Perjalanan Akhir Tahun Makin Ramai? Ini 8 Fakta Arus Mudik dan Liburan yang Perlu Kamu Tahu
Ilustrasi: Perjalanan mudik dengan mobil pribadi menjadi favorit masyarakat. (Istimewa).
12:21
30 Desember 2025

Perjalanan Akhir Tahun Makin Ramai? Ini 8 Fakta Arus Mudik dan Liburan yang Perlu Kamu Tahu

 

Akhir tahun selalu punya cerita sendiri. Jalanan mulai padat, bandara tak pernah sepi, stasiun penuh koper warna-warni, dan grup keluarga mendadak ramai membahas rencana pulang kampung atau liburan.

Dari Natal 2025 sampai jelang Tahun Baru 2026 (Nataru), suasana serupa kembali terasa, bahkan diprediksi lebih ramai dibanding tahun sebelumnya.

Pemerintah bersama berbagai lembaga sebelumnya juga sudah memetakan potensi lonjakan perjalanan masyarakat di penghujung tahun ini.

Dari kalender libur yang menguntungkan, prediksi puncak arus mudik, hingga dampak ekonominya yang fantastis, semua jadi sinyal bahwa Nataru 2025/2026 bakal jadi salah satu periode perjalanan tersibuk.

Buat kamu yang sedang menyiapkan rencana mudik atau liburan, berikut 8 fakta penting arus mudik liburan akhir tahun yang layak jadi pegangan sebelum berangkat.

1. Libur Natal dan Cuti Bersama Bikin Waktu Liburan Lebih Panjang

Natal 2025 jatuh pada Kamis, 25 Desember, dan pemerintah menetapkan Jumat, 26 Desember sebagai cuti bersama.

Artinya, masyarakat mendapat dua hari libur berurutan yang langsung tersambung dengan akhir pekan.

Bagi pekerja dan keluarga, ini jadi momentum ideal untuk bepergian tanpa perlu mengambil cuti tambahan.

Tak heran jika banyak orang mulai menjadwalkan perjalanan sejak pertengahan pekan, terutama bagi mereka yang ingin mudik ke kampung halaman atau berlibur ke destinasi favorit.

2. Long Weekend Empat Hari Jadi Magnet Perjalanan

Dengan kombinasi libur nasional, cuti bersama, dan akhir pekan, masyarakat bisa menikmati long weekend selama empat hari, mulai Kamis hingga Minggu (25–28 Desember 2025).

Durasi ini cukup panjang untuk bepergian antarkota atau bahkan antarprovinsi. Banyak keluarga memanfaatkannya untuk pulang kampung sekaligus liburan singkat.

Sementara sebagian lainnya memilih destinasi wisata yang relatif dekat namun tetap menawarkan pengalaman berbeda.

3. Libur Tahun Baru Lebih Singkat, Tapi Tetap Padat

Berbeda dengan Natal, Tahun Baru 2026 hanya libur satu hari, yakni Kamis, 1 Januari. Tidak ada cuti bersama pada 31 Desember 2025 maupun 2 Januari 2026.

Meski terkesan singkat, momen pergantian tahun tetap memicu mobilitas tinggi oleh masyarakat.

Banyak orang memilih berangkat sebelum Tahun Baru atau kembali setelah perayaan usai. Akibatnya, arus balik kerap menumpuk di waktu yang berdekatan, terutama pada akhir pekan pertama Januari.

4. Puncak Arus Mudik Diprediksi Terjadi 24 Desember

Jika kamu berencana bepergian menjelang Natal, ada satu tanggal yang perlu diingat: Rabu, 24 Desember 2025.

Hari itu diproyeksikan sebagai puncak arus mudik Natal, ketika volume kendaraan dan penumpang melonjak signifikan.

Bandara, stasiun, pelabuhan, hingga ruas tol utama diperkirakan mulai dipadati sejak pagi. Banyak masyarakat memilih berangkat lebih awal agar bisa tiba di tujuan sebelum hari raya dan menghindari kemacetan ekstrem.

5. Lebih dari 119 Juta Orang Diprediksi Bepergian

Lonjakan perjalanan akhir tahun ini bukan angka kecil. Proyeksi menunjukkan sekitar 119,5 juta orang, atau lebih dari 42 persen penduduk Indonesia, akan melakukan perjalanan selama periode Nataru.

Angka ini mencakup pemudik, wisatawan, hingga pelaku perjalanan non-liburan seperti pekerja dan pedagang. Tak heran jika hampir semua moda transportasi, darat, laut, dan udara, diperkirakan beroperasi mendekati kapasitas maksimal.

6. Libur Sekolah Jadi Faktor Penggerak Utama

Selain kalender kerja, libur sekolah juga berperan besar dalam meningkatnya arus perjalanan.

Di banyak daerah, masa libur sekolah dimulai sekitar 22 Desember 2025 dan baru berakhir pada 3 atau 4 Januari 2026.

Rentang libur akhir tahun yang panjang ini membuat keluarga lebih leluasa mengatur waktu bepergian.

Destinasi wisata ramah keluarga, seperti kawasan pegunungan, pantai, dan kota wisata besar, biasanya mengalami lonjakan pengunjung selama periode ini.

7. Stimulus Transportasi Dorong Minat Bepergian

Untuk menjaga kelancaran dan keterjangkauan perjalanan, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyiapkan stimulus transportasi. Salah satunya berupa diskon tarif tiket untuk pesawat, kereta api, dan kapal laut.

Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan biaya perjalanan masyarakat sekaligus mengatur distribusi penumpang agar tidak menumpuk pada satu moda atau satu waktu tertentu.

Bagi calon penumpang, ini juga jadi peluang untuk berburu tiket dengan harga lebih bersahabat.

8. Dampak Ekonomi Lebih dari Rp 100 Triliun

Di balik padatnya arus mudik dan liburan, ada dampak ekonomi yang sangat besar. Periode Nataru 2025/2026 diperkirakan memicu perputaran uang lebih dari Rp 100 triliun.

Dana tersebut mengalir ke berbagai sektor, mulai dari transportasi, perhotelan, kuliner, UMKM, hingga objek wisata di daerah.

Efeknya tidak hanya dirasakan kota besar, tetapi juga wilayah tujuan mudik dan destinasi wisata yang selama ini mengandalkan musim liburan sebagai penggerak ekonomi.

Siap Bepergian? Rencanakan dari Sekarang

Melihat delapan fakta di atas, satu hal jadi jelas: perjalanan akhir tahun bakal sangat ramai. Perencanaan matang menjadi kunci agar perjalanan tetap nyaman dan aman.

Mulai dari memilih waktu berangkat, memesan tiket lebih awal, hingga menyiapkan alternatif rute dan jadwal.

Bagi kamu yang ingin mudik atau liburan di momen Natal dan Tahun Baru, memahami pola arus perjalanan sejak awal bisa membantu menghindari stres dan kejutan tak menyenangkan.

Pasalnya, akhir tahun seharusnya jadi waktu menikmati kebersamaan, bukan habis waktu di jalan.

 

Editor: Bayu Putra

Tag:  #perjalanan #akhir #tahun #makin #ramai #fakta #arus #mudik #liburan #yang #perlu #kamu #tahu

KOMENTAR