Masih Bisa Malam Tahun Baruan di Rinjani, Meski Pendakian Tutup Mulai 1 Januari 2026
Jalur menuju Puncak Gunung Rinjani(KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA)
09:42
30 Desember 2025

Masih Bisa Malam Tahun Baruan di Rinjani, Meski Pendakian Tutup Mulai 1 Januari 2026

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) resmi mengumumkan penutupan sementara seluruh destinasi wisata alam pendakian Gunung Rinjani mulai 1 Januari hingga 31 Maret 2026.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah mitigasi risiko bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, angin kencang, potensi longsor, hingga badai lokal yang umum terjadi pada puncak musim hujan.

Selain faktor keselamatan, penutupan ini juga bertujuan memberi waktu bagi ekosistem Rinjani untuk beristirahat dan memulihkan diri.

Masih bisa malam tahun baruan di Gunung Rinjani

Namun, kabar baiknya adalah pendaki masih tetap bisa merayakan malam tahun baru di Gunung Rinjani.

Itu karena check-in terakhir masih dibuka sampai 31 Desember 2025, dan batas akhir check-out adalah 3 Januari 2026.

Beberapa poin penting:

  • Booking tiket eRinjani masih tersedia hingga 28 Desember 2025 pukul 23.59 WITA.
  • Check-in terakhir pendakian adalah 31 Desember 2025.
  • Pengunjung diizinkan turun paling lambat 3 Januari 2026.

Artinya, pendaki yang sudah mendapatkan tiket resmi tetap bisa menikmati suasana malam pergantian tahun di jalur pendakian ataupun di area camping pada ketinggian tertentu, selama mengikuti ketentuan keselamatan dan regulasi taman nasional.

Dengan ini, pengalaman merayakan malam tahun baru di alam bebas Rinjani masih sangat memungkinkan dengan catatan tiket dipesan sebelum batas penutupan.

Jalur pendakian Rinjani yang ditutup mulai 1 Januari 2026

Seluruh jalur resmi akan ditutup serentak, meliputi:

  • Jalur Senaru
  • Jalur Torean
  • Jalur Sembalun
  • Jalur Timbanuh
  • Jalur Tetebatu
  • Jalur Aik Berik

Setelah tanggal 1 Januari 2026, tidak ada pendakian baru yang diizinkan hingga kebijakan dicabut.

Mengapa Rinjani ditutup saat musim hujan?

BTNGR menegaskan bahwa penutupan ini dilakukan karena:

Ilustrasi Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak.Pexels/ROMAN ODINTSOV Ilustrasi Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak.

  • Tingginya risiko banjir, longsor, serta angin kencang.
  • Kondisi jalur pendakian yang semakin licin dan berbahaya.
  • Upaya pemulihan ekosistem setelah meningkatnya aktivitas wisata selama tahun berjalan.

Penutupan berkala ini sudah menjadi kebijakan rutin sebagai bagian dari konservasi jangka panjang.

BTNGR mengajak seluruh pendaki dan wisatawan untuk menghormati periode penutupan ini. Alam Rinjani membutuhkan waktu untuk pulih, dan keselamatan pengunjung tetap menjadi prioritas utama.

Tag:  #masih #bisa #malam #tahun #baruan #rinjani #meski #pendakian #tutup #mulai #januari #2026

KOMENTAR