Kaleidoskop 2025: Menengok Perjalanan Rupiah, Naik-Turun hingga Sempat Loyo di 17.071 per Dolar AS
Pegawai menunjukan mata uang Dolar Amerika dan Rupiah di salah satu kantor cabang Bank Mandiri di Jakarta, Selasa (22/7/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
16:18
1 Januari 2026

Kaleidoskop 2025: Menengok Perjalanan Rupiah, Naik-Turun hingga Sempat Loyo di 17.071 per Dolar AS

- Sepanjang 2025, nilai tukar rupiah tidak pernah benar-benar diam. Kadang menguat, kadang melemah, mengikuti berbagai peristiwa ekonomi yang terjadi di dalam dan luar negeri. 

Adapun pergerakan nilai tukar rupiah itu tak lain merupakan imbas dari kebijakan suku bunga global, pergerakan dolar AS, hingga kondisi ekonomi domestik. 

Berdasarkan catatan JawaPos.com, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan sebesar 1,07 persen sepanjang Januari 2025. Sepanjang awal bulan ini, kurs rupiah bergerak melemah dari Rp 16.132 per dolar AS menjadi Rp 16.305 per dolar AS. 

Kemudian, pada Februari 2025, kurs rupiah terhadap mata uang negara Paman Sam bergerak fluktuatif di kisaran Rp 16.180–Rp 16.560. Bahkan, harga tersebut sempat menguat di pertengahan bulan sebelum kembali melemah hingga akhir Februari. 

Meski fluktuatif, pada bulan ini juga, nilai tukar rupiah sempat heboh lantaran mesin Google dan Google Finance mencatat bahwa nilai tukar per USD 1 menjadi Rp 8.170,65. Merespons hal itu, pihak Bank Indonesia memastikan bahwa level nilai tukar USD/IDR Rp 8.100an sebagaimana yg ada di Google bukan merupakan level yang seharusnya. 

Data Bank Indonesia mencatat Kurs Rp 16.312 per dolar AS pada tanggal 31 Januari 2025. Bahkan, pihak BI memastikan sedang berkoordinasi dengan pihak Google Indonesia terkait ketidaksesuaian tersebut untuk segera dapat melakukan koreksi. 

Selanjutnya, di sepanjang Maret 2025, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan tren melemah secara bertahap, dengan kurs USD/IDR bergerak dari sekitar Rp 16.380–Rp 16.460 di awal bulan menuju level di atas Rp 16.600 di akhir bulan. 

Kemudian, sepanjang April 2025, rupiah terhadap dolar AS cenderung lebih melemah dan bergejolak dibanding bulan-bulan sebelumnya, dengan kurs USD/IDR bergerak mayoritas di kisaran Rp 16.700 ribu–Rp 17.07 ribu per USD. 

Pada bulan ini, rupiah sempat babak belur mencapai Rp 17.071 per dolar AS pada awal bulan sebelum akhirnya turun ke sekitar Rp 16.550 ribu pada akhir April 2025. 

Lalu, sepanjang Mei 2025, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cenderung lebih menguat dibanding akhir April, kurs rupiah bergerak rata-rata sekitar Rp 16.440 per dolar AS. 

Selanjutnya, sejak Juni hingga November 2025, pergerakan rupiah terhadap dolar AS menunjukkan pola stabil lalu melemah bertahap, dengan rupiah berada di sekitar Rp 16.300 per USD pada Juni. 

Pelan-pelan bergerak melemah ke kisaran Rp 16.450 pada Juli, kemudian melemah ke sekitar Rp 16.550 pada Agustus, bertahan di level sekitar Rp 16.600 pada September–Oktober, dan ditutup di kisaran Rp 16.650–Rp 16.700 per dolar AS pada November 2025. 

Sementara itu, pada penutupan perdagangan akhir tahun 2025, mata uang rupiah ditutup sedikit menguat 91 poin pada level Rp 16.680 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.771. 

Merespons pergerakan rupiah di penghujung tahun, Pengamat Mata Uang, Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa pasar terguncang oleh rilis risalah rapat kebijakan Federal Reserve bulan Desember 2025, yang mengungkapkan perbedaan pendapat yang mendalam di antara para pembuat kebijakan mengenai arah suku bunga pada tahun 2026. 

"Meskipun Fed menurunkan suku bunga seperempat poin persentase pada rapat tersebut, risalah tersebut menunjukkan bahwa beberapa pejabat semakin berhati-hati untuk melakukan pelonggaran lebih lanjut," jelas Ibrahim. 

Adapun alasannya, kata Ibrahim, karena tekanan inflasi yang tinggi dan ketidakpastian mengenai prospek ekonomi. Sementara itu, yang lain berpendapat bahwa kebijakan yang ketat dapat berisiko memperlambat pertumbuhan terlalu tajam jika dipertahankan terlalu lama. 

Di sisi lain, ketegangan geopolitik memberikan sedikit kelegaan sepanjang tahun, meskipun dampaknya terbukti berumur pendek. Kemudian, konflik Israel-Hamas dan ketegangan antara AS dan Iran juga kadang-kadang memanas, memperbarui kekhawatiran tentang potensi gangguan terhadap aliran minyak Timur Tengah. 

Tak hanya dipengaruhi oleh sektor eksternal, Ibrahim memastikan bahwa rupiah yang sedikit menguat tidak terlepas dari persepsi pasar terhadap stabilitas fundamental ekonomi domestik, meskipun tantangan ke depan masih besar, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 5 persen yang dinilai wajar. 

Kemudian, pemerintah dinilai mulai menggeser mesin pertumbuhan dari sekadar konsumsi rumah tangga ke investasi dan belanja pemerintah yang lebih efektif, sehingga membuka lapangan kerja dan menjaga optimisme ekonomi. 

Sedangkan, tantangan ekonomi ke depan masih cukup berat, mengingat perkembangan geopolitik global dan dinamika fragmentasi perdagangan internasional masih sulit diprediksi. 

"Sementara itu, pemulihan ekonomi domestik Indonesia masih belum maksimal karena tekanan harga komoditas pangan dan energi serta daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih," tukasnya.

Editor: Estu Suryowati

Tag:  #kaleidoskop #2025 #menengok #perjalanan #rupiah #naik #turun #hingga #sempat #loyo #17071 #dolar

KOMENTAR