Awas, Barang-Barang Ini Rawan Ketinggalan di Whoosh
Sepanjang 2025, dilaporkan ada sebanyak 7.560 barang ketinggalan di dalam Kereta Cepat Whoosh, dan diregistrasikan ke dalam sistem lost and found.
Dari total tersebut, sebanyak 3.744 barang tercatat telah diambil kembali kepada pemiliknya.
"Barang-barang tersebut ditemukan baik di area stasiun maupun di dalam rangkaian Kereta Cepat Whoosh," kata General Manager Corporate Secretary Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Eva Chairunisa dalam siaran resmi, dikutip Selasa (30/12/2025).
Eva melanjutkan, beberapa barang yang paling banyak ketinggalan di dalam Kereta Cepta Whoosh meliputi: botol minum, bluetooth earphone, tas, mainan, aksesori, hingga oleh-oleh.
Kata Eva, barang-barang tersebut umumnya tertinggal saat penumpang turun dari kereta atau berpindah area di stasiun.
Khusus periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), tercatat sebanyak 372 barang diregistrasikan melalui layanan lost and found. Sebanyak 123 barang di antaranya telah diambil oleh pemiliknya.
Kata Eva, data ini menunjukkan bahwa tingginya mobilitas penumpang turut berbanding lurus dengan potensi barang tertinggal. Terutama pada periode libur dan jam-jam dengan kepadatan tinggi.
"Setiap barang yang ditemukan oleh petugas, baik di area stasiun maupun di dalam rangkaian Kereta Cepat Whoosh, akan langsung diamankan dan dilaporkan kepada petugas terkait," kata Eva.
Potret barang yang sering tertinggal di dalam Kereta Cepat Whoosh.
Barang tersebut, sambungnya, kemudian didata secara lengkap, meliputi jenis dan ciri barang, lokasi waktu penemuan, serta didokumentasikan dalam sistem lost and found.
Selanjutnya, barang tersebut disimpan di ruang penyimpanan khusus sesuai standar prosedur operasional yang berlaku.
"Untuk mendukung keamanan dan pelayanan penumpang selama periode Nataru, KCIC menyiagakan 530 personel keamanan yang bertugas di seluruh stasiun dan jalur operasional Whoosh," kata Eva.
Selain itu, sambungnya, KCIC juga mengoperasikan 1.846 unit CCTV yang tersebar di area stasiun dan rangkaian kereta.
Langkah ini sebagai bagian dari sistem pengawasan terintegrasi yang mendukung proses pengamanan serta penanganan laporan barang tertinggal.
Eva mengatakan, penumpang yang merasa kehilangan barang dapat melapor melalui Customer Service di stasiun, Contact Center KCIC 150909, WhatsApp 0811-8888-111, dan email [email protected].
Serta, bisa melapor melalui pesan langsung ke akun Instagram @keretacepat_id dengan menyertakan deskripsi barang, waktu, dan lokasi kejadian.
Eva menegaskan, meskipun KCIC menyediakan layanan lost and found di setiap stasiun sebagai bagian dari peningkatan pelayanan, kehilangan barang tetap menjadi tanggung jawab masing-masing penumpang.
“Petugas kami akan mengamankan dan mencatat setiap barang yang ditemukan sesuai prosedur. Namun kami terus mengingatkan agar penumpang lebih memperhatikan barang bawaannya sendiri, terutama saat turun dari kereta atau berpindah area di stasiun,” kata Eva.