Tragedi Tenggelamnya Kapal Wisata di Labuan Bajo, Menpar Buka Suara
Pelatih Valencia B, meninggal dunia bersama tiga anaknya dalam tenggelamnya kapal wisata di perairan dekat Pulau Komodo, Indonesia. /Dok. Humas Polresta Denpasar. 9 Fakta Tenggelamnya Kapal Wisata di Labuan Bajo, Tewaskan Pelatih Valencia dan 3 Anaknya((Dokumen Humas Polresta Denpasar))
20:07
28 Desember 2025

Tragedi Tenggelamnya Kapal Wisata di Labuan Bajo, Menpar Buka Suara

Tragedi tenggelamnya Kapal Phinisi Putri Sakina saat berlayar dan mengangkut wisatawan di perairan Selat Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyisakan duka yang mendalam.

Pelatih Valencia B Fernando Martin Carreras bersama tiga anaknya dilaporkan hilang dalam insiden tersebut.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana buka suara atas tragedi tersebut. Ia menyampaikan pemerintah Indonesia tengah fokus memaksimalkan pencarian Fernando Martin dan  ketiga anaknya yang kini belum ditemukan setelah kecelakaan kapal tersebut.

“Berdasarkan komunikasi resmi antara Kementerian Pariwisata dan Kedutaan Besar Spanyol, Pemerintah Spanyol menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas upaya cepat serta profesional tim penyelamat Indonesia," kata Widiyanti dalam keterangan resminya, Minggu (28/12/2025).

"Fokus bersama saat ini adalah memaksimalkan pencarian terhadap empat korban yang hingga
kini masih dinyatakan hilang,” sambungnya.

Sesuai dengan Prosedur Operasional Standar, Tim SAR akan melanjutkan operasi pencarian selama tujuh hari, dengan evaluasi berkala berdasarkan kondisi cuaca dan keselamatan tim di lapangan.

Dalam hal ini, Menteri Pariwisata telah menugaskan Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis, Kepala Badan Otorita Labuan Bajo, serta Direktur Politeknik Pariwisata Bali untuk mendampingi keluarga korban, tentu dengan menghormati persetujuan keluarga dan koordinasi dengan Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta.

"Kementerian Pariwisata menegaskan komitmennya untuk mengutamakan keselamatan wisatawan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan penanganan kejadian ini dilakukan secara transparan, humanis, dan bertanggung jawab," ujar Widiyanti.

Kronologi tenggelamnya kapal wisata Putri Sakina

Kecelakaan Kapal Phinisi Putri Sakina bermula saat kapal bermuatan 11 orang ini tenggelam di Perairan Selat Padar pada Jumat (26/12/2025).

Tenggelamnya kapal diduga ⁠terkena gelombang setinggi dua meter yang mengakibatkan mesin mati. Dari 11 korban, tujuh di antaranya dinyatakan selamat, sedangkan empat lainnya dilaporkan hilang.

Fernando dan ketiga anaknya merupakan penumpang sekaligus wisatawan asal Spanyol yang dicurigai terjebak di dalam kamar.

Adapun istri dan satu anak bungsunya dinyatakan selamat bersama kapten dan kru kapal.

Selengkapnya, berdasarkan data Tim Sar Gabungan yang diterima Kompas.com, berikut 11 data korban kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah yang terdiri dari lima Warga Negara Indonesia (WNI) sebagai kapten, pemandu, dan Anak Buah Kapal (ABK), serta enam penumpang kapal yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) Spanyol.

Data korban selamat

1. Nama: Lukman (Kapten), Laki-laki (Indonesia)

2. Nama: Muhamad Rifai (ABK), Laki-laki (Indonesia)

3. Nama: Muhamad Alif Latifa (ABK), Laki-laki (Indonesia)

4. Nama: Rahimullah (ABK), Laki-laki (Indonesia)

5. Nama: Valdus (Guide), Laki-laki (Indonesia)

6. Nama: Ortuno Andrea (Penumpang), Perempuan (Spanyol)

7. Nama: Mar Martinez Ortuno (Penumpang), Perempuan (Spanyol)

Data korban hilang (dalam pencarian)

1. Nama: Martin Carreras Fernando, Laki-laki (Spanyol)

2. Nama: Martin Garcia Mateo, Laki-laki (Spanyol)

3. Nama: Martines Ortuno Maria Lia, Perempuan (Spanyol)

4. *Nama: Martines Ortuno Enriquejavier, Laki-laki (Spanyol)

Kapal wisata dilarang berlayar sementara

Lebih lanjut, sebagai langkah pencegahan, otoritas kesyahbandaran di bawah Kementerian Perhubungan, telah menetapkan larangan sementara pelayaran kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo.

Kapal wisata dilarang berlayar sejak 26 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 atau sampai dengan pengumuman lebih lanjut.

Secara kelembagaan, Kementerian Pariwisata juga telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta untuk menyampaikan ungkapan empati dan duka cita yang mendalam, sekaligus menawarkan dukungan dan bantuan yang diperlukan dalam penanganan pascakejadian.

Tag:  #tragedi #tenggelamnya #kapal #wisata #labuan #bajo #menpar #buka #suara

KOMENTAR