Perayaan Cap Go Meh Glodok 2026, Intip Wisata Kuliner di Sana
- Kawasan Pecinan Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat, dipastikan tidak menggelar kegiatan khusus menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026.
Aktivitas perayaan baru akan berlangsung saat Cap Go Meh yang dijadwalkan pada 3 Maret 2026.
Dikutip dari ANTARA news Kepala Seksi Ekonomi Kreatif (Ekraf) Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Jakarta Barat, Dwi Lestari, mengatakan tidak ada agenda khusus yang digelar di tingkat wilayah menjelang Imlek.
“Kalau menjelang Imlek tidak ada (kegiatan),” ujar Dwi Lestari.
Menurut Dwi, perayaan yang terpusat di kawasan Pecinan Glodok justru akan digelar saat Cap Go Meh.
Acara tersebut direncanakan turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
“Adanya perayaan Cap Go Meh nanti tanggal 3 Maret, dan rencananya dihadiri Pak Gubernur,” kata Dwi.
Baca juga: Tahun Baru Imlek 2026, Perayaan Cap Go Meh akan Digelar di Glodok
Sementara itu, rangkaian kegiatan menjelang Imlek 2026 lebih banyak digelar di tingkat provinsi sebagai bagian dari agenda nasional.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sejumlah kegiatan bertajuk #ImlekdiJakarta yang dimulai pada 13 Februari 2026.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Atika Nur Rahmania mengatakan Jakarta sebagai tuan rumah Imlek Nasional diharapkan mampu menghadirkan atmosfer perayaan yang terasa luas dan inklusif.
“Kami ingin memastikan seluruh rangkaian kegiatan di Jakarta tetap sejalan dengan agenda nasional,” ujar Atika.
Pemprov DKI juga mendukung dari sisi promosi dengan memanfaatkan media luar ruang, termasuk layar LED di sejumlah titik strategis Ibu Kota.
“Publikasi tidak hanya menampilkan logo, tetapi juga materi yang membangun awareness terhadap penyelenggaraan Imlek Nasional 2026,” kata Atika.
Baca juga: Imlek 2026, Festival Lampion dan Barongsai akan Digelar di Glodok dan Sudirman
Meski tanpa kemeriahan Imlek di tingkat kawasan, Glodok tetap menjadi tujuan favorit wisatawan, terutama saat Cap Go Meh.
Selain nuansa budaya, kawasan ini dikenal sebagai surga kuliner lintas generasi yang tetap hidup dari pagi hingga malam.
Rekomendasi kuliner wajib saat ke Glodok
1. Mie Lanzhou
Kedai Mie Lanzhou GlodokSalah satu yang paling diburu adalah Mie Lanzhou.
Restoran halal ini menyajikan lamian khas China Muslim dengan konsep dapur terbuka yang memungkinkan pengunjung menyaksikan langsung proses penarikan mi secara manual.
Tekstur mi yang kenyal berpadu dengan kaldu sapi bening yang kaya rempah menghadirkan rasa gurih yang ringan dan autentik, menjadikannya pilihan favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati kuliner Tionghoa halal di kawasan Pecinan.
Baca juga: Jelajah Kuliner dan Sejarah Glodok Tak Cukup Sehari, Ini Pilihan Hotel di Sekitarnya
2. Bakso Pikul
Bakso Pikul GlodokKuliner legendaris lainnya adalah Bakso Pikul Glodok yang telah berjualan sejak 1990.
Bakso disajikan dalam ukuran kecil dengan isian bakso halus, bakso urat, dan tahu lembut, dilengkapi bihun atau kwetiau dalam kuah kaldu gurih.
Cita rasa klasik dan konsistensi rasa membuat bakso ini tetap diminati lintas generasi, sekaligus menjadi salah satu ikon kuliner halal di Glodok.
Baca juga: 9 Spot Favorit di Glodok: dari Kuliner Legendaris, Ngopi Santai sampai Jejak Sejarah Pecinan
3. Mie Baskom Mak Atun
Mie Baskom Mak Atun GlodokAda pula Mie Baskom Mak Atun, yang dikenal sejak 1995 dengan konsep sajian mie, bihun, dan kwetiau goreng yang disatukan dalam satu baskom.
Selain menghadirkan porsi berbagi, kuliner ini dikenal tidak menggunakan daging babi maupun lemak babi.
Ditambah pilihan jajanan tradisional, Mie Baskom Mak Atun menjadi tempat singgah favorit wisatawan Muslim yang ingin mencicipi ragam rasa khas Glodok.
Baca juga: Mengenal Petak 6 dan Petak 9, Dua Wajah Kuliner Glodok
4. Kedai Lao Hoe
Kedai Lao Hoe GlodokUntuk suasana tempo dulu, Kedai Lao Hoe menjadi pilihan.
Kedai legendaris ini dikenal dengan laksa Bogor dan mi Belitung halal yang disajikan dengan racikan bumbu ringan namun kaya rasa.
Nuansa klasik Pecinan yang masih terjaga menjadikan kedai ini bukan hanya tempat makan, tetapi juga ruang nostalgia yang merekam sejarah kuliner Tionghoa di Jakarta.
Baca juga: Panduan Transportasi ke Glodok Naik KRL dan Lanjut Jalan Kaki
5. Cempedak Cik Lina
Cempedak Goreng Cik LinaCamilan manis dapat ditemukan di Cempedak Cik Lina, jajanan legendaris sejak 1997 yang menyajikan cempedak goreng berukuran besar dengan adonan renyah.
Perpaduan rasa manis legit dan tekstur garing membuat jajanan ini kerap diburu sebagai teman bersantai maupun oleh-oleh khas kawasan Pecinan.
Baca juga: 5 Ide Ngabuburit di Glodok, Wisata Seru dan Bersejarah
6. Little Salt Bread
Little Salt Bread GlodokDi dekat gerbang Chinatown Glodok, Little Salt Bread selalu dipadati antrean.
Roti asin dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam ini dikenal dengan aroma mentega yang kuat serta beragam varian rasa, menjadikannya simbol pertemuan kulinerkekinian dengan kawasan bersejarah.
Baca juga: 9 Jajanan Kaki Lima di Glodok, Coba Mi Pan hingga Chicongfan yang Ramai Diburu
7. Kuotie Shantung Ling
Kedai Kuotie Shantung Ling di Petak EnamPencinta jajanan China halal bisa mencoba Kuotie Shantung Ling di Petak Enam.
Kuotie berisi ayam dan udang ini dikenal dengan tekstur renyah di bagian bawah dan juicy di dalam, disajikan dengan saus pendamping yang memperkaya rasa, serta telah mengantongi sertifikasi halal.
Baca juga: Glodok Plaza, Pernah Jadi Tempat Penahanan Mohammad Hatta
8. Djauw Coffee
Djauw Coffe GlodokSementara itu, pengalaman ngopi klasik bisa ditemukan di Djauw Coffee, kedai yang berdiri sejak 1943 dengan metode penyeduhan kopi ala Turki menggunakan pasir panas.
Suasana etnik Tionghoa jadul dan menu khas menjadikannya tempat singgah favorit wisatawan.
9. Donat Ellie
Ellie Donat GlodokTak jauh dari sana, Donat Ellie kerap menjadi camilan praktis bagi pengunjung yang berjalan kaki menyusuri gang-gang Glodok.
10. Kopi Sederhana d/h Kit Cong Kie atau Kopi Es Tak Kie
Gerai Kopi Es Tak Kie yang legendaris di Gang Gloria, Glodok, Jakarta BaratTak lengkap rasanya tanpa singgah ke Warung Kopi Sederhana d/h Kit Cong Kie atau Kopi Es Tak Kie di Gang Gloria.
Berdiri sejak 1927, kedai kopi ini mempertahankan menu dan suasana tempo dulu, serta menjadi salah satu ruang sosial paling hidup di kawasan Pecinan.
Dengan Cap Go Meh sebagai puncak perayaan dan kekayaan kuliner yang tetap menggeliat, Glodok membuktikan diri bukan sekadar ruang seremonial, melainkan lanskap budaya yang hidup sepanjang tahun.