5 Rute Pulang dari Yogyakarta Menuju Jakarta Favorit Wisatawan Selain Tol Trans Jawa
- Arus libur akhir tahun memang sudah lewat, tapi cerita soal perjalanan pulang dari Yogyakarta ke Jakarta belum benar-benar usai. Tak sedikit pemudik atau pelancong yang justru memilih kembali di luar puncak arus, entah demi menghindari macet, menyesuaikan jadwal kerja, atau sekadar ingin menikmati perjalanan dengan ritme lebih santai.
Bagi kamu yang ingin pulang ke Jakarta tanpa bergantung pada Tol Trans Jawa, jalur non-tol masih jadi pilihan menarik. Selain lebih hemat, beberapa rute menawarkan pemandangan alam yang menyegarkan mata dan suasana berkendara yang berbeda.
Jalur Pantai Selatan, Pantai Utara, hingga jalur tengah Jawa masih menjadi favorit lintas generasi. Berikut JawaPos.com rangkum lima jalur non-tol favorit dari Yogyakarta ke Jakarta yang bisa jadi rujukan perjalanan pulang pascalibur, sekaligus tetap relevan kapan saja.
1. Jalur Pantai Selatan (Pansela) via Cilacap – Pangandaran
Bagi pengendara yang ingin perjalanan terasa seperti road trip, Jalur Pantai Selatan layak masuk daftar teratas. Sepanjang rute ini, pemandangan laut, tebing, dan hamparan sawah bergantian menemani perjalanan.
Rute umum: Yogyakarta (Kulon Progo/Bantul) – Kebumen – Cilacap – Pangandaran – Tasikmalaya – Bandung – Jakarta.
Kenapa favorit? Jalur ini relatif minim kendaraan berat dibanding Pantura. Di beberapa titik, jalan terasa lebih lengang dan lurus, cocok untuk pengendara yang ingin berkendara santai sambil menikmati panorama pesisir selatan Jawa.
Namun perlu dicatat, waktu tempuh cenderung lebih lama. Beberapa ruas, terutama di perbatasan Purworejo–DIY, memiliki tikungan dan kontur jalan yang menuntut konsentrasi ekstra.
2. Jalur Pantura via Solo – Semarang – Cirebon
Pantura adalah jalur klasik yang tak pernah sepi peminat. Meski ramai, jalur nasional ini tetap jadi andalan karena fasilitasnya lengkap dan mudah diakses.
Rute umum: Yogyakarta – Solo – Semarang – Cirebon – Indramayu – Karawang – Jakarta.
Jalur ini juga masih diminati karena banyak tersedia rest area, SPBU, tempat makan, bengkel, hingga minimarket mudah ditemui. Penerangan jalan juga relatif baik, sehingga aman dilalui siang maupun malam.
Meski demikian, perlu diingat kalau Pantura identik dengan kepadatan lalu lintas dan dominasi truk besar. Kesabaran dan manajemen waktu jadi kunci jika memilih jalur ini.
3. Jalur Tengah via Purwokerto – Bumiayu
Jika Pantura dan Pansela terasa terlalu ramai, jalur tengah Jawa bisa jadi penyeimbang. Rute ini memotong wilayah pegunungan dengan suasana lebih sejuk.
Rute umumnya via Yogyakarta – Purworejo – Kebumen – Purwokerto – Bumiayu – Slawi – Tegal – lanjut ke arah Jakarta.
Pemandangan hijau pegunungan menjadi nilai tambah. Jalur ini sering dipilih pengendara yang ingin menghindari kepadatan Pantura dan jadi salah satu rute favorit wisatawan.
4. Jalur Selatan Alternatif via Wonosobo – Banjarnegara
Meski tidak sepopuler rute Pansela utama, jalur ini punya penggemar setia, terutama pencinta perjalanan alam. Melewati Yogyakarta – Magelang – Wonosobo – Banjarnegara – Purwokerto – lanjut ke jalur tengah atau Pantura, rute ini menawarkan udara sejuk, panorama pegunungan, dan suasana kota kecil yang tenang membuat perjalanan terasa lebih 'bernapas'.
Jalanan berkelok dan berkabut di pagi atau malam hari. Cocok bagi pengendara berpengalaman.
5. Jalur Selatan Barat via Garut – Tasikmalaya
Rute ini sering dipilih sebagai variasi dari Pansela utama, terutama bagi yang ingin menghindari Bandung. Rute yang bisa dilewati adalah Yogyakarta – Cilacap – Pangandaran – Tasikmalaya – Garut – Sukabumi – Bogor – Jakarta.
Kenapa favorit? Karena lebih variatif dan relatif tenang di luar musim puncak. Cocok untuk perjalanan bertahap dengan banyak opsi berhenti.
Meski begitu, durasi perjalanan panjang dan kondisi jalan bervariasi, jadi penting mengatur waktu istirahat.
Alternatif Selain Mobil Pribadi
Jika berkendara darat terasa melelahkan, opsi transportasi umum tetap jadi pilihan aman. Kereta api dari Stasiun Tugu atau Lempuyangan menuju Pasar Senen atau Gambir menawarkan perjalanan bebas macet dengan waktu tempuh sekitar 6–8 jam.
Sementara pesawat dari Bandara YIA ke Jakarta cocok bagi yang mengejar waktu, meski harga tiket bisa fluktuatif.
Kesimpulannya, apa pun jalur yang kamu pilih, perjalanan pulang dari Yogyakarta ke Jakarta bukan sekadar soal sampai tujuan. Dengan rute yang tepat, perjalanan bisa berubah jadi pengalaman yang tetap berkesan, bahkan setelah libur panjang berakhir.
Tag: #rute #pulang #dari #yogyakarta #menuju #jakarta #favorit #wisatawan #selain #trans #jawa