Dapat E-mail Reset Password Instagram? Korbannya Ternyata Capai 17 Juta Akun
Cara melihat DM Instagram tanpa read. (Unsplash/Solen Feyissa)
09:00
11 Januari 2026

Dapat E-mail Reset Password Instagram? Korbannya Ternyata Capai 17 Juta Akun

– Sejumlah pengguna Instagram belakangan mendapatkan e-mail permintaan reset kata sandi (password) akun mereka sendiri.

Saya sendiri pun mengalaminya beberapa hari ini. Padahal tidak pernah mengajukan permintaan reset password Instagram.

Usut punya usut, hal ini ternyata berkaitan dengan adanya kebocoran data (data breach) Instagram yang diduga berdampak pada 17,5 juta akun Instagram di seluruh dunia.

Informasi ini disampaikan perusahaan keamanan siber, Malwarebytes lewat akun resmi X (dahulu Twitter) dengan handle @Malwarebytes. 

Dalam sebuah unggahan, mereka menyebut belasan juta data pengguna Instagram di atas bocor dan tersebar dan dijual bebas di dark web.

Adapun data yang bocor mencakup berbagai informasi sensitif pengguna selain password, namun meliputi:

  • Username Instagram
  • Nama lengkap pengguna
  • Alamat email
  • Nomor telepon
  • Alamat fisik parsial
  • Detail kontak lainnya

Nah, karena tidak ada password-nya, peretas (hacker) yang memiliki data-data pengguna Instagram yang bocor tadi hanya memasukkan alamat e-mail atau username Instagram saja ke dalam laman masuk (login)

Hal ini lantas bisa memicu Instagram mengirimkan e-mail permintaan reset kata sandi, yang sebenarnya diminta oleh hacker, boleh jadi via tombol "Forgot Password". 

Meski tidak ada kata sandinya dan hacker terus-menerus meminta reset password, Malwarebytes mengatakan data di atas berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk berbagai aksi penipuan.

Di antaranya seperti impersonation attack atau serangan manipulasi di mana hacker berpura-pura jadi korban untuk menipu rekan atau kerabat mereka, kampanye phishing, hingga upaya pencurian kredensial akun.

Diduga berasal dari kebocoran API lama

Ilustrasi permintaan reset password Instagram yang diminta oleh peretas.Forbes Ilustrasi permintaan reset password Instagram yang diminta oleh peretas.

Malwarebytes menambahkan, data tersebut diduga berasal dari kebocoran API (sistem penghubung antar platform) Instagram yang terjadi pada 2024. Dataset ini kemudian dipublikasikan ulang oleh seorang oknum di dark web pada 7 Januari 2026.

Dalam unggahannya, oknum ini mengklaim dataset berisi lebih dari 17 juta data pengguna Instagram dalam format dokumen "JSON" dan "TXT", dengan target pengguna di berbagai negara.

Contoh data yang ditampilkan, menurut Malwarebytes, memang memperlihatkan informasi mentah (raw) Instagram, seperti username, alamat email, nomor telepon internasional, hingga user ID.

Struktur data yang rapi dan konsisten dinilai menyerupai respons API, sehingga memperkuat dugaan bahwa data dikumpulkan melalui celah API, integrasi pihak ketiga, atau konfigurasi sistem yang tidak aman sebelum 2025.

Meta belum beri pernyataan

Hingga berita ini ditulis, Meta, perusahaan induk Instagram, belum memberikan konfirmasi resmi terkait dugaan kebocoran data tersebut.

Tidak ada pernyataan publik maupun klarifikasi di halaman keamanan atau akun media sosial resmi Meta.

Namun yang jelas, pengguna yang mendapatkan e-mail reset password di atas agaknya tak perlu khawatir.

Sebab, kata sandi Instagram mereka tidak akan berubah jika mereka tak menekan tombol "Reset password" yang ada dalam e-mail tersebut. Pengguna juga disediakan opsi untuk melaporkan jika tidak merasa meminta reset.

Gunakan 2FA

Selain itu, serangan seperti ini juga dinilai akan sulit berhasil apabila pengguna telah mengaktifkan autentikasi dua faktor (two-factor authentication/2FA).

Pasalnya, sistem akan meminta kode tambahan saat ada upaya login dari perangkat yang tidak dikenali, guna memastikan bahwa pengguna benar-benar masuk ke akun Instagram miliknya sendiri. 

Akan tetapi, fitur 2FA ini masih bersifat opsional dan bisa diaktifkan secara manual dengan cara mengikuti langkah-langkah di tautan berikut ini.

Di samping mengaktifkan 2FA, pengguna juga dianjurkan agar tak mengeklik tombol reset password, mengganti kata sandi secara manual lewat aplikasi Instagram, serta tetap waspada terhadap e-mail atau pesan yang meminta verifikasi akun. 

Terkait kebocoran data Instagram di atas, Malwarebytes menyediakan layanan Digital Footprint Scan gratis. Website ini memungkinkan pengguna mengecek apakah alamat email mereka termasuk dalam dataset kebocoran data tersebut atau tidak.

Cara pakainya adalah pengguna cukup memasukkan alamat e-mail Instagram mereka dan nantinya Malwarebytes akan melacak dan memberikan laporan apakah alamat e-mail tersebut pernah masuk ke dalam data yang bocor di internet atau tidak. 

Tag:  #dapat #mail #reset #password #instagram #korbannya #ternyata #capai #juta #akun

KOMENTAR