Era Disrupsi Digital, GPR Harus Mampu Tumbuhkan Digital Trust ke Masyarakat
Komunikasi publik pemerintah kini memegang peran sangat vital dalam menjaga legitimasi dan kepercayaan masyarakat. (Pixabay)
00:09
6 November 2025

Era Disrupsi Digital, GPR Harus Mampu Tumbuhkan Digital Trust ke Masyarakat

- Founder Government Public Relations (GPR) Institute, Widodo Muktiyo, menegaskan bahwa komunikasi publik pemerintah kini memegang peran sangat vital dalam menjaga legitimasi dan kepercayaan masyarakat di tengah derasnya arus informasi dan disinformasi.

Hal itu ditegaskan Widodo dalam acara 5th GPR Forum & Awarding Ceremony meliputi 5th TOP GPR Award 2025, 3rd TOP Figure Award 2025, dan 3rd TOP GPR Leader 2025 yang berlangsung di The Sultan Hotel Jakarta, Selasa (4/11).

"GPR tidak hanya dituntut sebagai penyampai informasi kebijakan, tetapi juga sebagai pengelola persepsi publik yang mampu menumbuhkan digital trust atau kepercayaan digital. Tanpa adanya kepercayaan ini, program pemerintah akan sulit memperoleh dukungan masyarakat," ujar Widodo.

Di sisi lain, Direktur GPR Institute, Arief Munajad, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni penghargaan, melainkan wadah refleksi dan kolaborasi untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

"Penghargaan ini bukan hanya simbol pencapaian, tetapi juga pengingat akan komitmen bersama untuk memperkuat citra positif dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah," ungkap Arief Munajad.

Ia juga menambahkan, di era disrupsi digital saat ini, GPR dituntut untuk bertransformasi dari sekadar penyampai informasi menjadi fasilitator komunikasi publik yang interaktif, adaptif, dan berbasis data.

Pada sesi pemaparan metode penilaian, Co-Founder GPR Institute, Tri Raharjo, menjelaskan bahwa penilaian TOP GPR Award 2025 dilakukan melalui riset digital komprehensif dengan tiga parameter utama, yakni Digital Awareness Aspect, Digital Media & Website Aspect, serta Social Media Engagement Aspect.

"Kami menggunakan pendekatan riset digital untuk mengukur visibilitas lembaga pemerintah di ruang publik daring, kualitas pemberitaan, serta tingkat interaksi publik di media sosial. Aspek-aspek ini penting untuk menggambarkan tingkat awareness, engagement, dan reputasi digital pemerintah,” jelas Tri Raharjo.

Ia menambahkan, hasil riset tersebut tidak hanya melahirkan para pemenang, tetapi juga menjadi bahan refleksi strategis bagi instansi pemerintah dalam memperkuat peran humas berbasis data dan membangun kepercayaan digital yang berkelanjutan.

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar meraih TOP GPR Figure Award 2025 dan menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Kementerian Agama dalam membangun komunikasi publik yang terbuka, cepat, dan berorientasi pelayanan.

"Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh tim Kementerian Agama. Tidak ada superman. Yang ada adalah super-iteam," tegas Menag.

Menag juga menyoroti pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam komunikasi publik di tengah era digital dan keterbukaan informasi. Ia menekankan bahwa Kemenag tidak hanya berfungsi sebagai lembaga yang mengatur urusan keagamaan, tetapi juga harus menjadi contoh dalam transparansi, membangun kepercayaan publik, dan menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Melalui ajang ini, GPR Institute menegaskan kembali dua pilar utama komunikasi publik di era digital, yakni Digital Trust dan Public Engagement, sebagai fondasi penting dalam membangun legitimasi serta hubungan saling percaya antara pemerintah dan masyarakat.

Dalam malam penganugerahan, GPR Institute juga mengumumkan sejumlah instansi dan tokoh yang berhasil meraih penghargaan tertinggi di bidang komunikasi publik.

GPR Champion 2025 dianugerahkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang telah berhasil meraih TOP GPR Award 2025 selama tiga tahun berturut-turut.

Sementara itu, 5th TOP GPR Award 2025 berhasil diraih oleh, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi RI, Kementerian Agama RI, Kementerian Kehutanan RI, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI, Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Pemerintah Kabupaten Tabalong, Pemerintah Kota Pekalongan dan pemenang lainnya.

Untuk kategori 3rd TOP Figure Award 2025, penghargaan diberikan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti; Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar; dan Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, dan pemenang lainnya.

Sedangkan 3rd TOP GPR Leader Award 2025 diraih oleh Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Anang Ristanto; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Ariansyah; Kepala Biro Umum, Humas, dan PBJ Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi RI, Manifes Zubayr; Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PANRB RI, Mohammad Averrouce; serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, dan pemenang lainnya.

Editor: Estu Suryowati

Tag:  #disrupsi #digital #harus #mampu #tumbuhkan #digital #trust #masyarakat

KOMENTAR