655.407 Tiket KA Reguler Lebaran 2026 Ludes Terjual
Penjualan tiket kereta api reguler untuk Angkutan Lebaran 2026 menunjukkan tren meningkat. PT Kereta Api Indonesia atau KAI mencatat lonjakan pemesanan sejak sistem penjualan bertahap H-45 diberlakukan.
“Hingga 7 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, sebanyak 655.407 tiket telah terjual untuk jadwal keberangkatan pada 11–24 Maret 2026,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Minggu (8/2/2026).
Anne menjelaskan, skema penjualan bertahap memberi ruang bagi masyarakat merencanakan mudik lebih awal. Pilihan tanggal keberangkatan menjadi lebih beragam. Pola ini juga membantu pengelolaan arus penumpang agar lebih seimbang.
Baca juga: Jelang Lebaran 2026, Kemenhub Siapkan Bus Gratis hingga Sistem Terminal Digital
Pemesanan tiket masih dibuka hingga 24 Maret 2026 sesuai skema H-45. Angka penjualan diperkirakan terus bertambah seiring berjalannya proses pemesanan.
“Skema ini memberi fleksibilitas bagi pelanggan dalam menentukan waktu perjalanan sekaligus membantu distribusi arus mudik agar lebih merata,” ujar Anne.
Data sementara menunjukkan H-3 dan H-2 Lebaran masih menjadi periode favorit. Pada H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026, sebanyak 61.023 tiket telah terjual. H-2 Lebaran pada 19 Maret 2026 mencatat 63.456 tiket terpesan.
Jumlah pemesanan pada H-1 Lebaran, 20 Maret 2026, juga berada di angka 63.456 tiket. Pada H1 Lebaran atau 21 Maret 2026, penjualan mencapai 46.515 tiket.
Selanjutnya, 22 Maret 2026 tercatat 55.425 tiket terjual. Tanggal 23 Maret 2026 mencapai 59.878 tiket. Pada 24 Maret 2026, sebanyak 56.464 tiket telah dipesan.
Baca juga: Siap-siap War Tiket, KAI Finalisasi KA Tambahan untuk Mudik Lebaran 2026
KAI mencatat, tiket pada tanggal di luar periode puncak masih tersedia. Tanggal-tanggal tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alternatif perjalanan.
Hingga 7 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, berikut daftar 10 stasiun tujuan favorit sementara Angkutan Lebaran 2026. Stasiun Pasarsenen menjadi tujuan teratas dengan 38.710 pelanggan. Disusul Yogyakarta 27.241 pelanggan dan Purwokerto 25.782 pelanggan.
Semarang Tawang mencatat 23.593 pelanggan, diikuti Kutoarjo 23.330 pelanggan. Surabaya Pasar Turi berada di posisi berikutnya dengan 22.396 pelanggan.
Stasiun Gambir mencatat 20.136 pelanggan. Lempuyangan 19.607 pelanggan. Tegal 16.137 pelanggan. Solo Balapan 15.435 pelanggan.
Anne menambahkan, KAI menyiapkan langkah operasional untuk mendukung kelancaran Angkutan Lebaran. Salah satunya rencana pengoperasian kereta api tambahan. Pengumuman dilakukan setelah proses finalisasi.
Pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana perkeretaapian juga terus dilakukan. Pemeriksaan mencakup lokomotif hingga rangkaian kereta guna memastikan layanan berada dalam kondisi optimal selama masa mudik dan balik.
Sistem ticketing KAI menerapkan mekanisme pemesanan yang transparan dan terkontrol. Setiap tiket wajib menggunakan identitas asli penumpang. Satu identitas berlaku untuk satu nama.
Proses boarding didukung teknologi face recognition. KAI juga membatasi transaksi per kode booking agar tiket digunakan penumpang yang berhak.
KAI menerapkan ketentuan khusus untuk pemesanan tiket rombongan. Langkah ini ditujukan menjaga pemerataan akses.
“Alokasi tiket rombongan dibatasi maksimal 10 persen dari total kapasitas tempat duduk yang tersedia, dengan prioritas utama diberikan kepada program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan berbagai instansi,” tegas Anne.