Naik-Turun Harga Bitcoin 2025: Reli Tajam, Volatilitas Tinggi
Mata uang kripto paling mahal di dunia, bitcoin (BTC). Harga Bitcoin anjlok ke Rp 1,84 miliar akibat memanasnya perang dagang AS?China. (UNSPLASH/KANCHANARA)
14:08
26 Desember 2025

Naik-Turun Harga Bitcoin 2025: Reli Tajam, Volatilitas Tinggi

- Pergerakan harga bitcoin (BTC) sepanjang 2025 diwarnai fase reli yang membawa aset kripto terbesar itu kembali mencetak rekor, lalu berujung pada koreksi dan konsolidasi menuju akhir tahun.

Berdasarkan data Stooq, Jumat (26/12/2025), harga BTC berada di 93.315,7 dollar AS pada basis awal tahun (YTD) dan berada di 88.861,2 dollar AS, sehingga secara year-to-date tercatat turun 4,77 persen hingga tanggal tersebut.

Pada hari ini, harga bitcoin juga terpantau di kisaran 88.768 dollar AS (intraday tertinggi pada 89.238 dollar AS, terendah pada 86.940 dollar AS) berdasarkan data pasar.

Ilustrasi bitcoin. Harga Bitcoin terus melemah setelah investor jangka panjang melakukan aksi jual besar-besaran. Tekanan meningkat seiring menyusutnya permintaan di pasar kripto.UNSPLASH/ERLING LOKEN ANDERSEN Ilustrasi bitcoin. Harga Bitcoin terus melemah setelah investor jangka panjang melakukan aksi jual besar-besaran. Tekanan meningkat seiring menyusutnya permintaan di pasar kripto.

Di Indonesia, dinamika harga tersebut berlangsung seiring membesarnya aktivitas perdagangan aset kripto.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto November 2025 sebesar Rp 37,20 triliun, turun dari Oktober, sementara total transaksi kripto sepanjang 2025 (year-to-date) mencapai Rp 446,77 triliun.

OJK juga mencatat jumlah investor aset kripto mencapai 19,08 juta per Oktober 2025, serta daftar aset kripto yang dapat diperdagangkan mencapai 1.347 aset per November 2025.

Januari–Februari 2025: Setelah ATH Januari, pasar memasuki fase koreksi

Narasi awal 2025 ditandai oleh reli yang mengangkat bitcoin hingga mencetak harga tertinggi sepanjang masa alias all-time high (ATH) pada Januari 2025 di level 108.000 dollar AS, sebelum pasar memasuki fase koreksi.

Menurut CEO Indodax Oscar Darmawan saat itu, permintaan aset kripto di Indonesia masih tinggi meskipun harga terkoreksi.

“Meskipun ada koreksi, pasar kripto Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan,” ujar Oscar dalam keterangannya di Jakarta.

Ilustrasi bitcoin. UNSPLASH/TRAXER Ilustrasi bitcoin.

Dalam periode koreksi itu, pada 3 Februari 2025 harga bitcoin turun ke 91.000 dollar AS (lebih dari 15 persen). Kemudian, pada 4 Februari 2025 harga bitcoin sempat memantul ke 101.000 dollar AS, lalu pada 10 Februari 2025 kembali turun ke 95.000 dollar AS.

Pada sisi domestik, Oscar juga menyinggung besarnya transaksi di awal tahun. Ia menyebut total transaksi di Indodax pada Januari 2025 mencapai Rp 16,019 triliun, atau sekitar 12,02 persen dari total transaksi selama 2024.

Juni 2025: Rebound ke 110.000 dollar AS dan transaksi domestik ikut menguat

Memasuki pertengahan tahun, harga bitcoin kembali menunjukkan fase pemulihan. Pada 10 Juni 2025, harga bitcoin kembali menembus 110.000 dollar AS, setelah sempat terkoreksi hingga di bawah 101.000 dollar AS pada 5 Juni 2025.

Di saat yang sama, aktivitas perdagangan di dalam negeri ikut terdorong.

Vice President Marketing Indodax Antony Kusuma menyampaikan, pada 10 Juni 2025, total volume transaksi di Indodax tercatat Rp 707,8 miliar.

Kenaikan harga bitcoin dipandang mencerminkan meningkatnya minat pasar domestik terhadap bitcoin sebagai bagian dari ekonomi digital.

Juli 2025: “Short squeeze” dan reli menuju 118.000 hingga 123.000 dollar AS

Fase yang paling banyak menarik perhatian publik terjadi pada Juli, ketika reli berlangsung cepat dan diikuti lonjakan aktivitas derivatif.

Pada 11 Juli 2025, harga bitcoin menembus 118.000 dollar AS dan memicu gelombang likuidasi posisi short terbesar di pasar derivatif kripto sepanjang 2025, dengan nilai lebih dari 1,13 miliar dollar AS dalam 24 jam.

Likuidasi terbesar terjadi pada kontrak berjangka (futures) bitcoin senilai 590 juta dollar AS.

Ilustrasi bitcoin.UNSPLASH/KANCHANARA Ilustrasi bitcoin.

Analis Reku Fahmi Almuttaqin, dikutip dari Antara, mengingatkan pentingnya manajemen risiko saat reli berlangsung. Ia menyatakan momen itu menegaskan perlunya disiplin dan tidak menggunakan leverage berlebihan.

Reli berlanjut. Pada 14 Juli 2025, harga bitcoin menembus 123.000 dollar AS.

“Harga tinggi bukan berarti kita harus buru-buru ikut euforia. Gunakan strategi investasi yang aman, seperti beli bertahap (dollar-cost averaging), agar risiko terkendali," tutur Antony.

Ada beberapa faktor pendorong reli harga bitcoin saat itu, mulai dari arus masuk besar ke ETF bitcoin hingga meningkatnya minat institusi.

ETF bitcoin spot di AS mencatat arus masuk 1,17 miliar dollar AS dalam satu hari (mengacu pada Farside Investors), dengan iShares Bitcoin Trust (IBIT) dan produk Fidelity menjadi yang terbesar pada hari itu.

Oktober 2025: Rekor baru 126.000 dollar AS atau sekitar Rp 2,1 miliar

Setelah rangkaian reli dan fase naik-turun pada kuartal III 2025, harga bitcoin kembali mencetak tonggak besar pada Oktober 2025.

Pada 8 Oktober 2025, harga bitcoin menembus ATH di level 126.000 dollar AS atau sedikit di bawah Rp2,1 miliar per koin.

Antony menyampaikan bahwa rekor harga kali ini bukan sekadar euforia, melainkan sinyal pengakuan yang lebih luas terhadap aset digital.

“Pencapaian harga 126.000 dolar AS merupakan bukti nyata bahwa bitcoin telah memasuki fase kematangan baru. Saat ini, bitcoin tidak lagi sekadar instrumen spekulatif, melainkan bagian dari strategi diversifikasi aset yang diakui oleh lembaga keuangan besar di seluruh dunia,” ujarnya.

Vice President Indodax Antony Kusuma.DOK. INDODAX Vice President Indodax Antony Kusuma.

Berdasarkan data pasar, harga bitcoin sempat menyentuh puncak di 126.080 dollar AS sebelum stabil di kisaran 124.700 dollar AS.

Selain itu, Antony mencatat aktivitas perdagangan di Indodax meningkat, bahkan disebut volume trading mencapai Rp 1 triliun bertepatan dengan momen ATH, serta volume 7 hari terakhir meningkat hampir 50 persen dibanding periode sebelumnya.

Bila dilihat dari statistik tahunan, Stooq menempatkan 52-week high BTC/USD di 126.296,0 dan 52-week low di 74.445,1 hingga 26 Desember 2025.

Angka ini memberi konteks bahwa kenaikan harga bitcoin ke rekor Oktober 2025 terjadi setelah rentang volatilitas yang lebar dalam satu tahun terakhir.

November–Desember 2025: Koreksi dan konsolidasi, lalu rebound terbatas

Memasuki November hingga akhir Desember 2025, indikator pasar menunjukkan fase yang lebih berombak.

Proyeksi konsolidasi harga bitcoin diutarakan hingga akhir 2025 di tengah sikap “wait and see” pelaku pasar global.

Pada 22 November 2025, CEO Tokocrypto Calvin Kizana menyebut bitcoin melemah tajam pada hari itu di 84.537,42 dollar AS, seraya mengaitkan sentimen dengan kekhawatiran arah suku bunga bank sentral AS.

Harga bitcoin kembali menembus 92.000 dollar AS pada rentang 2 hingga 3 Desember 2025, setelah sebelumnya tekanan pasar memicu likuidasi lebih dari 250 juta dollar AS pada pekan sebelumnya.

Namun, menjelang penutupan tahun, harga kembali berada jauh di bawah rekor Oktober 2025. Pada hari ini, data Stooq menempatkan BTC/USD di 88.861,2 dengan catatan YTD minus 4,77 persen (basis YTD 93.315,7).

Data pasar dari alat finansial juga menunjukkan kisaran 88.768 dollar AS pada hari yang sama.

Ilustrasi aset kripto. Aturan pajak kripto baru resmi berlaku mulai 1 Agustus 2025.PEXELS/RDNE STOCK PROJECT Ilustrasi aset kripto. Aturan pajak kripto baru resmi berlaku mulai 1 Agustus 2025.

Aktivitas kripto Indonesia: transaksi, jumlah investor, dan ekosistem yang membesar

Pergerakan harga bitcoin sepanjang 2025 berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekosistem kripto di Indonesia yang terekam dalam data regulator.

OJK mencatat total transaksi kripto sepanjang 2025 (ytd) mencapai Rp 446,77 triliun, dengan jumlah investor aset kripto 19,08 juta (posisi Oktober 2025).

Dalam keterangannya, Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK Hasan Fawzi menyebut angka transaksi itu menunjukkan kepercayaan konsumen dan kondisi pasar tetap terjaga baik.

OJK juga memaparkan bahwa per November 2025 terdapat 1.347 aset kripto yang dapat diperdagangkan, serta OJK telah menyetujui perizinan 29 entitas di ekosistem perdagangan aset kripto (termasuk bursa, kliring, kustodian, dan pedagang), ditambah persetujuan bagi lembaga penunjang.

Angka-angka tersebut menjadi latar penting karena volatilitas harga bitcoin 2025 terjadi ketika basis pengguna dan infrastruktur pasar di Indonesia terus bertambah.

Di tingkat pelaku, beberapa pernyataan yang muncul di momen reli, misalnya ajakan untuk tidak terburu-buru ikut euforia dan penggunaan strategi beli bertahap, juga menunjukkan bahwa edukasi risiko menjadi tema yang berulang saat harga bergerak ekstrem.

Tag:  #naik #turun #harga #bitcoin #2025 #reli #tajam #volatilitas #tinggi

KOMENTAR