Microsoft Rilis Web IQ, ''Google Search'' untuk AI Agent
- Microsoft memperkenalkan teknologi baru bernama Web IQ dalam ajang konferensi pengembang tahunan, Microsoft Build, pada Selasa (2/6/2026).
Web IQ merupakan mesin pencari (search engine) yang dirancang khusus untuk agen kecerdasan buatan (AI), seperti ChatGPT, Copilot, dan layanan AI lainnya.
Presiden Search and AI Microsoft, Jordi Ribas mengatakan, selama ini industri teknologi memiliki mesin pencari untuk manusia, seperti Google Search atau Bing.
Namun kini, mulai muncul kebutuhan baru, yakni mesin pencari yang dibuat khusus untuk AI agent.
"Web IQ adalah solusi kami untuk jenis mesin pencari ini," kata Ribas dalam wawancara dengan outlet media CNET.
Baca juga: Microsoft Rilis 7 Model AI Pesaing OpenAI, dari Penalaran hingga Coding
Ia menjelaskan, Web IQ buatan Microsoft dapat mengambil berbagai informasi yang relevan dari internet, mulai dari dokumen web, berita, gambar, hingga video.
"Informasi tersebut kemudian digunakan oleh agen AI sebagai landasan (grounding)," tuturnya.
Apa itu Web IQ?
Sederhananya, Web IQ bisa dianggap sebagai "Google Search" untuk AI. Yang membedakan dengan Google Search untuk manusia adalah, cara penyajiannya.
Untuk pengguna manusia, mesin pencari biasanya akan mengurutkan hasil berdasarkan apa yang ingin ditemukan pengguna, baik itu dalam bentuk tautan situs, gambar, atau video.
Sementara itu, untuk agen AI, hasil pencariannya disajikan dalam bentuk informasi yang lebih ringkas dan padat agar dapat diproses dengan cepat tanpa menggunakan banyak token.
Token sendiri merupakan unit teks yang diproses model AI saat memahami pertanyaan dan menyusun jawaban. Semakin banyak token yang digunakan, semakin besar pula biaya pemrosesan output yang dibutuhkan.
Dirancang dari teknologi Bing
Ribas mengatakan, Microsoft memanfaatkan pengalaman mereka yang sudah lebih dari 20 tahun mengembangkan mesin pencari Bing untuk membangun Web IQ.
Namun, ia menegaskan bahwa teknologi tersebut tidak sekadar menggunakan Bing yang sudah ada, melainkan dirancang ulang dari awal agar sesuai dengan kebutuhan AI agent.
Ia bahkan menyatakan, Web IQ buatan Microsoft ini unggul dalam kualitas hasil pencarian, efisiensi token, dan kecepatan respons.
Menurutnya, sekitar 95 persen permintaan pencarian dapat diproses dalam waktu kurang dari 165 milidetik. Ribas turut mengeklaim, Web IQ 2,5 kali lebih cepat dibandingkan produk lain yang tersedia saat ini.
Baca juga: Microsoft Rilis Project Solara, OS Khusus AI Agent Berbasis Android
Sudah digunakan ChatGPT dan Copilot
Yang menarik, Microsoft mengungkap bahwa API Web IQ sendiri sebenarnya bukan teknologi yang benar-benar baru digunakan.
API ini merupakan salah satu komponen dari Microsoft IQ-platform yang juga diumumkan dalam sesi keynote Microsoft Build.
Ribas menyebut, Web IQ telah dipakai selama beberapa waktu untuk mendukung layanan AI milik Microsoft sendiri, yaitu Copilot. Tak hanya itu, teknologi yang sama juga disebut telah digunakan oleh ChatGPT buatan OpenAI.
Ia juga mengatakan, masih ada banyak sistem AI lain yang menggunakan Web IQ sebagai sumber informasi atau grounding mereka. Namun, Microsoft belum mengungkap identitas layanan tersebut.
AI diprediksi bakal lebih sering "mencari" daripada manusia
Ribas memprediksi, jumlah pencarian yang dilakukan AI agent pada akhir tahun ini kemungkinan akan terus meningkat bahkan bisa melampaui pencarian yang dilakukan manusia.
Menurutnya, hal ini bisa terjadi karena untuk setiap respons chat, agen AI biasanya menjalankan banyak kueri.
"Untuk setiap kueri atau setiap masalah yang dijalankan sistem AI tersebut, pada umumnya dibutuhkan beberapa kueri tambahan yang diproses melalui sistem seperti Web IQ," tutur Ribas, seperti dikutip KompasTekno dari CNET.