Wisata ke Gunungkidul, Awas Ada Tiket yang Tidak Sah
—Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengimbau kepada pengunjung untuk lebih teliti saat menerima tiket masuk destinasi wisata karena ada tiket tidak sah.
"Wisatawan diimbau lebih jeli, kami juga melakukan pengawasan," kata Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Eko Nur Cahyo saat dihubungi melalui telepon Senin (5/1/2026).
Ciri tiket tidak sah di wisata Gunungkidul
Dia mengatakan, jika diberikan lembaran cetakan bukti pembayaran tiket yang diprint dengan ada tulisan 'Customer Copy' maka tidak sah. Data pengunjung tidak masuk sistem.
"Yang sah tidak ada tulisan Customer Copy. Kalau menemukan adanya yang seperti ini (tulisan Customer Copy) jangan diterima dan bisa diadukan ke layanan aduan bupati agar segera ditindaklanjuti," ucap dia.
Eko mengatakan sudah mendapatkan aduan mengenai hal ini, dan sudah ditindaklanjuti. Pihaknya juga sudah mengganti puluhan petugas penarik retribusi TPR ke dinas.
Rotasi merupakan instruksi langsung Bupati sebagai bagian evaluasi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025. Adapun target PAD 2025 sebanyak Rp33,5 miliar, tercapai Rp30,4 miliar.
"Rotasi dalam rangka penyegaran SDM,”kata dia.
Perketat retribusi malam hari
Adapun untuk petugas di tingkat Kalurahan menjadi wewenang kalurahan. Perlu diketahui untuk jam malam penarikan retribusi dari petugas kalurahan.
Anggota Komisi B DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyanti mengatakan, potensi kebocoran retribusi masuk wisata masih terjadi, dan mendorong pemerintah menindaklanjuti temuan di lapangan. Jangan sampai terjadi kebocoran karena tingginya angka kunjungan wisata.
"Melesetnya target PAD wisata menjadi catatan penting yang harus ditindaklanjuti agar tidak terulang lagi," kata dia.