Jangan Malas Cabut Charger dari Stop Kontak, Ini Risikonya
Kebiasaan malas mencabut kepala charger dari colokan listrik memang terasa sepele dan umum terjadi. Namun, para ahli kelistrikan menyarankan agar kebiasaan tersebut mulai dikurangi.(Lechatnoir via Slash Gear )
16:12
22 Januari 2026

Jangan Malas Cabut Charger dari Stop Kontak, Ini Risikonya

Ringkasan berita:

  • Charger yang tetap menancap masih mengonsumsi listrik tersembunyi (phantom load) meski tidak digunakan dan bisa menambah tagihan.
  • Keamanan dan usia pakai charger berisiko karena adaptor tetap panas, cepat aus, dan berpotensi korsleting atau kebakaran.
  • Risiko makin besar di rumah dengan anak/hewan, sehingga disarankan mencabut charger atau memakai stop kontak bersakelar.

- Banyak orang terbiasa membiarkan adapter charger tetap terpasang di stop kontak. Padahal smartphone atau gadgetnya sudah selesa diisi dayanya. Alasannya sederhana, malas mencabut dan nanti juga dipakai lagi.

Kebiasaan ini memang terasa sepele dan umum terjadi. Namun, para ahli kelistrikan menyarankan agar kebiasaan tersebut mulai dikurangi karena ada sejumlah risiko yang sering tidak disadari di baliknya.

Salah satu alasan utamanya adalah konsumsi listrik tersembunyi. Charger yang dibiarkan menancap tetap menarik daya listrik meski tidak digunakan. Fenomena ini dikenal sebagai phantom load atau vampire power.

“Memang bukan konsumsi listrik yang besar, tetapi jika dibiarkan terus-menerus, dalam jangka panjang bisa terasa di tagihan listrik,” kata Josh Leclair, Master Electrician sekaligus pemilik Village Home Services.

Selain soal listrik, faktor keamanan dan umur pakai charger juga jadi perhatian. CEO dan pemilik Salt Service Company di Austin, Texas, Brendan McCarthy mengungkapkan bahwa charger yang terus terhubung ke stop kontak akan tetap dalam kondisi aktif dan hangat.

"Charger yang terus dibiarkan terpasang akan tetap hangat dan komponen di dalamnya jadi lebih cepat aus," lanjut McCarthy.

Pada kondisi tertentu, terutama jika charger sudah tua, rusak, atau kualitasnya kurang baik, panas berlebih berpotensi memicu korsleting hingga risiko kebakaran.

Jika ingin lebih praktis, pengguna bisa memanfaatkan stop kontak dengan sakelar. Jadi setelah selesai ngecas, pengguna tinggal matikan sakelar stop kontak. Dengan begitu aliran listrik bisa diputus tanpa perlu mencabut adaptor satu per satu. Art of line via Slash Gear Jika ingin lebih praktis, pengguna bisa memanfaatkan stop kontak dengan sakelar. Jadi setelah selesai ngecas, pengguna tinggal matikan sakelar stop kontak. Dengan begitu aliran listrik bisa diputus tanpa perlu mencabut adaptor satu per satu.

Risiko lain juga muncul di rumah yang memiliki anak kecil atau hewan peliharaan. Kabel charger yang menjuntai bisa ditarik, digigit, terinjak, atau dimainkan tanpa sengaja.

"Gigitan atau tarikan tanpa sengaja bisa merusak kabel dan membuat bagian beraliran listrik terbuka,” kata Leclair.

Meski tidak lagi ngecas, ujung charger tetap dialiri listrik. Jika kabel rusak bahkan hingga bagian dalamnya terbuka, ini juga bisa memicu sengatan listrik atau korsleting.

Di samping itu, penggunaan charger dan kabel yang tidak sesuai spesifikasi juga bisa memperparah kebiasaan malas mencabut charger dari stop kontak.

Jika pengguna punya kepala charger berdaya besar tapi dipasangkan dengan kabel berkualitas rendah atau tidak kompatibel, ditambah "nyolok" terus di stop kontak, ini bisa membuat panas tidak tersalurkan dengan baik.

Akibatnya, charger menjadi jauh lebih panas dari seharusnya dan meningkatkan risiko kerusakan charger. Pada akhirnya, dari kebiasaan malam mencabut charger dari colokan  listrik, pengguna jadi harus membeli adapter baru lebih cepat dari semestinya.

Para teknisi listrik menilai, mencabut charger dari colokan listrik bukan soal panik berlebihan, melainkan kebiasaan kecil yang memberi manfaat jangka panjang. Misalnya, charger jadi lebih awet, konsumsi listrik bisa ditekan, dan risiko keselamatan di rumah ikut berkurang.

Jika ingin lebih praktis, pengguna bisa memanfaatkan stop kontak dengan sakelar. Jadi setelah selesai ngecas, pengguna tinggal matikan sakelar stop kontak. Dengan begitu aliran listrik bisa diputus tanpa perlu mencabut adaptor satu per satu.

Langkah sederhana ini bisa jadi solusi bagi yang sering lupa atau malas mencabut charger dari colokan listrik, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Southern Living.

Tag:  #jangan #malas #cabut #charger #dari #stop #kontak #risikonya

KOMENTAR