Retail Mobil 2025: Astra Group Masih Jadi Penguasa Pasar Nasional
Pasar mobil Indonesia sepanjang 2025 masih menunjukkan konsentrasi yang kuat pada kelompok produsen besar. Data penjualan mobil secara ritel yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat Astra Group sebagai kontributor terbesar dengan pangsa 51,3 persen dari total pasar nasional.
Capaian tersebut berasal dari kinerja lintas segmen, mulai dari kendaraan penumpang mass market, kendaraan premium, hingga kendaraan niaga. Dominasi ini menegaskan bahwa struktur pasar otomotif Indonesia masih bertumpu pada produsen dengan jaringan distribusi luas dan portofolio produk yang lengkap. Kondisi tersebut juga berdampak langsung pada pergerakan pasar mobil bekas, yang sangat dipengaruhi oleh volume penjualan ritel di pasar primer.
Mass Market Jadi Penyumbang Utama
Segmen kendaraan penumpang mass market menjadi tulang punggung dominasi Astra Group. Toyota mencatat pangsa 31,2 persen penjualan ritel nasional sepanjang 2025. Angka ini menempatkan Toyota sebagai merek dengan kontribusi terbesar secara individual, terutama melalui segmen MPV dan SUV yang memiliki daya serap tinggi di pasar domestik.
Di posisi berikutnya, Daihatsu menyumbang 16,3 persen pangsa pasar. Merek ini kuat di segmen kendaraan terjangkau dan LCGC, yang selama ini menjadi pilihan utama konsumen di berbagai daerah. Jika digabungkan, Toyota dan Daihatsu saja telah mencakup hampir separuh total penjualan ritel mobil nasional.
Tingginya volume di segmen ini juga memastikan ketersediaan unit yang stabil di pasar sekunder, sehingga model-model mass market Astra dikenal memiliki likuiditas yang relatif baik.'
10 Mobil Penumpang Terlaris di Indonesia Sepanjang 2025. (Istimewa).
Segmen Premium: Kecil di Volume, Strategis di Portofolio
Di segmen kendaraan mewah, Astra Group menaungi BMW dan Lexus, yang masing-masing mencatat pangsa 0,2 persen penjualan ritel nasional. Meski kontribusinya kecil secara volume, segmen ini berperan penting dalam melengkapi portofolio Astra serta menjangkau konsumen kelas atas.
Kendaraan premium memiliki karakter pasar yang berbeda, dengan fokus pada kenyamanan, teknologi, dan citra merek. Di pasar sekunder, minat terhadap mobil premium seperti Lexus tetap terjaga, tercermin dari pergerakan harga mobil Lexus yang relatif stabil dibanding merek premium lain.
Kendaraan Niaga Tetap Relevan
Kontribusi Astra Group juga terlihat di segmen kendaraan niaga. Isuzu mencatat pangsa 3,1 persen penjualan ritel nasional sepanjang 2025. Kinerja ini didorong oleh kebutuhan kendaraan niaga untuk sektor logistik, distribusi, dan usaha kecil–menengah.
Sementara itu, UD Trucks menyumbang 0,2 persen, mengisi ceruk pasar truk berat yang memang tidak berorientasi pada volume besar, tetapi memiliki peran penting dalam rantai pasok nasional.
Persaingan di Luar Astra
Di luar Astra Group, beberapa produsen lain tetap memiliki pangsa signifikan. Mitsubishi Motors mencatat 8,9 persen, disusul Suzuki 8,3 persen dan Honda 7,0 persen. Di segmen kendaraan listrik, BYD membukukan 5,8 persen, menunjukkan penetrasi yang semakin nyata.
Sementara itu, Mitsubishi Fuso menyumbang 3,1 persen, Chery dan Hyundai–HMI masing-masing 2,4 persen, Wuling dan Hino 2,3 persen, serta VinFast 1,4 persen. Produsen lain secara agregat menyumbang 4,9 persen pangsa pasar.
Struktur Pasar Masih Terpusat
Dengan pangsa 51,3 persen, dominasi Astra Group menegaskan bahwa pasar mobil Indonesia masih terpusat pada produsen dengan skala besar dan jaringan kuat. Meski kompetisi semakin beragam dan kendaraan listrik mulai mengambil porsi, perubahan struktur pasar masih berlangsung bertahap.
Bagi konsumen dan pelaku industri, data ini menjadi gambaran bahwa volume penjualan ritel hari ini akan terus membentuk dinamika pasar mobil bekas dan arah industri otomotif nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Tag: #retail #mobil #2025 #astra #group #masih #jadi #penguasa #pasar #nasional