Promosi-Degradasi Pelatnas Cipayung Ditiadakan Akhir Tahun Ini, PBSI Beberkan Alasannya
-Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), mengambil kebijakan besar dengan meniadakan promosi-degradasi atlet Pelatnas PBSI di Cipayung. Federasi mengklaim langkah ini merupakan keputusan strategis terkait arah pembinaan nasional kedepan.
Promosi dan degradasi adalah kebijakan rutin yang dilakukan PP PBSI dari tahun ke tahun. Program ini ditujukan agar setiap atlet punya kesempatan yang sama untuk masuk ke Pelatnas di Cipayung.
Namun di kepemimpinan Mohammad Fadil Imran, promosi-degradasi atlet ditiadakan PBSI. Langkah ini diambil setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap struktur Pelatnas Cupayung, performa atlet, beban kompetisi dan efektivitas program jangka panjang.
PBSI mengklaim keputusan ini merupakan bagian dari penataan ulang strategi pembinaan untuk memastikan bahwa seluruh atlet. Khususnya yang berada di Pelatnas Cipayung dapat memperkuat stabilitas pembinaan, menjaga kesinambungan program latihan.
Selain itu, ketiadaan promosi-degradasi juga bertujuan untuk mempersiapkan atlet Pelatnas menghadapi agenda kompetisi internasional yang semakin padat dan sudah bergulir sejak awal bulan Januari ini.
Keputusan itu juga dibuat PBSI setelah melalui diskusi mendalam dengan jajaran pelatih, tim sport science, dan divisi teknis. Federasi merasa saat ini memasuki fase yang membutuhkan stabilisasi komposisi atlet untuk mendukung kesinambungan program pembinaan dan memaksimalkan periode transisi menuju siklus kompetisi padat dan besar yang dimulai awal tahun mendatang.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pelatnas PBSI Eng Hian menyampaikan, peniadaan promosi-degradasi bukan berarti PBSI menurunkan standar atau meniadakan evaluasi.
Menurut Eng Hian, evaluasi seorang atlet ditentukan KPI (Key Performance Indicator) yang sudah ditentukan pelatih masing-masing. Bila atlet tidak mampu mencapai KPI yang ditetapkan, akan terdegradasi. Sehingga jangka waktu degradasi setiap atlet akan berbeda tergantung dari KPI mereka masing-masing.
“Sementara itu untuk sistem promosi akan dilakukan lewat mekanisme Seleknas PBSI yang akan dilaksanakan setiap awal tahun," kata Eng Hian dalam keterangan resmi PP PBSI.
"Dan untuk jumlah pengambilan pemain harus sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh bidang pembinaan prestasi PP PBSI dan untuk jumlah akan disesuaikan dengan kebutuhan atlet di Pelatnas,” tambah dia.
Adapun Seleknas PBSI akan dilakukan sesuai dengan PO 012 Tahun 2025 tentang Mekanisme Rekrutmen, Promosi, dan Degradasi Atlet serta Pelatih Pelatnas PP PBSI.
“Dengan ditetapkannya PO 012 Tahun 2025, kami berharap proses pembinaan atlet dan rekrutmen pelatih nasional dapat berjalan secara lebih transparan, objektif, dan profesional," terang Didi, sapaan akrab Eng Hian.
"Peraturan ini menjadi acuan bersama agar setiap keputusan didasarkan pada kinerja, prestasi, dan evaluasi yang terukur, sehingga mampu mendorong peningkatan prestasi bulutangkis Indonesia secara berkelanjutan," loanjut dia.
Melalui sistem ini, kata Didi, PP PBSI menargetkan peningkatan konsistensi prestasi di level Asia dan dunia, termasuk capaian optimal pada target utama kami di Kejuaraan Dunia, Thomas Uber Cup dan tentunya Olimpiade Los Angeles 2028.
Seleknas PBSI berdasar PO 012 Tahun 2025
• Jumlah peserta Seleknas 16 Atlet Tunggal dan 16 pasang atlet Ganda
• Juara Kejurnas Taruna berhak menjadi peserta Seleknas (Wild Card)
• Atlet Tunggal dan Ganda 15 ranking terbaik berdasarkan Ranking Nasional PBSI berhak menjadi peserta Seleknas
• Atlet prestasi dan/atau potensi hasil pantauan Tim Pemandu Bakat (Potensi) atau atlet yang disetujui oleh Kabid Binpres Pelatnas dan Wakil Ketua Umum I PP. PBSI;
• Atlet lolos verifikasi data usia dari Tim Keabsahan yang ditunjuk oleh PP. PBSI
Tag: #promosi #degradasi #pelatnas #cipayung #ditiadakan #akhir #tahun #pbsi #beberkan #alasannya