Dulu Sepi Kini Diburu, Pesona Pantai Gayasan Blitar yang Viral di Medsos
Pantai Gayasan di Blitar, Jawa Timur.(KOMPAS.com/BAYU APRILIANO)
06:35
2 Januari 2026

Dulu Sepi Kini Diburu, Pesona Pantai Gayasan Blitar yang Viral di Medsos

— Pantai Gayasan di pesisir selatan Kabupaten Blitar perlahan beranjak dari kesunyian. Ribuan orang berbondong-bondong ke lokasi di sekitar Pantai Gayasan untuk melihat pesonanya. 

Pantai yang berada di Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, itu kini menjadi perbincangan luas setelah foto dan video keindahannya viral di berbagai platform media sosial.

Kealamian pantai, jalur menuju lokasi indah dan sudah mulus disekitar lokasi menjadi daya tarik tersendiri.

Sebelum viral, suasana sunyi yang jarang ditemui di destinasi populer menjadi daya tarik utama yang memikat wisatawan ke Pantai Gayasan. Pemandangan dari tebing melihat Samudera dan hamparan tanaman tebu membuat pantai ini viral. 

Pantai Gayasan sebelumnya dikenal sebagai pantai sepi yang lebih sering dikunjungi warga sekitar. Minimnya fasilitas dan akses jalan yang sebelumnya belum mulus membuat pantai ini lama luput dari radar wisata massal.

Pantai Gayasan yang ramai karena media sosial

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, unggahan wisatawan di media sosial mengubah wajah Pantai Gayasan menjadi destinasi yang mulai diburu, khususnya oleh kalangan anak muda dan pencari wisata alam.

“Kita kan mudik ke rumah orang tua di Blitar, jadi masyarakat itu banyak yang bilang Pantai Gayasan ramai gitu, jadi kita juga penasaran” ujar Hidayah Kamis (1/1/2025) 

Pantai Gayasan menawarkan bentang alam khas pesisir selatan Jawa. Hamparan pasir dengan gradasi warna putih, cokelat, hingga kehitaman berpadu dengan birunya laut lepas Samudra Hindia.

Perjalanan menuju Pantai Gayasan kini semakin menarik setelah tersambung dengan Jalur Lintas Selatan (JLS). 

Di sejumlah titik, jalur ini membelah perbukitan dan gunung kapur, menghadirkan pemandangan tebing batu di kanan-kiri jalan yang sekilas mengingatkan pada panorama wisata On The Rock di Gunungkidul, Yogyakarta.

"Asik sih, kalau kita lewat jalur lintas selatan yang baru, jalannya enak bisa foto-foto di jalan di tengah tebing yang dibelah jadi jalan. Tapi tetap hati-hati soalnya kalau liburan seperti ini ramai," kata Hidayah. 

Kontur jalan yang berkelok dan membelah gunung tersebut kerap menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Banyak pengunjung yang sengaja berhenti sejenak untuk mengabadikan pemandangan tebing batu dengan latar langit terbuka dan hamparan hijau di kejauhan.

“Waktu lewat JLS rasanya seperti di Jogja. Jalannya membelah gunung, view-nya bagus banget,” ujar Wisatawan asal Purworejo, Jawa Tengah ini. 

Keberadaan JLS tidak hanya memperpendek waktu tempuh, tetapi juga menambah pengalaman visual sebelum tiba di pantai.

Jalur ini perlahan menjadi bagian dari cerita perjalanan ke Pantai Gayasan bukan sekadar akses, melainkan atraksi tersendiri yang memperkuat kesan petualangan dan membuat destinasi ini semakin layak diburu wisatawan.

Keindahan Pantai Gayasan, Blitar

Di sisi pantai, tebing dan vegetasi hijau masih mendominasi pemandangan. Tidak banyak bangunan permanen, sehingga panorama alam terlihat lebih bersih dan alami.

Debur ombak yang besar menjadi latar suara utama, menegaskan karakter pantai selatan yang liar dan eksotis.

“Kalau sekarang sudah ramai jadi banyak yang jualan jadi enggak takut kelaparan,” kata Dika wisatawan lainnya. 

Perjalanan menuju Pantai Gayasan juga menjadi bagian dari cerita yang kerap muncul di media sosial. Dari pusat Kota Blitar, wisatawan harus menempuh perjalanan sekitar 35 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam.

Rute yang umum dilalui yakni dari Kota Blitar menuju Kademangan, kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Kecamatan Bakung. Setelah masuk wilayah Desa Tumpakkepuh dan melewati Pantai Pangi. Letaknya persis di timur Pantai Pangi yang sudah terkenal sejak dulu. 

“Sebelum masuk JLS Jalannya memang rusak di beberapa titik, tapi itu yang bikin perjalanan ke sini terasa petualangan. Tapi juga sedikit melelahkan karena jalannya rusak,” ungkap Dika.

Berbeda dengan pantai wisata yang telah dikelola secara komersial, Pantai Gayasan masih minim fasilitas.

Di lokasi belum tersedia warung permanen, toilet umum yang memadai, maupun area parkir resmi. Meski demikian, wisatawan tak perlu membawa bekal makanan dan minuman sendiri, di sana sudah banyak warung yang tersedia. 

Viralnya Pantai Gayasan menjadi contoh bagaimana media sosial mampu mengangkat destinasi yang sebelumnya terpinggirkan. Dari pantai yang nyaris tak dikenal, Gayasan kini mulai masuk dalam daftar tujuan wisata alternatif di Blitar Selatan.

Namun, seiring meningkatnya kunjungan, muncul pula harapan agar keaslian pantai tetap terjaga. Beberapa wisatawan mengingatkan pentingnya kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Semoga tidak rusak karena viral. Justru keindahannya ada karena masih alami,” kata Dika

Tag:  #dulu #sepi #kini #diburu #pesona #pantai #gayasan #blitar #yang #viral #medsos

KOMENTAR