Cabai Rawit Mahal, Mendag: Hujannya Terus-terusan
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan saat ditemui di Kantor Kementeiran Perdagangan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
13:52
19 Februari 2026

Cabai Rawit Mahal, Mendag: Hujannya Terus-terusan

- Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan menyebut, harga cabai rawit merah melejit menjelang Ramadhan karena hujan terus menerus turun.

Menghadapi situasi tersebut, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menemui asosiasi petani.

“Jadi kami sudah koordinasi dengan asosiasi petani. Karena hujannya terus-terusan ya,” kata Busan di kantornya, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Menurut para petani, produksi cabai rawit merah sebenarnya banyak.

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Kepulauan Seribu Tembus Rp 120.000, Perlu Intervensi

Namun, karena diguyur hujan terus menerus distribusi tidak berjalan dengan baik. “Kami sudah koordinasi. Lebih ke faktor karena hujan. Itu lebih mendominasi,” tutur Busan.

Sementara itu, merespons harga cabai yang meroket Kementerian Pertanian (Kementan) memuruskan menambah pasokan bumbu dapur itu ke pasar induk.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufiq Ratule mengatakan, pihaknya menggelar Gerakan Aksi Guyur Pasokan Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta bersama para champion cabai.

Kebijakan itu ditempuh untuk menginbangi lonjakan permintaan cabai yang tinggi pada awal Ramadhan.

Pada saat yang bersamaan senumlah sentra produksi cabai sedang dalam masa jeda tanam karena masalah cuaca dan hari libur.

“Kenaikan harga saat ini lebih disebabkan oleh momentum peningkatan permintaan. Oleh karena itu, kita lakukan penambahan pasokan ke Pasar Induk Kramat Jati agar harga kembali pada rentang kewajaran tanpa merugikan petani,” kata Taufiq dalam keterangannya.

Pantauan Harga Cabai di Pasar Segiri meningkat, dari harga Rp. 45.000 menjadi Rp. 80.000 menjelang Imlek dan Ramadhan. Senin (16/2/2026)Pandawa Borniat/kompas.com Pantauan Harga Cabai di Pasar Segiri meningkat, dari harga Rp. 45.000 menjadi Rp. 80.000 menjelang Imlek dan Ramadhan. Senin (16/2/2026)Adapun cabai menjadi komoditas pangan yang disorot selama sekitar satu bulan terakhir.

Harga cabai di sejumlah daerah melejit dari sekitar Rp 45.000 per kilogram menjadi Rp 100.000 per kilogram.

Pantauan Kompas.com di Pasar Besar Kota Malang, Jawa Timur pada 10 Februari lalu misalnya, harga cabai rawit mencapai Rp 100.000 per kilogram.

Sementara di Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag, harga cabai rawit di Jakarta per 10 Februari tembus 87.500 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi di Kota Semarang Jawa Tengah.

Cabai rawit tercatat naik 8,19 persen dibanding pekan lalu menjadi Rp 81.500 per kilogram.

Sementara, di Kota Surabaya, Jawa Timur harga cabai rawit juga naik 8,89 persen tembus Rp 98.000 per kilogram.

Baca juga: Harga Cabai di Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang Disebut Mulai Turun

Tag:  #cabai #rawit #mahal #mendag #hujannya #terus #terusan

KOMENTAR