Harga Tiket Museum Nasional Indonesia Naik 2 Kali Lipat, Pengunjung: Berat bagi Keluarga
Mulai hari ini, Kamis (1/1/2026) harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia resmi berlaku naik dua kali lipat.
“Ya, kita juga mulai menyesuaikan harga tiket, ya,” kata Menteri Kebudyaaan RI Fadli Zon di Museum Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, dikutip dari Kompas.com (31/12/2025).
Fadli Zon mengatakan, penyesuaian biaya tiket masuk ini sebagai bentuk apresiasi terhadap Museum Nasional.
“Ya, kita tingkatkan supaya ada apresiasi kepada museum, dan juga kepada pengunjung wisatawan asing, terutama. Ya, sehingga mereka bisa melihat, mengapresiasi juga museum kita,” jelasnya.
Fadli Zon pun membandingkan dengan biaya masuk museum di luar negeri.
Menurutnya, harga tiket museum di luar negeri tergolong tinggi, terutama di Eropa, dengan tarif termurah sekitar 12 euro, sementara sebagian museum mematok harga 15 euro, 20 euro, bahkan hingga 65 euro.
Sementara itu, biaya masuk museum di Indonesia dinilainya masih terjangkau.
“Jadi, harga untuk umum itu Rp50.000. Harga untuk pelajar Rp30.000. Untuk disabilitas itu bebas atau gratis. Untuk yang yatim piatu juga gratis. Tapi, yang untuk lanjut usia, di atas 60 tahun juga bebas, ya gratis,” ujar Fadli Zon.
Tiket mahal, minat pengunjung berpeluang turun
Merespon naiknya harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia, sejumlah masyakat menilai tarif tersebut tergolong mahal.
Wasti, seorang pekerja swasta di Jakarta menilai, harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia yang sebelumnya Rp 25.000 untuk dewasa dinilai sudah pas.
Tetapi, jika harga tiket tersebut naik menjadi Rp 50.000, ia berkemungkinan akan mengurungkan niat untuk berkunjung ke sana.
"Karena Rp 50.000 sudah mahal, apalagi tujuannya buat wisata edukasi. Kalau harga tiketnya Rp 50.000, nanti tidak semua kalangan bisa teredukasi (di Museum Nasional Indonesia)," kata Wasti kepada Kompas.com, Kamis (1/1/2026).
Potret pengunjung sedang melihat Pameran KONGSI: Akulturasi Tionghoa di Nusantara di Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2025).
Menurut Wasti, harga tiket akan terasa lebih mahal jika yang datang ke Museum Nasional Indonesia merupakan pengunjung keluarga.
"Misal dia punya anak tiga orang, 3 dikali Rp 50.000, sudah habis Rp 150.000 buat masuk ke museum itu," katanya.
Sejalan dengan Wasti, pekerja swasta lainnya bernama Rovi, juga menilai tarif tiket Rp 50.000 per orang dinilai mahal.
Menurutnya, bagi sebagian orang nominal Rp 50.000 bisa jadi bernilai kecil. Tapi bagi sebagian yang lain, seperti masyarakat menengah ke bawah, tentu bernilai besar.
"Kebijakan untuk menaikkan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia tidak pas. Kalau bisa, museum itu bisa dijangkau oleh semua kalangan masyarakat," kata Rovi kepada Kompas.com, Kamis (1/1/2026).
Ia menuturkan, dengan tarif baru tersebut, besar kemungkinan masyarakat akan mempertimbangkan opsi tujuan wisata lain yang dinilai lebih menarik dibanding museum.
Menurut Rovi, kenaikan harga tiket masuk museum tentu berpeluang menurunkan semangat dan minat masyarakat untuk berkunjung.
Sebab, katanya, dengan anggaran yang sama, masyarakat tentu akan mendahulukan untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti kebutuhan pangan, dibanding keinginan berwisata ke museum.
"Pasti akan berkurang jumlahnya (pengunjung Museum Nasional Indonesia), masyarakat tentu akan mendahulukan kebutuhan yang lain," kata Rovi.
Namun, lanjutnya, apabila kenaikan harga tiket juga disertai dengan penambahan fasilitas yang lebih menarik, agaknya tarif tersebut masih bisa dimaklumi.
Pekerja swasta lain bernama Rere, juga menilai tarif Rp 50.000 per orang akan terasa berat bagi pengunjung yang datang bersama keluarga.
Potret pengunjung di Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2024).
Kata Rere, jika satu keluarga terdiri dari empat orang, tarif yang perlu dikeluarkan yaitu sebesar Rp 200.000.
"Kalau dinaikin sampai Rp 50.000, bayangin aja itu Rp 200.000 buat masuk ke museum saja. Belum transportasinya, belum kalau mereka mau jajan, beli oleh-oleh," kata Rere kepada Kompas.com, Kamis.
Rere menilai, minat masyarakat untuk berkunjung ke museum, belakangan ini sudah mulai tinggi.
Hal ini, lanjutnya, juga didukung dengan pembaruan museum dari segi fasilitas, tata ruang, hingga digitalisasi layanan.
"Kalau naik kayak gini, takutnya minat kunjungan ke museum menurun lagi, orang mikirnya itu mahal," ujar Rere.
Potret pengunjung Museum Nasional Indonesia setelah ditutup usai kebakaran pada 16 September 2023, Jumat (11/10/2024)
Naiknya harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia, menurutnya, lambat laun bisa mengurangi jumlah kunjungan masyarakat ke museum.
Misalnya, pada saat libur sekolah, orang akhirnya menunda untuk berangkat, sehingga berujung batal karena naiknya harga tiket.
"Atau yang tadinya suka dengan koleksi museum, atau suka imersifnya, mau ke sana, ingin sering-sering ke sana, berujung tidak sering lagi. Jadinya cuma satu sampai dua kali setahun saja," katanya.
Namun, sambungnya, lain cerita jika kenaikan harga tiket masuk Museum Nasional Indonsia disertai dengan penambahan fasilitas ataupun koleksi. Besar kemungkinan masyarakat akan memaklumi.
"Nanti kita lihat dulu perkembangannya, ada penambahan apa di museum? Supaya orang merasa kalau meskipun harganya naik, tapi tetap worth it," ujar Rere.
Berikut rincian perbandingan harga tiket masuk MNI tahun 2025 dan 2026:
Harga tiket masuk Musem Nasional Indonesia 2026
Tiket reguler
- Tiket masuk anak (0-3 tahun): gratis
- Tiket masuk pelajar (PAUD/TK/SD/SMP/SMA): Rp 30.000 (sebelumnya gratis untuk pelajar SMA dan Mahasiwa, sedangkan anak 3-12 tahun bayar Rp 15.000)
- Tiket masuk dewasa: Rp 50.000 (sebelumnya Rp 25.000)
Tiket rombongan (minimal 50 orang per kategori)
- Tiket masuk pelajar (PAUD/TK/SD/SMP/SMA): Rp 24.000
- Tiket masuk dewasa: Rp 40.000
- Tiket masuk warga negara asing (WNA): Rp 150.000 (sebelumnya Rp 50.000)
- Tiket masuk ruang imersif A: Rp 35.000 (masih sama dengan sebelumnya Rp 35.000)
- WNA pemegang KITAS: Rp 50.000
Tag: #harga #tiket #museum #nasional #indonesia #naik #kali #lipat #pengunjung #berat #bagi #keluarga