Transformasi Bandara Kertajati, Percepat Pengembangan Aerospace Park dan Perkuat Konektivitas Udara
PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempercepat langkah transformasi Bandara Internasional Kertajati sebagai pusat ekonomi baru melalui pengembangan kawasan Aerospace Park dan penguatan konektivitas udara.
Upaya strategis ini menjadi respons atas tantangan rendahnya tingkat keterisian penumpang (load factor) serta tingginya tekanan finansial perusahaan.
Tiga pilar pemulihan Bandara Kertajati 2026
Rencana pemulihan bisnis BIJB untuk tahun 2026 difokusan pada tiga strategi utama:
1. Optimalisasi penerbangan
Penerbangan Haji dan Umrah menjadi perhatian utama, disusul peningkatan frekuensi penerbangan reguler.
BIJB menargetkan pemanfaatan kapasitas bandara yang lebih optimal agar mampu meningkatkan trafik penumpang dan maskapai yang beroperasi.
2. Penyelesaian kewajiban utang
Perusahaan berupaya menyelesaikan liabilitas melalui skema restrukturisasi dan konversi utang menjadi saham.
Langkah ini turut membuka peluang masuknya mitra strategis, dengan proyeksi modal dasar yang disiapkan hingga Rp 10 triliun.
3. Pengembangan aerospace park
Kawasan Aerospace Park akan menjadi tulang punggung diversifikasi bisnis Kertajati, terutama dengan pembangunan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) seluas 84,2 hektar.
Indonesia saat ini masih mengirimkan sekitar 46 persen pesawat untuk perawatan ke luar negeri, sehingga BIJB melihat potensi besar untuk menangkap pasar tersebut dan memperkuat kemandirian industri aviasi nasional.
Sinergi lintas lembaga
Program transformasi ini melibatkan kerja sama erat antara:
- PT BIJB (Perseroda)
- Pemerintah Provinsi Jawa Barat
- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
- Kementerian Perhubungan
- Kementerian Agama
Sementara itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Jabar tengah menyusun policy brief untuk merumuskan langkah kebijakan peningkatan volume penumpang secara berkelanjutan.
Bandara Kertajati terintegrasi dengan kawasan Rebana Metropolitan
Pengembangan Bandara Kertajati dipusatkan di wilayah Majalengka yang menjadi bagian penting dari kawasan Rebana Metropolitan. Lokasinya yang strategis terhubung dengan:
- Pelabuhan Patimban
- Kota Cirebon
- Tol Cisumdawu
- Tol Cipali
Tampilan depan bangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Rabu (7/1/2026)
Integrasi konektivitas ini ditujukan untuk mempercepat arus penumpang dan logistik menuju Kertajati.
Jadwal implementasi 2026
Beberapa target utama telah ditetapkan pemerintah dan BIJB:
- 6 Februari 2026 – Penerbangan Umrah reguler kembali dibuka.
- Maret 2026 – Penambahan rute domestik baru.
- Oktober 2026 – Target transaksi pertama untuk bisnis MRO.
Langkah strategis pemerintah dan BIJB
Beberapa langkah yang telah disiapkan untuk mempercepat kebangkitan Bandara Kertajati antara lain:
1. Pembangunan aerospace park
Penyediaan kawasan MRO 84,2 hektar sebagai pusat industri perawatan pesawat nasional.
2. Kebijakan multi airport system
Mengusulkan pengalihan sebagian slot penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Kertajati guna menjamin peningkatan volume penumpang.
3. Restrukturisasi keuangan
Konversi utang menjadi modal serta penjajakan mitra strategis untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan.
4. Konektivitas terpadu
Penguatan transportasi darat reguler yang menghubungkan Bandung Raya, Cirebon, hingga sebagian wilayah Jawa Tengah langsung ke pintu bandara.
Tag: #transformasi #bandara #kertajati #percepat #pengembangan #aerospace #park #perkuat #konektivitas #udara