buffett konsisten menyampaikan pesan sederhana, terutama kepada kelas menengah.

Kekayaan, menurutnya, bukan soal seberapa cepat menghasilkan uang, melainkan seberapa disiplin seseorang mengambil keputusan keuangan yang tepat dalam jangka panjang.

Menariknya, prinsip-prinsip Warren Buffett tidak menuntut modal besar atau akses eksklusif. Ia berulang kali menekankan bahwa sebagian besar orang sudah memiliki kemampuan untuk membeli hal-hal yang benar-benar membantu membangun kekayaan.

Dikutip dari New Trader U, Kamis (1/1/2026), berikut lima pembelian yang dinilai Warren Buffett dapat membuat kelas menengah lebih kaya.

1. Reksa Dana Indeks Berbiaya Rendah

Warren Buffett selama puluhan tahun menyarankan investor ritel untuk tidak sibuk memilih saham individual. Dalam surat tahunan kepada pemegang saham Berkshire Hathaway tahun 2013, ia menyebut bahwa “reksa dana indeks berbiaya rendah adalah investasi saham paling masuk akal bagi mayoritas investor.”

Nasihat ini bukan sekadar teori. Buffett bahkan menginstruksikan agar 90 persen dana tunai yang ditinggalkannya untuk sang istri diinvestasikan pada reksa dana indeks S&P 500 berbiaya rendah.

Ia juga memenangkan taruhan selama satu dekade melawan hedge fund, membuktikan bahwa reksa dana indeks mampu mengungguli pengelolaan aktif yang mahal.

Menurut Warren Buffett, reksa dana indeks memungkinkan investor menikmati pertumbuhan ekonomi secara luas sekaligus menekan tiga faktor perusak kekayaan, yakni biaya tinggi, kesalahan emosional, dan waktu masuk pasar yang keliru.

Biaya tahunan reksa dana indeks bisa serendah 0,03 persen, jauh di bawah biaya manajer investasi aktif yang mencapai 1–2 persen per tahun.

Warren Buffett menilai upaya mengalahkan pasar justru sering berujung pada hasil yang lebih buruk. Dengan imbal hasil historis S&P 500 sekitar 10 persen per tahun, kekayaan dapat tumbuh signifikan jika hasil tersebut diraih secara konsisten.

2. Buku, Pendidikan, dan Pengembangan Keterampilan

Warren Buffett berulang kali menyebut pengetahuan sebagai investasi terbaik, terutama di usia muda. Ia mengatakan, “investasi terbaik yang bisa Anda lakukan adalah pada diri sendiri.”

Kekayaannya berkaitan erat dengan keterampilan yang ia bangun melalui membaca dan pendidikan, khususnya dalam komunikasi dan pengambilan keputusan.

Pada awal kariernya, Warren Buffett mengikuti kursus public speaking Dale Carnegie senilai 100 dollar AS karena takut berbicara di depan umum.

Ia menyebut kursus tersebut sebagai salah satu investasi terbaiknya karena meningkatkan daya hasil pendapatannya secara permanen.

Warren Buffett menilai keterampilan dapat berkembang lebih cepat dibandingkan modal, terutama bagi kelas menengah.

Buku seharga 20 dollar AS tentang negosiasi bisa berujung pada kenaikan gaji ribuan dollar AS, sementara kursus profesional senilai ratusan dollar AS dapat membuka jalur promosi bernilai besar dalam jangka panjang.

Buffett mengaku membaca sekitar 500 halaman setiap hari selama puluhan tahun. Keunggulan investasinya berasal dari akumulasi pengetahuan, bukan dari besarnya modal awal.

3. Kepemilikan atas Aset Produktif

Kekayaan Buffett bersumber dari kepemilikan bisnis melalui saham Berkshire Hathaway, bukan dari menukar waktu dengan upah. Ia menekankan bahwa kepemilikan aset produktif membedakan pembangun kekayaan dari pekerja yang hanya mengandalkan pendapatan aktif.

Menurut Buffett, sebagian besar kelas menengah perlu bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Namun, mengandalkan gaji saja dinilai tidak cukup untuk membangun kekayaan jangka panjang.

Dengan memiliki saham, seseorang memiliki klaim atas laba masa depan yang dihasilkan perusahaan.

Kepemilikan saham berarti memiliki bagian dari keuntungan yang dihasilkan oleh aset dan tenaga kerja perusahaan. Meski kelas menengah tidak mampu membeli perusahaan secara utuh, kepemilikan sebagian melalui saham sudah mencerminkan prinsip yang sama.

Warren Buffett menekankan bahwa saham seharusnya dipandang sebagai kepemilikan bisnis, bukan sekadar pergerakan harga.

4. Perlindungan Finansial dan Ketenangan Pikiran

Aturan pertama Warren Buffett dalam berinvestasi adalah “jangan kehilangan uang”. Aturan kedua adalah “jangan lupa aturan pertama”.

Prinsip ini diterjemahkan melalui kepemilikan asuransi yang memadai, dana darurat, dan penghindaran risiko keuangan yang bersifat fatal.

Kelas menengah kerap kurang terlindungi atau tidak memiliki dana darurat, sehingga rentan terhadap kejadian tak terduga seperti sakit atau kehilangan pekerjaan.

Tanpa perlindungan, investor bisa terpaksa menjual aset di saat yang tidak tepat atau mengambil utang berbunga tinggi.

Warren Buffett menilai menghindari kesalahan besar lebih penting daripada mengambil langkah spektakuler. Asuransi dan dana darurat sebesar 3–6 bulan pengeluaran membantu menjaga proses penggandaan kekayaan tetap berjalan tanpa gangguan.

5. Waktu dan Kesabaran

Warren Buffett menyebut pasar saham sebagai “alat untuk memindahkan uang dari orang yang tidak sabar kepada orang yang sabar.” Menurutnya, waktu adalah aset paling berharga dalam membangun kekayaan.

Imbal hasil 10 persen per tahun dapat melipatgandakan dana dalam sekitar tujuh tahun, menjadi empat kali lipat dalam 14 tahun, dan delapan kali lipat dalam 21 tahun, selama proses tersebut tidak terputus.

Namun, Warren Buffett menilai banyak investor kelas menengah justru menghentikan proses ini dengan menjual aset saat pasar turun, mengejar tren spekulatif, atau menarik dana untuk konsumsi.

Ia membeli saham pertamanya pada usia 11 tahun dan baru menjadi sangat kaya di usia 50-an, hasil dari kesabaran dan kepemilikan jangka panjang.

Tag:  #yang #dibeli #kelas #menengah #agar #lebih #kaya #menurut #warren #buffett

KOMENTAR