Ada Larangan Study Tour, Jumlah Wisatawan di Jawa Barat Malah Naik pada 2025
Larangan study tour yang diberlakukan di Jawa Barat tidak menekan angka kunjungan wisata. Sebaliknya, kunjungan wisatawan ke Jawa Barat justru meningkat selama Januari-November 2025.
"Kebijakan dari pemerintah untuk memberikan work from anywhere (WFA) pada pegawai negeri sipil, kemudian juga pelarangan study tour ke luar Jawa Barat, memberikan dampak luar biasa terhadap pergerakan wisatawan di dalam kawasan Jawa Barat," kata pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Darwis Sitorus, dikutip dari Antara, Selasa (6/1/2026).
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meresmikan larangan study tour bagi sekolah-sekolah di Jawa Barat sejak 2025.
Keselamatan siswa dan kondisi finansial orangtua menjadi pertimbangan larangan study tour di Jawa Barat. Meski begitu, masih ada beberapa pemimpin daerah tingkat kota atau kabupaten yang mengizinkan kegiatan ini dengan syarat tertentu.
Berdasarkan data BPS Jawa Barat terbaru, terdapat 193,24 juta perjalanan wisatawan nusatara (wisnus) tujuan Jawa Barat selama Januari-Noveber 2025. Meningkat 28,78 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024 sebesar 150,05 juta perjalanan.
Secara khusus, tercatat sebanyak 17,66 juta perjalanan wisnus ke Jawa Barat pada November 2025. Naik 3,64 persen bila dibandingkan Oktober 2025, serta naik 29,32 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.
Perlu diketahui, wisatawan nusantara atau wisnus merupakan orang yang melakukan perjalanan di dalam wilayah Indonesia, secara khusus di luar kota maupun kabupaten asalnya.
Seseorang bisa dianggap wisnus apabila frekuensi perjalanannya tidak rutin atau kurang dari empat kali dalam sebulan, dengan durasi perjalanan harus kurang dari 12 bulan.
Destinasi wisata favorit di Jawa Barat
Destinasi wisata di Jawa Barat tidak melulu bertumpuk di ibu kota provinsi ini, yaitu Kota Bandung.
Selama November 2025, BPS Jawa Barat justru mencatat Kabupaten Bogor sebagai destinasi wisata utama bagi wisnus.
Disusul Kota Bandung, Kota Bekasi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, dan Kota Depok dengan proporsi sekitar 53,75 persen dari total perjalanan wisnus tujuan Jawa Barat.
Kabupaten Bogor menjadi destinasi favorit di Jawa Barat dengan total 27,95 juta perjalanan wisnus, Kota Bandung dengan 21,98 juta perjalanan wisnus, Kota Bekasi dengan 13,15 juta perjalanan wisnus, Kabupaten Bandung dengan 13,02 juta perjalanan wisnus, Kabupaten Bekasi dengan 12,13 juta perjalanan, serta Kota Depok dengan total 11,06 juta perjalanan wisnus.
Berbeda dengan 20 kabupaten/kota di provinsi Jawa Barat yang mengalami kenaikan perjalanan wisnus, tujuh kabupaten/kota lainnya justru mengalami penurunan perjalanan wisnus.
Persentase kenaikan perjalanan wisnus tertinggi adalah perjalanan menuju Kabupaten Pangandaran sebesar 18,98 persen, sementara persentase kenaikan perjalanan wisnus terendah adalah perjalanan menuju Kota Cirebon sebesar 0,86 persen.
Jabar makin banyak dikunjungi turis asing
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) alias turis asing yang datang ke Jawa Barat juga semakin bertambah,
Selama November 2025, sebanyak 181 kunjungan turis asing di Jawa Barat tercatat masuk melalui pintu Bantara Kertajati, naik 19,87 persen dari bulan sebelumnya yang berjumlah 151 kunjungan.
Dibangun Rp 2,6 triliun, Bandara Kertajati justru merugi Rp 60 miliar per tahun. Apa penyebabnya dan bagaimana upaya pemerintah mengatasinya?
"Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura masih mendominasi kunjungan ke Jawa Barat melalui Kertajati sesuai dengan rute yang tersedia yaitu Singapura-Kertajati," kata Darwis.
Kedatangan turis asing ke Jawa Barat melalui kereta cepat Whoosh juga mengalami kenaikan sepanjang November 2025, di mana jumlahnya sebanyak 16.635 kunjungan, naik 1,24 persen dibandingkan Oktober 2025, dan naik 19,87 persen dibandingkan November 2024.
Diketahui sebanyak 177.283 kunjungan turis asing masuk ke Jawa Barat menggunakan Whoosh sepanjang Januari-November 2025, naik 41,99 persen dibandingkan periode yang sama 2024.
Berdasarkan data Kereta Cepat Indonesia China yang diterima Kompas.com pada Minggu (28/12/2025) terdapat 394.000 penumpang turis asing yang menggunakan Whoosh selama dua tahun beroperasi.
Selain 294.000 turis Malaysia, turis asing yang juga doyan naik Whoosh adalah turis Singapura dengan total 68.470 penumpang atau sekitar 11,39 persen dari total penumpang asing.
Disusul turis asal China sebanyak 53.892 penumpang (8,97 persen), lalu turis Jepang sebanyak 28.881 penumpang (4,81persen), serta turis Korea Selatan sebanyak 19.729 penumpang (3,28 persen).
Okupansi hotel di Jawa Barat
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) atau okupansi hotel di Jawa Barat juga mengalami kenaikan, seiring pergerakan wisatawan yang terus meningkat.
Hotel gabungan bintang dan nonbintang di Jawa Barat memiliki rata-rata okupansi sebesar 41,41 persen pada November 2025.
Okupansi hotel berbintang di Jawa Barat mencapai 53,54 persen selama November 2025, sementara okupansi hotel nonbintang di Jawa Barat mencapai 23,48 persen pada November 2025.
Rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang pada November 2025 tercatat 1,46 malam dan di hotel nonbintang selama 1,09 malam.
Rata-rata lama menginap tamu asing pada November 2025 tercatat selama 2,56 malam dan tamu Indonesia selama 1,32 malam.
Tag: #larangan #study #tour #jumlah #wisatawan #jawa #barat #malah #naik #pada #2025