Prediksi 7 Juta Turis Meleset, Yogyakarta Catat 2,27 Juta Kunjungan Selama Libur Akhir Tahun
Yogyakarta diprediksi kedatangan tujuh juta turis selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Nyatanya, jumlah kunjungan turis ke Yogyakarta tidak sampai angka tersebut.
Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat jumlah kunjungan turis ke destinasi wisata di DIY mencapai 2,27 juta selama libur periode libur pergantian tahun.
"Capaian ini menegaskan bahwa Yogyakarta masih menjadi primadona dan magnet utama pariwisata nasional," kata Kepala Dispar DIY Imam Pratanadi, dikutip dari Antara, Selasa (6/1/2026).
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho memprediksi Yogyakarta kedatangan tujuh juta turis selama libur panjang akhir tahun.
Sejumlah warganet juga sempat menggaungkan Yogyakarta ramai selama libur akhir tahun 2025, berbanding terbalik dengan Bali yang disebut Sepi.
“Dari rapat yang digelar bersama Kementerian Perhubungan, diprediksi ada tujuh juta orang yang akan masuk ke Kota Yogyakarta. Kenaikan volume lalu lintas rata-rata sebesar 20 persen dari lalu lintas harian rata-rata,” kata Agus, dilaporkan Kompas.com, Rabu (24/12/2025).
Ia bahkan merinci jumlah tersebut terdiri atas sekitar 3,86 juta orang yang menggunakan kendaraan pribadi dan 3,16 juta orang yang menggunakan angkutan umum.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana juga sempat menyebut prediksi kunjungan turis ke Bali menurun dua persen, sementara destinasi di pulau Jawa menjadi tujuan favorit selama libur akhir tahun.
Menurut dia, penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali disebabkan oleh banyaknya informasi cuaca Bali yang tidak baik, serta kondisi lain.
Hal-hal tersebut memengaruhi keputusan pelancong domestik untuk tidak berlibur ke Pulau Dewata.
"Jadi mereka berjalan-jalan di Jawa, kebanyakan di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta juga terlihat ada peningkatan luar biasa," kata Menteri Widiyanti, dikutip dari Kompas.com.
Jumlah turis Yogyakarta naik
Meski prediksinya meleset, jumlah kunjungan turis ke Yogyakarta tetap mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Jumlah kunjungan turis di Yogyakarta yang mencapai 2,2 juta orang menunjukkan peningkatan sebesar 50,40 persen, dibandingkan periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 dengan total 1,5 juta turis.
Kawasan Jalan Malioboro di Yogyakarta.
"DIY juga menjadi destinasi favorit liburan keluarga di dalam negeri pada Natal dan Tahun Baru 2025-2026," kata Imam.
Kota Yogyakarta menduduki urutan pertama destinasi paling favorit di provinsi DIY dengan 946.191 kunjungan turis, disusul Kabupaten Sleman sebanyak 729.673 kunjungan wisatawan.
Selanjutnya, Kabupaten Gunungkidul dengan 339.430 kunjungan wisatawan, Kabupaten Bantul dengan 168.896 kunjungan wisatawan, serta Kabupaten Kulon Progo dengan 73.430 kunjungan wisatawan.
Tempat wisata favorit di Yogyakarta
Pesona alam, budaya, serta kuliner Yogyakarta menjadi alasan banyak turis berbondong-bondong datang ke provinsi DIY.
Kunjungan wisata tertinggi di Yogyakarta tercatat berasal dari tempat wisata Gembira Loka Zoo, Taman Pintar, dan Kedhaton.
Pantai Parangtritis, Yogyakarta.
Imam mengatakan, Pantai Parangtritis dan Pantai Depok kedatagan kunjungan turis terbanyak di Kabupaten Bantul, disusul Pantai Baru dan Pantai Pandansimo, serta Goa Cemara.
Tempat wisata di Kabupaten Gunungkidul juga tidak kalah menarik. Wisata Gunungkidul meliputi Pantai Baron dan Watu Lumbung, Watugupit, serta Pantai Gesing, mencatat jumlah kunjungan turis tertinggi.
Adapun di Kabupaten Kulon Progo, kunjungan turis terbanyak tercatat di Pantai Glagah, Pantai Congot, dan Waduk Sermo.
Sedangkan di Kabupaten Sleman, kawasan Kaliadem, Candi Prambanan, dan Kawasan Kaliurang, masih menjadi tempat wisata favorit.
Menurut Imam, peningkatan kunjungan itu antara lain dipengaruhi oleh penguatan citra destinasi, peningkatan kualitas layanan, serta hadirnya berbagai inovasi produk wisata.
Dukungan infrastruktur dan kemudahan akses transportasi juga semakin mempermudah pergerakan wisatawan menuju wilayah DIY.
Okupansi hotel di Yogyakarta
Lebih lanjut, dampak libur panjang akhir tahun di Yogyakarta juga berdampak bagi sektor akomodasi, khususnya tingkat hunian kamar (okupansi).
Hotel di Yogyakarta - Pallatina Glamping & Coffee Kopi Merapi.
Okupnasi hotel bintang maupun nonbintang di provinsi DIY yang mencapai kisaran rata-rata 80 persen.
Berdasarkan hasil pencarian akomodasi di platform pemesanan daring Agoda, Imam menyebut, provinsi DIY menempati peringkat pertama tujuan liburan akhir tahun bersama keluarga, menggeser Bali yang berada di posisi kedua.
Pencarian akomodasi di provinsi DIY bahkan tumbuh menjadi 29 persen ketimbang periode 2024.
Menurut Imam, peringkat tersebut menunjukkan daya tarik wisata berbasis budaya dan alam di DIY masih menjadi rujukan utama masyarakat dalam menentukan tujuan berlibur.
"Evaluasi akan terus dilakukan guna memastikan DIY tetap menjadi destinasi unggulan nasional," pungkas dia.
Tag: #prediksi #juta #turis #meleset #yogyakarta #catat #juta #kunjungan #selama #libur #akhir #tahun