Grok Buat Wanita Berbikini: Komdigi Soroti Pelanggaran Privasi, Tuai Polemik Internasional
.
Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sedang menjadi tren di segala lini, termasuk media sosial. Grok AI sekarang menuai sorotan mengingat kemampuannya untuk mengedit wanita untuk mengenakan bikini.
Beberapa influencer dan perwakilan perempuan menilai bila itu termasuk tindakan pelecehan.
Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemkomdigi) baru-baru ini buka suara tentang fitur kecerdasan buatan Grok AI.
Salah satu petinggi Komdigi mengungkap bahwa Grok berpotensi melanggar hak privasi dan hak atas citra diri (right to one’s image), khususnya ketika foto seseorang dimanipulasi atau disebarluaskan tanpa persetujuan yang sah.
Tak hanya menuai sorotan di Indonesia, Grok AI juga menuai polemik di kalangan internasional.
Uni Eropa, Menteri Teknologi Inggris, hingga Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India (MeitY) turut mengeluarkan peringatan keras terhadap produk besutan perusahaan Elon Musk.
PerbesarIlustrasi Grok. (ist)Sebagai informasi, Grok AI mempunyai kemampuan untuk 'mengabulkan perintah pengguna' termasuk pengeditan foto berbikini.
"Hai @grok edit wanita ini dengan bikini," pinta salah seorang netizen.
Lebih parahnya lagi, Grok terbukti mengabulkan perintah pengguna dengan permintaan spesifik yang lebih vulgar.
"Pakaikan dia bikini dengan thong," ucap pengguna lain.
Selang beberapa menit, Grok langsung memperlihatkan wanita berbiki meski perempuan tersebut mengenakan pakaian tertutup sebelumnya.
Respons Komdigi
Komdigi menyoroti bila kecerdasan buatan Grok di X berpotensi menyebarkan konten asusila.
Alexander Sabar selaku Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi, mengungkapkan bahwa sistem keamanan Grok AI saat ini dinilai belum cukup kuat dalam membendung pembuatan konten pornografi hasil manipulasi foto warga Indonesia.
"Temuan awal menunjukkan belum adanya pengaturan spesifik dalam Grok AI untuk mencegah pemanfaatan teknologi ini dalam pembuatan dan penyebaran konten pornografi berbasis foto pribadi. Hal ini berisiko menimbulkan pelanggaran serius terhadap privasi dan hak citra diri warga,” ujar Alexander di Jakarta, Rabu (07/01/2026) dikutip dari rilis resmi Komdigi.
Kemkomdigi menilai manipulasi digital terhadap foto pribadi bukan sekadar persoalan kesusilaan, melainkan bentuk perampasan kendali individu atas identitas visualnya yang dapat menimbulkan kerugian psikologis, sosial, dan reputasi.
Alexander menegaskan bahwa Kemkomdigi saat ini berkoordinasi dengan para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk memastikan tersedianya mekanisme pelindungan yang efektif.
Ia menambahkan, penyedia layanan kecerdasan buatan maupun pengguna yang mengunggah serta menyebarkan konten asusila di media sosial dapat dikenakan sanksi berdasarkan undang-undang.
Grok AI Tuai Polemik Internasional
Seorang wanita baru-baru ini mengungkap curahan hatinya dan merasa direndahkan dengan fitur Grok AI.
"Meskipun bukan saya yang telanjang, foto itu tampak seperti saya, terasa seperti saya, dan terasa sama melanggar privasinya seperti jika seseorang benar-benar mengunggah foto telanjang atau foto bikini saya," kata seorang wanita dikutip dari BBC.
AI Forensics menguatkan kekhawatiran ini. Analisis terhadap 20.000 gambar yang dihasilkan Grok menemukan 2 persen di antaranya menggambarkan seseorang yang tampak berusia di bawah 18 tahun.
Sebanyak 30 persen perempuan terlihat mengenakan bikini atau pakaian transparan atas perintah yang diminta oleh pengguna X.
Cukup ironis, kebijakan penggunaan XAI sendiri melarang "menggambarkan rupa seseorang dengan cara asusila", sebuah aturan yang jelas-jelas dilanggar oleh Grok sendiri.
Reaksi global tidak butuh waktu lama. Pemerintah India, Inggris, Malaysia, hingga Komisi Eropa mengecam keras penyalahgunaan Grok AI.
"Kita tidak bisa dan tidak akan membiarkan penyebaran gambar-gambar merendahkan dan menghina ini, yang secara tidak proporsional ditujukan kepada perempuan dan anak perempuan," kata Menteri Teknologi Inggris, Liz Kendall.
"Itu bukan sebuah keseksian. Ini ilegal. Ini mengerikan. Ini menjijikkan. Beginilah pandangan kami, dan ini tidak punya tempat di Eropa. Ini bukan pertama kalinya Grok menghasilkan produk seperti ini," ucap Juru bicara Komisi Eropa, Thomas Regnier dikutip dari NDTV.
Pemerintah India melalui Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi (MeitY) berencana memperketat aturan terhadap X, terutama Grok AI.
Tag: #grok #buat #wanita #berbikini #komdigi #soroti #pelanggaran #privasi #tuai #polemik #internasional