Cerita Alaaeddine dan Shayne Pattynama Jalani Ramadhan Pertama di Indonesia
Penyerang asing Persija Jakarta, Alaeddine Ajaraie(Dokumentasi Persija Jakarta)
05:42
22 Februari 2026

Cerita Alaaeddine dan Shayne Pattynama Jalani Ramadhan Pertama di Indonesia

Dua penggawa?Persija Jakarta, Alaaeddine Ajaraie dan Shayne Pattynama, berbagi pengalaman merasakan Ramadhan di Indonesia untuk kali pertama.

Sebagai seorang muslim, Alaaeddine merupakan salah satu penggawa asing Persija yang turut menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1447 H yang jatuh pada Februari 2026.

Bergabung dengan Persija Jakarta membuatnya merasakan momen menjalankan ibadah wajib bulan Ramadhan untuk pertama kalinya di Indonesia.

Bagi penyerang 33 tahun itu, Ramadhan di Indonesia justru sangat menyenangkan lantaran Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim sehingga memudahkannya dalam beribadah.

"Ya saya sangat senang karena saya berada di negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim."

"Itu membuat saya bahagia dan lebih nyaman bagi saya dan keluarga tinggal di sini. Alhamdulillah," ujar Alaaeddine dalam konferensi pers pasca-pertandingan Persija Jakarta vs PSM Makassar di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Baca juga: Hasil Osasuna Vs Real Madrid 2-1: Los Blancos Tumbang di Menit Akhir

Bersyukur Main Malam

Satu hal yang juga disyukuri oleh Alaaeddine, pertandingan di Super League digelar pada malam hari selama bulan Ramadhan.

Hal ini menjadi berharga karena jarang dirasakan sebelumnya ketika dia berkarier di India bersama NorthEast United.

Namun, sebagai muslim dia mengaku tetap berusaha menjalankan puasa sebagai bentuk ketaatan sembari menjaga profesionalitasnya sebagai pesepak bola.

Apalagi, dia juga merasa selalu mendapatkan kekuatan lebih ketika bertanding meski harus menjalankannya sembari berpuasa.

"Saya rasa ini suatu hal yang normal bagi saya yang seorang muslim dan saya telah memainkan banyak pertandingan selama Ramadhan," tutur Alaaeddine.

"Saya justru merasa sebelumnya berjalan lebih sulit karena saya bermain sebelum waktu Maghrib."

Baca juga: Hasil Lecce vs Inter Milan 0-2, Nerazzurri Bangkit

"Jadi, ini tak masalah buat saya. Saya pikir Allah memberi kita kekuatan lebih di bulan Ramadhan," ungkapnya.

Bek Persija Jakarta, Shayne Pattynama (tengah)KOMPAS.com/Pratama Yudha Bek Persija Jakarta, Shayne Pattynama (tengah)

Perspektif Shayne Pattynama

Pengalaman merasakan Ramadhan pertama di Indonesia juga dialami oleh rekan setimnya, Shayne Pattynama.

Meski berbeda keyakinan, namun Shayne menemukan makna positif di balik Ramadhan.

Pasalnya, dengan dirinya yang terbiasa tinggal di Eropa dengan beragam keyakinan, dia merasa Ramadhan justru memberi contoh nyata bagaimana Islam mengajarkan rasa hormat, toleransi, dan disiplin. 

Makanya, meski tahun ini merupakan tahun pertamanya merasakan Ramadhan di Indonesia, tetapi Shayne mengaku telah akrab dengan bulan puasa.

"Ya, tentu saja. Banyak teman saya yang beragama Islam dan mereka tetap berlatih serta beraktivitas selama Ramadhan," kata Shayne dalam acara FC Mobile Ngabuburit 2026 di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Baca juga: Skor Chelsea Vs Burnley 1-1, Liam Rosenior Bela Fofana Usai Dikartu Merah

"Sebelum ke Indonesia, saya juga sudah cukup terbiasa melihat dan memahami Ramadhan," tutur dia.

Mencoba Berpuasa

Bahkan, rasa ingin tahu membawanya untuk mencoba menjalankan puasa.

Ia kagum terhadap rekan-rekannya yang tetap menjalankan ibadah puasa di tengah tuntutan sebagai pesepak bola yang harus menjaga kondisi fisik tetap prima.

"Saya bahkan pernah mencoba berpuasa. Saya sangat menghormati semua orang yang menjalankannya karena itu tidak mudah, terutama bagi atlet," ucap Shayne.

"Namun niat dan makna di balik puasa itu sangat indah. Ramadhan terasa seperti sebuah perayaan dan sesuatu yang dilakukan dengan penuh makna."

Baca juga: Komentar Cesc Fabregas Usai Skor Juventus Vs Como 1907 0-2

"Puasa bisa berlangsung sekitar 12 jam, dan itu jelas tidak mudah, apalagi bagi atlet. Saya selalu kagum dengan disiplin dan komitmen mereka, terlebih cuaca di sini cukup panas," jelas dia.

Meski dia tak berpuasa, tetapi Shayne mengaku sangat menikmati suasana bulan puasa di Indonesia yang menurutnya lebih berkesan karena menyentuh seluruh aspek kehidupan.

"Di Indonesia, lebih banyak orang yang menjalankan Ramadhan karena mayoritas penduduknya muslim. Suasana Ramadhan di sini terasa lebih kuat dan lebih hidup," kata eks penggawa Buriram United tersebut.

"Menurut saya, Ramadhan adalah bulan suci yang justru bisa menjadi motivasi tambahan bagi pemain yang menjalaninya dengan penuh keyakinan. Itu perspektif yang sangat menarik dan positif," terangnya.

Tag:  #cerita #alaaeddine #shayne #pattynama #jalani #ramadhan #pertama #indonesia

KOMENTAR