Transformasi Bandara Kertajati, Percepat Pengembangan Aerospace Park dan Perkuat Konektivitas Udara
Dibangun Rp 2,6 triliun, Bandara Kertajati justru merugi Rp 60 miliar per tahun. Apa penyebabnya dan bagaimana upaya pemerintah mengatasinya?()
20:14
24 Januari 2026

Transformasi Bandara Kertajati, Percepat Pengembangan Aerospace Park dan Perkuat Konektivitas Udara

PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempercepat langkah transformasi Bandara Internasional Kertajati sebagai pusat ekonomi baru melalui pengembangan kawasan Aerospace Park dan penguatan konektivitas udara.

Upaya strategis ini menjadi respons atas tantangan rendahnya tingkat keterisian penumpang (load factor) serta tingginya tekanan finansial perusahaan.

Tiga pilar pemulihan Bandara Kertajati 2026

Rencana pemulihan bisnis BIJB untuk tahun 2026 difokusan pada tiga strategi utama:

1. Optimalisasi penerbangan

Penerbangan Haji dan Umrah menjadi perhatian utama, disusul peningkatan frekuensi penerbangan reguler.

BIJB menargetkan pemanfaatan kapasitas bandara yang lebih optimal agar mampu meningkatkan trafik penumpang dan maskapai yang beroperasi.

2. Penyelesaian kewajiban utang

Perusahaan berupaya menyelesaikan liabilitas melalui skema restrukturisasi dan konversi utang menjadi saham.

Langkah ini turut membuka peluang masuknya mitra strategis, dengan proyeksi modal dasar yang disiapkan hingga Rp 10 triliun.

3. Pengembangan aerospace park

Kawasan Aerospace Park akan menjadi tulang punggung diversifikasi bisnis Kertajati, terutama dengan pembangunan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) seluas 84,2 hektar.

Indonesia saat ini masih mengirimkan sekitar 46 persen pesawat untuk perawatan ke luar negeri, sehingga BIJB melihat potensi besar untuk menangkap pasar tersebut dan memperkuat kemandirian industri aviasi nasional.

Sinergi lintas lembaga

Program transformasi ini melibatkan kerja sama erat antara:

  • PT BIJB (Perseroda)
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
  • Kementerian Perhubungan
  • Kementerian Agama

Sementara itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Jabar tengah menyusun policy brief untuk merumuskan langkah kebijakan peningkatan volume penumpang secara berkelanjutan.

Bandara Kertajati terintegrasi dengan kawasan Rebana Metropolitan

Pengembangan Bandara Kertajati dipusatkan di wilayah Majalengka yang menjadi bagian penting dari kawasan Rebana Metropolitan. Lokasinya yang strategis terhubung dengan:

  • Pelabuhan Patimban
  • Kota Cirebon
  • Tol Cisumdawu
  • Tol Cipali

Tampilan depan bangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Rabu (7/1/2026)KOMPAS.com/HANDHIKA RAHMAN Tampilan depan bangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Rabu (7/1/2026)

Integrasi konektivitas ini ditujukan untuk mempercepat arus penumpang dan logistik menuju Kertajati.

Jadwal implementasi 2026

Beberapa target utama telah ditetapkan pemerintah dan BIJB:

  • 6 Februari 2026 – Penerbangan Umrah reguler kembali dibuka.
  • Maret 2026 – Penambahan rute domestik baru.
  • Oktober 2026 – Target transaksi pertama untuk bisnis MRO.

Langkah strategis pemerintah dan BIJB

Beberapa langkah yang telah disiapkan untuk mempercepat kebangkitan Bandara Kertajati antara lain:

1. Pembangunan aerospace park

Penyediaan kawasan MRO 84,2 hektar sebagai pusat industri perawatan pesawat nasional.

2. Kebijakan multi airport system

Mengusulkan pengalihan sebagian slot penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Kertajati guna menjamin peningkatan volume penumpang.

3. Restrukturisasi keuangan

Konversi utang menjadi modal serta penjajakan mitra strategis untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan.

4. Konektivitas terpadu

Penguatan transportasi darat reguler yang menghubungkan Bandung Raya, Cirebon, hingga sebagian wilayah Jawa Tengah langsung ke pintu bandara.

Tag:  #transformasi #bandara #kertajati #percepat #pengembangan #aerospace #park #perkuat #konektivitas #udara

KOMENTAR