PSG Babat Marseille 5-0, Kata Enrique Nyaris Sempurna, Bersejarah
- Paris Saint-Germain kembali merebut puncak klasemen Ligue 1 setelah menghajar rival bebuyutan Marseille dengan skor telak 5-0 di Parc des Princes.
Laga Ligue 1, kompetisi kasta teratas Liga Perancis 2025-2026, PSG vs Marseille digelar pada Minggu (8/2/2026) atau Senin dini hari WIB.
Sepasang gol Ousmane Dembele membuka jalan kemenangan telak tim tuan rumah atas Marseille dalam duel bertajuk Le Classique ini.
Dembele mencetak gol pertama pada menit ke-12 sebelum menambah gol keduanya menjelang turun minum.
Keunggulan PSG semakin melebar setelah bek Marseille, Facundo Medina. melakukan gol bunuh diri.
Baca juga: Keputusan Mengejutkan Dro Fernandez ke PSG Buat Hansi Flick Kecewa
Dua pemain pengganti Khvicha Kvaratskhelia dan Lee Kang-in ikut mencatatkan nama di papan skor dalam laga yang sekaligus menjadi margin kemenangan terbesar PSG sepanjang sejarah atas Marseille.
Hasil ini sekaligus menjadi ajang balas dendam atas kekalahan 0-1 PSG di Velodrome pada September lalu.
“Itu hampir sempurna, kami membuat sejarah,” tutur pelatih PSG, Luis Enrique, yang melabeli performa Dembele “luar biasa.”
“Sejak hari pertama dia datang, saya sudah mengatakan bahwa dia adalah tipe pemain yang berbeda, musim ini memang berat baginya untuk kembali ke level terbaik karena cedera, tetapi dia sangat spesial,” kata Enrique soal Dembele.
Hasil ini memastikan PSG mencatat tujuh kemenangan liga secara beruntun. PSG kini memuncaki klasemen Liga Perancis 2025-2026 dengan 51 angka, dibayangi oleh Lens (49 poin).
“Ini bukan pesan yang kami kirimkan, kami adalah tim yang sangat konsisten,” ujar Enrique menyikapi persaingan menuju juara.
Baca juga: Deco Sesalkan Kepindahan Dro Fernandez dari Barcelona ke PSG
“Kami melanjutkan jalur yang sama seperti tahun lalu, kami memasuki bagian terbaik musim ini, dan hasil ini penting untuk kepercayaan diri,” ucap pelatih asal Spanyol tersebut.
Marseille sempat merasa dirugikan ketika gelandang PSG, Vitinha, hanya diganjar kartu kuning usai melakukan tekel tinggi dengan telapak kaki terbuka kepada Leonardo Balerdi pada menit-menit awal.
Sementara wasit Willy Delajod tidak diminta VAR untuk meninjau ulang insiden tersebut.
Tak lama setelah momen itu, PSG langsung mengambil alih permainan ketika Desire Doue mengirim umpan terobosan matang ke sisi kiri kepada Nuno Mendes.
Sang bek sayap asal Portugal kemudian mengirimkan bola mendatar untuk diselesaikan Dembele, menembus kawalan kiper Marseille Jeffrey de Lange.
Kiper PSG Matvei Safonov, yang kembali dipercaya mengawal gawang dibanding Lucas Chevalier, sempat menggagalkan peluang Amine Gouiri. Tetapi tuan rumah yang tampil segar setelah menjalani pekan penuh tanpa pertandingan terus menekan dan menciptakan ancaman secara konsisten.
De Lange sempat menepis tembakan rendah Doue dari sudut sempit, namun Dembele kembali menunjukkan kualitasnya pada menit ke-37 ketika ia lolos dari kawalan Balerdi, melewati Medina, lalu melepaskan tembakan keras untuk menggandakan keunggulan PSG.
Setelah dua pertemuan ketat sebelumnya musim ini termasuk final Trophee des Champions alias Piala Super Perancis yang dimenangkan PSG lewat adu penalti usai skor imbang 2-2 di Kuwait bulan lalu, Marseille kali ini nyaris tak memberi perlawanan berarti.
Bola sepakan Doue sempat membentur tiang gawang, sebelum gol ketiga akhirnya tercipta pada menit ke-64 ketika Medina salah mengantisipasi bola lambung yang ditujukan kepada Kvaratskhelia. Medina justru menyundulnya masuk ke gawang sendiri.
Kvaratskhelia, yang baru masuk sebagai pemain pengganti dalam laga pertamanya usai pulih dari cedera pergelangan kaki, kemudian mencetak gol keempat PSG lewat voli indah memanfaatkan umpan lambung Dembele.
Lee Kang-in melengkapi pesta gol setelah masuk dari bangku cadangan dan melepaskan tembakan rendah ke tiang dekat gawang De Lange.
Tag: #babat #marseille #kata #enrique #nyaris #sempurna #bersejarah