Vinicius Junior Kecam Aksi Rasisme di Markas Benfica: Mereka Penakut dan Lemah
Vinícius Júnior menunjukkan kemarahannya setelah menjadi sasaran dugaan pelecehan rasis saat membela Real Madrid di babak play-off Liga Champions 2025-2026.(AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)
09:08
18 Februari 2026

Vinicius Junior Kecam Aksi Rasisme di Markas Benfica: Mereka Penakut dan Lemah

Penyerang sayap andalan Real Madrid, Vinicius Junior, meluapkan kemarahannya setelah menjadi sasaran dugaan pelecehan rasis dalam laga babak play-off Liga Champions 2025-2026.

Kemenangan tipis 1-0 El Real atas tuan rumah Benfica di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, pada Rabu (18/2/2026) dini hari WIB tersebut ternoda oleh aksi tidak terpuji yang memicu ketegangan hebat di lapangan.

Insiden memprihatinkan ini menimpa Vinicius Junior sesaat setelah dirinya mencetak gol kemenangan pada menit ke-50.

Laga bertajuk UEFA Champions League yang berlangsung di Estadio da Luz ini sempat dihentikan selama 10 menit oleh wasit Francois Letexier setelah sang pemain melaporkan adanya hinaan verbal dari pemain lawan.

Kekacauan bermula ketika Vinicius Junior merayakan gol spektakulernya dengan menari di dekat bendera sudut.

Baca juga: Hasil Lengkap Liga Champions 2025-2026: Juventus Kalah dari Galatasaray, PSG dan Real Madrid Menang

Aksi tersebut memancing kemarahan suporter tuan rumah yang kemudian melemparkan berbagai benda ke arah pemain.

Di tengah situasi panas tersebut, pemain sayap Benfica, Gianluca Prestianni, menghampiri Vinicius sambil menarik jersey untuk menutupi mulutnya.

Merasa mendapat hinaan Rasisme, Vinicius segera melaporkan kejadian itu kepada wasit.

Laporan dari media Spanyol, Diario AS, menyebutkan adanya dugaan kata-kata rasis yang dilontarkan Prestianni.

Menanggapi aduan tersebut, wasit Letexier langsung mengaktifkan protokol anti-rasisme resmi UEFA.

Kecaman Keras Vinicius di Media Sosial

Satu jam setelah laga berakhir, Vinicius mengunggah pernyataan melalui Instagram Stories untuk mengecam pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Baca juga: Benfica vs Real Madrid: Ujar Mourinho Soal Dugaan Rasis ke Vinicius Jr

Ia menyoroti tindakan pelaku yang dianggapnya tidak berani menunjukkan jati diri saat melontarkan hinaan.

Penyerang Real Madrid Vinicius Junior merayakan gol pertama timnya pada laga leg pertama babak play-off knockout Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026.AFP/FILIPE AMORIM Penyerang Real Madrid Vinicius Junior merayakan gol pertama timnya pada laga leg pertama babak play-off knockout Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026.

"Para rasis, di atas segalanya, adalah pengecut. Mereka perlu menutupi mulut mereka dengan baju untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka," tulis Vinicius Jr dikutip dari Marca.

Pemain asal Brasil ini juga melayangkan kritik terhadap efektivitas protokol yang dijalankan otoritas sepak bola.

"Mereka mendapat perlindungan dari orang lain yang, secara teoritis, memiliki kewajiban untuk menghukum," tulisnya.

"Hanya protokol yang dieksekusi dengan buruk yang tidak memiliki tujuan apa pun," tambah Vinicius Junior.

Selain masalah rasisme, ia juga mempertanyakan keputusan wasit yang memberinya kartu kuning karena selebrasi gol.

"Saya menerima kartu kuning karena merayakan gol. Saya masih tidak mengerti mengapa," tegas pemain kelahiran Sao Goncalo itu.

"Saya tidak suka muncul dalam situasi seperti ini, terutama setelah kemenangan besar dan ketika berita utama seharusnya tentang Real Madrid, tetapi ini perlu," pungkasnya.

Dukungan dari Mbappe dan Alexander-Arnold

Baca juga: Hasil Benfica Vs Real Madrid 0-1, Trent Alexander-Arnold: Malam Ini adalah Aib

Rekan setim Vinicius, Trent Alexander-Arnold dan Kylian Mbappe, secara terbuka pasang badan memberikan dukungan.

Alexander-Arnold mengecam keras atmosfer permusuhan yang terjadi di Lisbon tersebut.

"Ini merusak malam ini," ujar Alexander-Arnold kepada CBS Sports dikutip dari SI, Rabu (18/2/2026).

"Ini memalukan bagi olahraga ini. Ini juga memalukan bagi masyarakat. Tidak ada tempat untuk hal seperti ini."

Sementara itu, Kylian Mbappe memberikan dukungan moril melalui media sosial X (dahulu Twitter).

Mbappe bahkan menguatkan kesaksian bahwa rekan setimnya disebut dengan panggilan "monyet" oleh pemain lawan.

"BAILA (MENARI) Vini Jr dan tolong jangan pernah berhenti. Mereka tidak akan pernah bisa memberi tahu kita apa yang harus kita lakukan atau tidak," tulis Mbappe.

Tag:  #vinicius #junior #kecam #aksi #rasisme #markas #benfica #mereka #penakut #lemah

KOMENTAR