Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Mampu Tampung hingga 6 Helikopter
Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait(DOK. Infohan Setjen Kemhan )
10:18
26 Februari 2026

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Mampu Tampung hingga 6 Helikopter

- Kementerian Pertahanan RI mengungkapkan bahwa Kapal Induk Giuseppe Garibaldi mampu menampung hingga enam helikopter sekaligus.

Oleh karena itu, Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan bahwa kapal induk Giuseppe Garibaldi direncanakan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), terutama dalam penanggulangan bencana.

“Karena dia ada helideck-nya ya, bisa menampung sampai dengan enam heli bahkan lebih di atas deck-nya itu,” ujar dia di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).

Fasilitas itu dinilai akan mempercepat distribusi logistik dan mobilisasi personel saat terjadi bencana tanpa harus bolak-balik ke pangkalan atau lanud yang jaraknya jauh.

Rico menambahkan, keberadaan kapal induk juga memungkinkan kapal-kapal kecil di sekitarnya melakukan pengisian ulang bahan bakar minyak (BBM) dan distribusi bantuan logistik secara lebih efektif dan efisien.

Baca juga: TNI AL Butuh 500 Personel untuk Awaki Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Sementara itu, Rico menegaskan bahwa memiliki kapal induk Giuseppe Garibaldi tidak dimaksudkan untuk kepentingan ofensif atau invasi wilayah mana pun.

“Itu ke depannya. Tidak ada niatan dari bangsa kita, bangsa Indonesia, dengan memiliki kapal induk seperti ini bersifat agresif, itu tidak ada. Jadi tidak ada sifat invasif,” kata dia.

Rencana Tiba Sebelum HUT TNI

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kapal induk pertama milik Indonesia buatan Italia, Giuseppe Garibaldi ditargetkan tiba di Indonesia sebelum HUT TNI pada 5 Oktober 2026.

"Untuk Garibaldi, masih dalam proses ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI," kata Ali di Jakarta, disiarkan ANTARA, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, hingga kini Kementerian Pertahanan masih melakukan negosiasi dengan galangan kapal Italia, Fincantieri, yang memproduksi kapal induk ini.

Proses negosiasi ini juga melibatkan Angkatan Laut Italia yang sebelumnya menggunakan kapal tersebut.

Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, Giuseppe Garibaldi merupakan Kapal Induk hibah atau gratis dari Pemerintah Italia.

Namun demikian, lanjut Rico, alokasi anggaran tetap dibutuhkan untuk proses retrofit atau penyesuaian.

Rico menjelaskan, penyesuaian akan dilakukan setelah administrasi hibah rampung sesuai ketentuan.

Penyesuaian tersebut mencakup sistem kapal, standar keselamatan, hingga kebutuhan operasional TNI AL.

Baca juga: TNI AL Siapkan Awak Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

“Pemerintah Indonesia tetap perlu menyiapkan anggaran untuk kebutuhan retrofit, penyesuaian sistem, sertifikasi keselamatan, serta kesiapan operasional agar kapal dapat digunakan sesuai kebutuhan TNI AL,” jelas Rico.

Spesifikasi Giuseppe Garibaldi

Untuk diketahui, kapal induk ini memiliki kesamaan dengan dua KRI baru milik TNI AL yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, yakni sama-sama dibuat oleh perusahaan asal Italia Fincantieri.

Kapal induk dengan panjang 180,2 meter ini dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam.

Kapal pengangkut pesawat tempur ini juga dilengkapi beberapa radar jamming hingga senjata seperti peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow / Selenia Aspide, Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, 324 mm tabung torpedo rangkap tiga dan Otomat Mk 2 SSM.

Tag:  #kapal #induk #giuseppe #garibaldi #mampu #tampung #hingga #helikopter

KOMENTAR