Nyali Petinggi Ratchaburi FC Ciut Intip Militansi Bobotoh Jelang Tandang ke Markas Persib Bandung
Persib Bandung (Rahman)
18:24
12 Februari 2026

Nyali Petinggi Ratchaburi FC Ciut Intip Militansi Bobotoh Jelang Tandang ke Markas Persib Bandung

Baca 10 detik
  • Ratchaburi FC berlakukan status siaga tertinggi bagi suporternya saat bertandang ke markas Persib.

  • Pemicu ketegangan adalah insiden gesekan antarsuporter yang terjadi pada pertemuan leg pertama.

  • Manajemen klub Thailand mengkhawatirkan militansi pendukung Persib saat laga di GBLA mendatang.

Laga panas bakal tersaji saat Persib Bandung menjamu wakil Thailand di ajang bergengsi Asia.

Pihak manajemen Ratchaburi FC kini sedang dalam kondisi was-was menjelang keberangkatan mereka ke Indonesia.

Kekhawatiran ini muncul sebagai buntut dari gesekan yang terjadi pada pertemuan pertama kedua tim.

Pertandingan leg kedua AFC Champions League 2 ini dijadwalkan berlangsung di Stadion GBLA, Bandung.

Laga krusial tersebut akan digelar pada tanggal 18 Februari 2026 mendatang dengan tensi tinggi.

Sebelumnya, Ratchaburi berhasil mengamankan kemenangan telak tiga gol tanpa balas saat bermain di rumah.

Namun, kemenangan tersebut ternoda oleh kericuhan antarsuporter yang pecah di area luar stadion.

Media lokal Thailand, Siam Sport, melaporkan adanya provokasi yang memicu emosi kedua belah pihak.

Adu mulut hingga aksi saling dorong sempat terjadi dan hampir berujung pada bentrokan fisik besar.

Kehadiran petugas keamanan di lokasi menjadi penyelamat sehingga situasi tidak semakin tidak terkendali.

Manajemen klub berjuluk The Dragons ini tidak mau meremehkan potensi bahaya di luar lapangan.

Mereka secara resmi telah merilis peringatan keras bagi para penggemar setianya yang ingin berangkat.

Peringatan ini dikeluarkan agar pendukung tidak terjebak dalam situasi berbahaya saat berada di Bandung.

Status keamanan bagi para fans kini dinaikkan ke level yang paling maksimal oleh klub.

"Meski demikian, manajemen Ratchaburi FC tidak tinggal diam dan mengeluarkan peringatan 'siaga tingkat tertinggi' kepada para suporter Thailand yang berencana mendukung tim pada leg kedua di Indonesia pada Rabu, 18 Februari 2026," tulis laporan Siam Sport.

Pihak Ratchaburi menyadari betul bagaimana fanatisme luar biasa yang dimiliki oleh pendukung tuan rumah.

Mereka memprediksi atmosfer di Stadion GBLA akan jauh lebih menekan dibandingkan pertandingan sebelumnya.

Ada ketakutan akan adanya aksi balasan dari oknum pendukung tuan rumah akibat insiden sebelumnya.

Oleh karena itu, kewaspadaan mandiri sangat ditekankan kepada seluruh rombongan suporter dari Thailand.

"Pihak klub mengkhawatirkan insiden pada leg pertama dapat menjadi pemicu balasan dari suporter tuan rumah di 'Tanah Air Garuda' yang dikenal memiliki militansi tinggi, sehingga mengimbau para pendukung Thailand untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari segala bentuk konfrontasi demi keselamatan," jelasnya.

Siam Sport memberikan gambaran detail mengenai pemicu keributan yang terjadi di markas Ratchaburi.

Menurut mereka, pendukung tim tamu terus memberikan tekanan verbal yang memancing emosi suporter lokal.

Tindakan tersebut kabarnya dilakukan secara konsisten selama jalannya pertandingan di tribun stadion.

Ketegangan mencapai puncaknya ketika kedua massa bertemu di akses keluar setelah peluit panjang.

"Laporan menyebutkan bahwa pemicu kejadian bermula dari suporter tim tamu yang terus melontarkan provokasi kepada pendukung 'Rajamangkorn' sepanjang 90 menit pertandingan."

Pertemuan dua kelompok suporter tersebut menciptakan suasana yang sangat mencekam bagi siapa pun di sana.

Aksi dorong mendorong sempat terjadi di tengah kerumunan yang emosinya sudah meledak-ledak.

"Seusai laga, kedua kelompok suporter berhadapan di area pintu keluar stadion."

"Yang kemudian memicu adu mulut sengit dan sedikit aksi saling dorong di tengah situasi yang sangat tegang dan berpotensi membesar kapan saja."

Beruntung, respons cepat dari pihak kepolisian setempat mampu meredam amarah kedua kelompok pendukung tersebut.

Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai korban dengan luka serius akibat peristiwa di Thailand.

"Beruntung, petugas keamanan segera turun tangan untuk meredam keadaan sehingga tidak ada korban luka serius sebelum kedua pihak akhirnya membubarkan diri," jelasnya.

Kini, fokus beralih pada bagaimana prosedur pengamanan yang akan diterapkan di Kota Bandung nanti.

Persib Bandung sendiri dikenal memiliki basis massa yang sangat besar dan sangat loyal.

Pihak keamanan di Indonesia diharapkan mampu memberikan jaminan keselamatan bagi seluruh pihak yang hadir.

Meski situasi memanas, esensi dari sepak bola sebagai pemersatu bangsa harus tetap dijaga.

Para pemain kedua tim diharapkan tetap profesional dan tidak terpengaruh oleh isu di luar lapangan.

Kemenangan Ratchaburi di leg pertama memberikan mereka modal berharga secara teknis di atas rumput.

Namun, dukungan ribuan suporter Persib tentu akan menjadi pemain ke-12 yang sangat menyulitkan tamu.

Diharapkan pertandingan leg kedua nanti dapat berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan keamanan sedikit pun.

Seluruh pecinta sepak bola Asia tentu menantikan duel taktis antara wakil Indonesia dan Thailand ini.

Kedua tim masih memiliki peluang untuk menunjukkan kualitas terbaik mereka di panggung internasional.

Mari kita nantikan apakah imbauan waspada dari Ratchaburi FC ini akan terbukti atau tidak.

Semoga atmosfer di Stadion GBLA tetap kondusif namun tetap memberikan tekanan mental bagi lawan.

Keamanan suporter adalah prioritas utama di atas hasil akhir sebuah pertandingan sepak bola profesional.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #nyali #petinggi #ratchaburi #ciut #intip #militansi #bobotoh #jelang #tandang #markas #persib #bandung

KOMENTAR