Jakarta–Lampung Masih Banyak Kursi Kosong, Ini 7 Transportasi Nyaman yang Selalu Tersedia
Bus Sinar Jaya, melayani perjalanan dari Jakarta menuju Lampung. (Redbus).
21:28
19 Januari 2026

Jakarta–Lampung Masih Banyak Kursi Kosong, Ini 7 Transportasi Nyaman yang Selalu Tersedia

 

- Perjalanan dari Jakarta ke Lampung sering kali terasa 'rawan kehabisan tiket', terutama menjelang akhir pekan panjang, musim liburan, atau saat cuaca di Selat Sunda kurang bersahabat. Padahal, jika ditelusuri lebih dalam, rute Jakarta–Lampung justru termasuk salah satu lintasan antarpulau yang paling banyak opsinya, lho.

Bukan hanya bus antarkota, tapi juga shuttle dan travel reguler yang nyaris selalu punya kursi tersedia. Kuncinya ada pada fleksibilitas jam berangkat dan titik naik. Berikut tujuh pilihan transportasi Jakarta–Lampung yang relatif mudah didapatkan tiketnya, bahkan saat permintaan sedang tinggi, berikut rangkumannya.

1. DAMRI, Jadwal Pagi hingga Malam Masih Jadi Andalan

DAMRI tetap menjadi opsi aman bagi penumpang yang mencari ketersediaan kursi stabil. Keberangkatan tersedia dari Gambir dan Cawang menuju Tanjung Karang serta wilayah sekitarnya di Lampung.

Harga tiket berkisar Rp 255 ribu hingga Rp 350 ribuan, tergantung titik keberangkatan dan kelas layanan. Pilihan jadwal pagi dan malam membuat DAMRI sering jadi 'penyelamat terakhir' ketika bus lain sudah penuh.

2. Sinar Jaya, Banyak Pool Jadi Kunci Kursi Tetap Ada

Sinar Jaya unggul dari sisi jaringan. Penumpang bisa naik dari Terminal Pulogebang, Lebak Bulus, Kalideres, hingga beberapa pool lainnya di Jakarta.
Tujuan di Lampung mencakup Kotabumi, Pringsewu, dan daerah sekitarnya. Harga tiket berada di rentang Rp 255 ribu sampai Rp 315 ribuan.

Keberangkatan umumnya sore hari sekitar pukul 18.30 WIB, waktu favorit karena dianggap ideal untuk perjalanan lintas pulau.

3. Adhi Prima, Pilihan Lebih Sepi di Jam Sore

Jika ingin menghindari kepadatan malam, Adhi Prima layak dipertimbangkan. Bus ini berangkat dari Terminal Kalideres menuju Lampung sekitar pukul 15.30 WIB.
Harga tiketnya sekitar Rp 280 ribu.

Jam berangkat yang lebih awal sering membuat ketersediaan kursi masih longgar, terutama di hari biasa.

4. Royal Platinum, Berangkat Malam dengan Nuansa Lebih Nyaman

Royal Platinum menawarkan keberangkatan malam hari dari Terminal Grogol sekitar pukul 20.00 WIB. Harga tiket berada di kisaran Rp 260 ribuan.

Bus ini cocok bagi penumpang yang ingin perjalanan lebih santai setelah aktivitas seharian. Keberangkatan malam juga memberi peluang lolos antrean pelabuhan lebih cepat, tergantung kondisi.

5. Lintas Shuttle, Alternatif Praktis dari Tengah Kota

Bagi yang tidak ingin ke terminal besar, Lintas Shuttle bisa menjadi solusi. Shuttle ini melayani keberangkatan dari kawasan Slipi dan Mayestik, Kebayoran, menuju Tanjung Karang, Lampung.

Harga tiket sekitar Rp 315 ribu. Konsep shuttle dengan titik naik strategis membuatnya diminati pekerja dan penumpang yang ingin perjalanan lebih ringkas tanpa transit panjang.

6. Royal Shuttle, Titik Naik Lengkap hingga Bandara

Royal Shuttle menawarkan fleksibilitas ekstra. Penumpang bisa naik dari Terminal Pulo Gebang, Stasiun Gambir, hingga Bandara Soekarno-Hatta.

Tujuan akhirnya Bandar Lampung dan wilayah sekitarnya. Harga tiket berkisar Rp 325 ribu. Dengan banyak titik naik, peluang mendapatkan kursi biasanya masih terbuka meski pemesanan mendekati hari keberangkatan.

7. Purnajaya Travel, Opsi Shuttle dengan Drop Point Strategis

Purnajaya Travel menjadi opsi shuttle lain untuk rute Jakarta–Lampung. Keberangkatan dari Terminal Pulo Gebang dengan tujuan Kedaton dan area sekitarnya di Bandar Lampung.

Harga tiket sekitar Rp 350 ribu. Meski tarifnya sedikit lebih tinggi, sistem travel point-to-point membuatnya nyaman bagi penumpang yang tidak ingin repot mencari transport lanjutan.

Kenapa Jakarta–Lampung Jarang Benar-Benar Kehabisan Tiket?

Secara jarak, perjalanan darat Jakarta–Lampung tergolong sedang, dengan waktu tempuh rata-rata 8–10 jam. Faktor paling menentukan bukan jalan darat, melainkan penyeberangan laut.

Selama cuaca mendukung, penyeberangan bisa ditempuh sekitar 2,5 jam di luar waktu antre. Karena armada bus dan shuttle beroperasi hampir sepanjang hari, operator cenderung menambah jadwal saat permintaan naik.

Artinya, selama fleksibel memilih jam berangkat dan titik naik, rute Jakarta–Lampung masih termasuk salah satu lintasan yang 'selalu ada kursinya'. Tinggal menyesuaikan kenyamanan dan anggaran, perjalanan pun tetap aman dan terkendali.

 

Editor: Sabik Aji Taufan

Tag:  #jakartalampung #masih #banyak #kursi #kosong #transportasi #nyaman #yang #selalu #tersedia

KOMENTAR