

Ilustrasi: Fasilitas riset teknologi pertama SunCable di Indonesia. (Istimewa)


Swasta Bantu Maksimalkan Potensi EBT di Indonesia Lewat Fasilitas Riset Teknologinya
Energi Baru dan Terbarukan (EBT) belakangan menjadi topik yang semakin mencuri perhatian di seluruh dunia untuk sektor lingkungan dan energi. Termasuk juga di Indonesia. Di tengah kekhawatiran akan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya fosil, potensi EBT di Indonesia memiliki peluang besar. Kendati potensinya masih besar, perkembangan EBT di Indonesia masih lambat. Hal tersebut disebabkan kendala dari beberapa aspek. Jadi, penting bagi Anda selaku pelaku industri untuk memahami seperti apa potensi jenis-jenis EBT dan perkembangannya di Indonesia sejauh ini. Baru-baru ini malahan, Sekretaris Direktorat Jenderal EBTKE Sahid Djunaedi menyatakan, Indonesia memiliki potensi energi baru dan terbarukan yang sangat besar. Namun pemanfaatan saat ini baru sekitar 0,3% dari total potensi EBT yang ada, padahal negara menargetkan Net Zero Emission di tahun 2060. Laporan tersebut diungkapkan Sahid Djunaedi menanggapi peluncuran Buku Fikih Energi Berkeadilan di Jakarta, bekerja sama dengan Greenfaith dan MOSAIC (Muslims for Shared Action on Climate impact). Sahid juga menjelaskan bahwa Pemerintah saat ini tengah menyusun RUU Energi Baru Terbarukan. RUU ini diharapkan menjadi landasan yang kuat untuk menyamakan frekuensi terkait transisi energi dan menjadi satu payung hukum kebijakan pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah gencar membangun relasi dengan swasta dalam pembinaan dan pemberdayaan SDM lokal di bidang tersebut. Terbaru, SunCable, inovator energi terbarukan terkemuka dunia meresmikan pembangunan Renewable Energy Technology Research Parks yang pertama di Indonesia. Bekerja sama dengan lima universitas di Indonesia, Technology Research Park (Taman Penelitian Energi Terbarukan) ini diklaim akan membantu membangun kemampuan teknis dan memastikan tenaga kerja Indonesia di masa depan memiliki keterampilan tinggi dan mampu memimpin transisi teknologi energi terbarukan di Indonesia. Peletakan batu pertama pembangunan Technology Research Park yang pertama ini telah dilakukan akhir pekan lalu melalui Kerjasama dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), di provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Mahasiswa di UMRAH kini dapat memfokuskan penelitian mereka pada berbagai teknologi dan konfigurasi yang akan membangun pengetahuan dan kemampuan mereka tentang energi terbarukan. “SunCable berkomitmen untuk membantu mempercepat dan mengubah industri energi terbarukan di Indonesia," kata Interim CEO SunCable, Mitesh Patel melalui keterangannya. Dirinya melanjutkan, oihaknypercaya cara terbaik untuk mencapainya adalah melalui pendidikan dan transfer pengetahuan, yang akan sangat penting bagi generasi tenaga kerja berikutnya. Salah satunya yang dibina adalah talenta teknologi di bidang tenaga surya yang disebut akan mengubah lanskap energi global. "Renewable Energy Technology Research Parks kami, yang dibangun;melalui kemitraan dengan universitas-universitas terkemuka, akan membantu Indonesia menjadi pemimpin dunia di sektor ini," imbuh Mitesh Patel. Sebagai informasi, SunCable saat ini tengah mengembangkan Australia-Asia PowerLink (AAPowerLink), proyek energi terbarukan dengan sistem distribusi terbesar di dunia yang akan dibangun di Australia, Indonesia, dan Singapura. Nantinya sistem transmisi bawah laut Indonesia akan menjadi salah satu yang terbesar di dunia dengan memanfaatkan teknologi High Voltage Direct Current (teknologi arus searah tegangan tinggi) yang terkini.
Editor: Banu Adikara
Tag: #swasta #bantu #maksimalkan #potensi #indonesia #lewat #fasilitas #riset #teknologinya