Cegah Virus Nipah, Bandara Soekarno-Hatta Perketat Pengawasan seperti Era Covid
Penyedia layanan ground handling global, Çelebi Aviation, resmi memperluas operasionalnya di Indonesia dengan mulai melayani penerbangan di dua bandara tersibuk, Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, sejak 1 Januari 2026.()
07:28
29 Januari 2026

Cegah Virus Nipah, Bandara Soekarno-Hatta Perketat Pengawasan seperti Era Covid

Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk demi mencegah masuknya virus Nipah ke Indonesia.

Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini, memastikan bahwa hingga saat ini, belum ditemukan kasus virus Nipah pada pelaku perjalanan yang masuk melalui bandara tersebut.

"Sampai saat ini di pintu masuk Bandara Soekarno-Hatta belum ada temuan," kata Naning dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026), dikutip dari Kompas.com, Kamis (29/1/2026).

Baca juga: Waspada Virus Nipah, Bandara di Asia Kini Terapkan Protokol Era Covid-19

Nipah merupakan penyakit zoonosis yang menyebar ke manusia dari babi dan kelelawar yang terinfeksi. Virus ini juga bisa ditularkan melalui kontak dekat antarindividu.

BBKK mengimbau para penumpang untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan, demi mencegah penyebaran virus Nipah.

Pasalnya, potensi risiko penularan virus Nipah di Indonesia tetap ada sebab keberadaan hewan penular virus tersebut, seperti kelelawar, yang juga hidup di Indonesia.

“Potensi risiko untuk terjadi di Indonesia ada karena hewan-hewan penular virus Nipah terdapat di Indonesia,” ujar Naning.

Baca juga: Transformasi Bandara Kertajati, Percepat Pengembangan Aerospace Park dan Perkuat Konektivitas Udara

Prosedur pengawasan di Bandara Soekarno-Hatta

Berkaca pada era pandemi Covid-19, BBKK menerapkan sejumlah protokol kesehatan bagi seluruh penumpang pesawat yang masuk ke Indonesia melalui pintu Bandara Soekarno-Hatta.

Sebagai langkah pencegahan, BBKK Bandara Soekarno-Hatta menerapkan sejumlah prosedur pengawasan, salah satunya melalui kewajiban pengisian deklarasi kesehatan bagi seluruh pelaku perjalanan yang masuk ke Indonesia.

Pemantauan tanda dan gejala penyakit dilakukan menggunakan pemindai suhu tubuh atau thermal scanner yang dipastikan berfungsi dengan baik.

Baca juga: 5 Bandara Utama Indonesia Ditargetkan Berkonsep Alam dan Budaya pada 2026, Mana Saja?

Petugas turut melakukan observasi visual terhadap para penumpang, terutama penumpang internasional.

Adapun pos kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta telah dilengkapi tenaga medis untuk menangani pelaku perjalanan yang terdeteksi memiliki gejala tertentu.

“Petugas yang kontak langsung menggunakan masker dan sarung tangan, serta rutin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer,” kata Naning.

Baca juga: Rute Blok M-Bandara Soetta Disiapkan Jadi Rute Baru Transjabodetabek

Apa itu virus Nipah?

Ilustrasi flu. Simak situasi terkini Virus Nipah di Indonesia 2026. Meski Kemenkes nyatakan aman, Epidemiolog ingatkan gejala mirip flu yang bisa berakibat fatal pada otak.Freepik Ilustrasi flu. Simak situasi terkini Virus Nipah di Indonesia 2026. Meski Kemenkes nyatakan aman, Epidemiolog ingatkan gejala mirip flu yang bisa berakibat fatal pada otak.

Dikutip dari BBC, Kamis (29/1/2026), Nipah dapat ditularkan dari hewan, seperti babi dan kelelawar buah, ke manusia. Virus ini juga dapat menyebar dari orang ke orang melalui makanan yang terkontaminasi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memasukkan Nipah ke dalam sepuluh penyakit prioritas utamanya, bersama dengan patogen seperti Covid-19 dan Zika, karena potensinya untuk memicu epidemi.

Masa inkubasi virus Nipah berkisar antara empat hingga 14 hari, mirip dengan Covid-19 yang membutuhkan masa inkubasi serupa.

Baca juga: Sejak 1 Januari 2026, Atraksi Gajah Tunggang di Bali Resmi Dihentikan

Gejala terkena virus Nipah dapat berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan.

Pada beberapa orang, gejala virus Nipah diikuti oleh rasa kantuk, perubahan kesadaran, dan pneumonia.

Bahkan, orang yang tertular virus Nipah bisa juga tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Wabah Nipah pertama kali terjadi pada 1998 di antara peternak babi di Malaysia, lalu menyebar ke negara tetangga di Singapura.

Nama virus ini pun diambil dari desa di mana virus Nipah pertama kali ditemukan.

Selanjutnya, virus Nipah juga terjadi di Bangladesh sejak 2001. Lebih dari 100 orang dilaporkan meninggal akibat virus ini.

Baca juga: Catat! Ini Jadwal Beli Tiket Kereta untuk Mudik Lebaran 2026

Sampai saat ini, belum ada obat atau vaksin yang disetujui untuk mengobati penyakit tersebut.

Naning menegaskan bahwa virus Nipah diketahui memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi, berkisar antara 40 hingga 70 persen.

Gejala awal infeksi virus ini pun tidak spesifik sehingga kerap sulit dikenali pada tahap awal.

“Gejalanya mirip penyakit umum seperti flu, pilek, dan nyeri otot. Namun pada kondisi berat dapat menimbulkan gangguan saraf seperti kejang,” ujar Naning.

Baca juga: Bandara Samarinda Layani Penerbangan Internasional Mulai Februari 2026

Hingga saat ini, belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk menangani virus Nipah. Penanganan medis terhadap pasien dilakukan berdasarkan gejala yang muncul.

“Belum ada vaksin dan obat. Apabila ditemukan penderita, pengobatan diberikan sesuai dengan gejala yang timbul,” pungkasnya.

Baca juga: Insiden Horor di Bandara, Seorang Kakek Bawa Istri yang Sudah Meninggal Naik Pesawat

Pengawasan di bandara-bandara di Asia

Bukan hanya Bandara Soekarno-Hatta, sejumlah bandara di Asia juga telah menerapkan pemeriksaan kesehatan seperti era pandemi Covid-19, demi mencegah penyebaran virus Nipah.

Dilaporkan Kompas.com, Kamis (28/1/2026), beberapa negara langsung menerapkan langkah-langkah pencegahan setelah lima virus Nipah dikonfirmasi terjadi di Benggala Barat, India.

Negara-negara yang sudah menerapkan kebijakan tersebut adalah Thailand, Nepal, dan Taiwan.

Di Thailand, penumpang yang tiba di bandara Suvarnabhumi, Don Mueang dan Phuket akan dipantau terkait gejala virus Nipah.

Pemerintah Thailand juga sedang mengeluarkan kartu "waspada kesehatan" sebagai panduan untuk turis yang berisi tentang apa yang harus dilakukan jika mereka jatuh sakit.

Baca juga: Liburan ke Thailand 2026, Siap-siap Biaya Bandara dan Pajak Turis Naik

Tag:  #cegah #virus #nipah #bandara #soekarno #hatta #perketat #pengawasan #seperti #covid

KOMENTAR