Dampak Banjir Bandang di Sumbar, Jumlah Wisatawan di Pariaman Merosot
- Bencana banjir bandang yang terjadi di Sumatera Barat berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke sejumlah obyek wisata di Kota Pariaman. Penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke sejumlah obyek wisata di Kota Pariaman.
Jika sebelumnya ada ribuan orang yang berwisata setiap minggu, kini hanya ada puluhan orang.
"Dalam dua pekan terakhir ini kami kembali menerapkan pemungutan retribusi masuk ke objek wisata, namun jumlah kunjungan merosot dibanding sebelum terjadi cuaca ekstrem," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi di Pariaman, Kamis (25/12/2025) seperti dilansir dari Antara.
Ia mengatakan biasanya kunjungan wisatawan berasal dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri ke sejumlah objek wisata di daerah itu pada setiap akhir pekan. Bahkan jumlah kunjungan tersebut, kata dia, bisa mencapai ribuan orang.
Cuaca ekstrem diketahui pada akhir November 2025 menyebabkan terjadi bencana di sejumlah daerah bahkan akses jalan di berbagai titik di Sumbar terputus.
Menurutnya, hal tersebut berdampak besar terhadap pariwisata di Pariaman yang merupakan salah satu sektor penggerak perekonomian daerah yang berjuluk Kota Tabuik itu.
Ia menyebutkan setiap Sabtu, kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Pariaman tercatat berkisar 800 orang sampai 1.000 orang dengan pendapatan daerah dari retribusi berkisar Rp4 juta sampai Rp5 juta.
Sementera itu, setiap Minggu kunjungan wisatawan bisa 1.400 orang sampai 2.000 orang dengan pendapatan daerah dari retribusi Rp7 juta sampai Rp10 juta.
Namun, lanjutnya akibat cuaca ekstrem retribusi dari sektor pariwisata pada Sabtu dan Minggu hanya kisaran Rp200.000 sampai Rp300.000
"Minggu lalu wisatawan yang berkunjung (tercatat) hanya 53 orang, itu pun datang ke Pariaman dengan kereta api," katanya.
Ia mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman pada masa tanggap darurat bencana tidak menarik retribusi masuk ke objek wisata karena kunjungan wisatawan apalagi di sejumlah titik di daerah itu mengalami banjir.
Melihat cuaca sudah mulai membaik maka semenjak dua pekan lalu Pemkot Pariaman kembali menerapkan retribusi masuk ke sejumlah objek wisata di daerah itu.
Meskipun kondisi cuaca membaik dari akhir November lalu tetapi sesekali daerah itu dan sekitarnya masih diguyur hujan.
Pihaknya berharap cuaca segera kembali membaik dan akses jalan berfungsi seperti sebelumnya.
Penurunan kunjungan wisatawan diseut tidak hanya berdampak pada pendapatan daerah melainkan juga perekonomian warga yang menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata.
Tag: #dampak #banjir #bandang #sumbar #jumlah #wisatawan #pariaman #merosot