9 Spot Favorit di Glodok: dari Kuliner Legendaris, Ngopi Santai sampai Jejak Sejarah Pecinan
Dalam beberapa tahun terakhir, Glodok bertransformasi menjadi salah satu spot favorit wisatawan dan warga Jakarta untuk berjalan kaki, berburu kuliner, hingga menikmati suasana kota tua yang autentik.
Revitalisasi kawasan seperti Petak Enam, kehadiran kedai kopi dan toko roti kekinian, serta tetap hidupnya usaha-usaha legendaris membuat Glodok semakin relevan bagi generasi muda tanpa kehilangan identitasnya sebagai Chinatown ikonik di Indonesia.
Pekan lalu, Minggu (11/1/2026) saya mencoba menjelajahi Glodok dengan berjalan kaki dan singgah di beberapa tempat yang populer dan cukup ramai di sosial media:
1. Little Salt Bread
Little Salt Bread Glodok
Salah satu tempat yang belakangan ramai disambangi adalah Little Salt Bread. Toko roti ini menghadirkan pilihan roti asin dengan tekstur lembut dan aroma mentega yang kuat.
Kehadirannya menjadi penanda bagaimana kuliner kekinian mulai menyatu dengan lanskap lama Glodok, tanpa sepenuhnya menghilangkan karakter kawasan sekitarnya.
2. Pantjoran Tea House
Pantjoran Tea House
Tak jauh dari sana, Pantjoran Tea House berdiri di bangunan cagar budaya hasil revitalisasi.
Kedai teh ini merepresentasikan kuatnya tradisi minum teh di kawasan Pecinan sejak era Batavia.
Suasananya yang relatif tenang menjadikan tempat ini kerap disinggahi untuk berfoto atau ingin mencicipi teh khas China.
3. Vihara Toasebio
Vihara Toa Se Bio
Jejak spiritual komunitas Tionghoa masih terasa kuat di Vihara Toa Se Bio.
Vihara ini tetap aktif digunakan hingga kini dan menjadi bagian penting dari kehidupan warga sekitar.
Aktivitas ibadah yang berlangsung hampir sepanjang hari memperlihatkan bahwa Glodok bukan sekadar kawasan wisata, melainkan ruang hidup yang terus berjalan.
4. Gedung Candra Naya
Gedung Candra Naya
Sisi sejarah Glodok juga tercermin di Candra Naya, bekas kediaman keluarga Kapitan Tionghoa yang kini berstatus bangunan cagar budaya.
Bangunan ini menjadi pengingat peran komunitas Tionghoa dalam perjalanan Batavia sekaligus contoh akulturasi budaya yang terjadi sejak masa kolonial.
5. Petak Enam dan Sembilan
Kawasan Petak 6 Glodok Pecinan
Petak Enam berkembang sebagai sentra kuliner modern hasil revitalisasi kawasan Pecinan Glodok.
Konsepnya lebih tertata dengan tenant makanan yang beragam, area duduk nyaman, dan suasana yang dirancang sebagai ruang publik baru bagi pengunjung.
Berbeda dengan itu, Petak Sembilan merupakan kawasan pasar tradisional yang menjadi rumah bagi sejumlah kuliner legendaris Glodok.
Kawasan Petak 9 Glodok Pecinan
Di area inilah kedai-kedai lama seperti Mie Baskom Mak Atun dan Kedai Lao Hoe bertahan dan terus dikunjungi lintas generasi, berdampingan dengan aktivitas jual beli pasar yang sudah
berlangsung puluhan tahun.
6. Cempedak Cik Lina
Cempedak Goreng Cik Lina
Di sela penelusuran kawasan, Cempedak Cik Lina sering menjadi tujuan bagi pencinta jajanan manis.
Cempedak goreng yang disajikan dengan balutan adonan renyah dan daging buah legit ini telah dijajakan sejak 1997.
Kesederhanaan racikannya membuat jajanan ini tetap diminati lintas generasi dan menjadi bagian dari memori kuliner Glodok.
7. Djauw Coffe
Djauw Coffe Glodok
Pengalaman menjelajah Glodok juga kerap dilengkapi dengan singgah di Djauw Coffee.
Kedai kopi yang berdiri sejak 1943 ini dikenal dengan metode penyeduhan kopi ala Turki menggunakan pasir panas.
Interior bernuansa Tiongkok-jadul serta menu khas seperti Butter Coffee menghadirkan pengalaman ngopi yang berbeda di tengah kawasan Pecinan.
8. Donat Ellie
Ellie Donat Glodok
Di tengah perjalanan, Donat Ellie sering menjadi perhentian singkat.
Donat bergaya klasik yang disajikan segar ini kerap dibeli sebagai camilan sambil berjalan kaki menyusuri gang-gang Glodok, menunjukkan bahwa jajanan sederhana masih memiliki tempat di kawasan ini.
9. Warung Kopi Sederhana d/h Kit Cong Kie atau Kopi Es Tak Kie
Es Kopi Tak Kie Glodok
Perjalanan di Glodok kerap ditutup di Warung Kopi Sederhana d/h Kit Cong Kie, atau yang lebih dikenal sebagai Kopi Es Tak Kie.
Berdiri sejak 1927 di Gang Gloria, kedai kopi ini mempertahankan menu dan suasana tempo dulu.
Bangku-bangku kecil yang nyaris tak pernah kosong sejak pagi hari menjadikannya salah satu ruang sosial paling hidup di kawasan Pecinan.
Deretan tempat tersebut memperlihatkan bahwa Glodok bukan hanya destinasi kuliner, melainkan kawasan dengan lapisan sejarah dan budaya yang masih terasa dalam aktivitas sehari-hari warganya.
Tag: #spot #favorit #glodok #dari #kuliner #legendaris #ngopi #santai #sampai #jejak #sejarah #pecinan