SNI Wajib Dorong Keramik Lokal Kuasai Pasar dalam Negeri
Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) Edy Suyanto saat membuka pameran Megabuild dan Keramika Indonesia 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (9/5/2024).(...KOMPAS.com/Isna Rifka Sri Rahayu)
09:44
15 November 2025

SNI Wajib Dorong Keramik Lokal Kuasai Pasar dalam Negeri

— Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib mulai menunjukkan dampak nyata pada kinerja industri keramik nasional. Kebijakan perlindungan pasar itu dinilai membuat produsen dalam negeri kian dominan di pasar domestik.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto, mengatakan kebijakan pemerintah seperti Antidumping, Safeguard, dan SNI Wajib memberikan dorongan kuat bagi pelaku industri pada 2025.

“Tahun ini terdapat tambahan kapasitas produksi baru hingga 25 juta meter persegi dan berhasil menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja baru,” ujar Edy, melalui keterangannya, Sabtu (15/11/2025).

Ia menjelaskan, peningkatan kapasitas itu membuat produsen lokal mampu menggantikan sepenuhnya keramik impor yang sebelumnya mencapai 80 juta meter persegi per tahun. Menurut dia, perubahan pasar semakin terasa seiring pergeseran strategi para importir.

“Hampir 90 persen importir besar yang bonafid telah menandatangani kontrak OEM dengan industri keramik nasional, dan mereka mengaku lebih puas dibanding mengimpor sendiri,” kata Edy.

Lewat skema Original Equipment Manufacturing (OEM), importir tidak lagi mendatangkan barang dari luar negeri, melainkan memproduksi keramik dengan merek sendiri melalui pabrikan dalam negeri. Edy menilai pola ini menarik karena menawarkan kepastian suplai, ketepatan waktu pengiriman, harga lebih stabil, serta layanan purna jual yang tidak tersedia jika impor langsung dilakukan.

Ia menambahkan, keunggulan tersebut memperkuat daya saing ekosistem keramik nasional sekaligus mempercepat substitusi impor pada sektor yang banyak digunakan untuk pembangunan dan properti.

Asaki menilai capaian tahun ini menunjukkan efektivitas sinergi antara pemerintah, industri, dan pelaku pasar.

“Kami berharap kebijakan yang mendukung industri dalam negeri dapat terus dipertahankan sehingga pertumbuhan positif berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” ujar Edy.

Dengan permintaan yang meningkat dan kapasitas produsen lokal yang semakin kuat, Asaki memperkirakan industri keramik akan menjadi salah satu motor pertumbuhan manufaktur nasional pada 2026.

Tag:  #wajib #dorong #keramik #lokal #kuasai #pasar #dalam #negeri

KOMENTAR