Mandi Pagi Pakai Air Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Memulai Hari?
- Mandi pagi kerap menjadi ritual penting sebelum memulai aktivitas. Namun, pilihan antara air dingin atau air hangat masih sering menimbulkan perdebatan. Keduanya sama-sama menawarkan manfaat, tetapi memberikan respons berbeda pada tubuh.
Pertanyaannya, mana yang lebih baik untuk membantu tubuh siap menjalani hari?
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan air dingin dapat merangsang sistem saraf simpatik, yang berperan dalam meningkatkan kewaspadaan.
Artikel yang dipublikasi Healthline pada Minggu (30/3/2025) merujuk pada studi 2023 menyebutkan bahwa setelah mandi air dingin selama lima menit, peserta survei melaporkan sendiri peningkatan kewaspadaan, merasa lebih bersemangat, dan aktif.
Tak hanya itu, riset lain yang dimuat dalam PLOS One menemukan bahwa mandi air dingin secara rutin dikaitkan dengan peningkatan suasana hati dan penurunan rasa lelah. Efek “kejut” dari air dingin membantu tubuh keluar lebih cepat dari kondisi mengantuk setelah bangun tidur.
Karena itulah, mandi air dingin kerap dipilih oleh mereka yang membutuhkan dorongan energi pada pagi hari, terutama sebelum bekerja atau berolahraga ringan.
Air hangat membantu relaksasi
Di sisi lain, mandi air hangat memberikan efek yang lebih menenangkan. Menurut penelitian dalam Journal of Physiological Anthropology, paparan air hangat dapat membantu melemaskan otot dan menurunkan ketegangan tubuh setelah periode istirahat.
Air hangat juga membantu melancarkan sirkulasi darah dan membuat tubuh terasa lebih rileks. Kondisi ini bermanfaat bagi orang yang kerap bangun pagi dengan rasa pegal, nyeri otot, atau mengalami tingkat stres tinggi.
Tak heran, mandi air hangat sering menjadi pilihan bagi mereka yang ingin memulai hari dengan ritme lebih pelan dan nyaman.
Pengaruh suhu air terhadap kesehatan kulit
Suhu air saat mandi juga berpengaruh pada kondisi kulit. Dokter kulit menyebutkan, air hangat membantu membuka pori-pori sehingga efektif membersihkan kotoran dan minyak.
Namun, suhu yang terlalu panas berpotensi menghilangkan minyak alami kulit dan menyebabkan kulit kering.
Sementara itu, air dingin membantu menjaga kelembapan kulit dan membuat pori-pori tampak lebih rapat. Oleh karena itu, beberapa ahli merekomendasikan penggunaan air hangat untuk membersihkan tubuh, lalu dibilas dengan air yang lebih sejuk.
Jika disimpulkan, tidak ada pilihan yang benar atau salah. Mandi pagi dengan air dingin atau hangat sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh masing-masing.
Jika tujuan utama adalah meningkatkan energi dan kewaspadaan, mandi air dingin bisa menjadi pilihan. Namun, bila tubuh terasa kaku, pegal, atau membutuhkan relaksasi, mandi air hangat bisa jadi pilihan yang bijak.
Dalam praktiknya, kenyamanan mandi pagi juga dipengaruhi oleh kemampuan mengatur suhu air sesuai kebutuhan. Penggunaan water heater gas atau water heater listrik dapat membantu menjaga suhu air tetap stabil, baik saat membutuhkan kehangatan untuk relaksasi maupun suhu yang lebih sejuk untuk menyegarkan tubuh.
Dengan memahami kapan dan bagaimana menggunakan air dingin atau hangat, mandi pagi tidak lagi sekadar rutinitas harian, melainkan bagian dari upaya memulai hari dengan lebih produktif dan seimbang.
Tag: #mandi #pagi #pakai #dingin #atau #hangat #mana #yang #lebih #baik #untuk #memulai #hari