Pemerintah Siapkan Roadmap Hentikan Impor Bensin RON Rendah Dua Tahun Lagi
- Pemerintah ESDM menyusun peta jalan untuk menghentikan impor bensin RON rendah dalam waktu sekitar dua tahun ke depan.
- Langkah ini bertujuan mencapai kemandirian energi nasional dengan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang domestik secara bertahap.
- Kebijakan bertahap ini mengikuti pola penghentian impor solar, memprioritaskan produk jadi yang paling memungkinkan dipenuhi dari dalam negeri.
Pemerintah mulai menyiapkan peta jalan alias roadmap untuk menghentikan impor bensin, khususnya jenis dengan nilai oktan rendah.
Langkah ini menjadi bagian lanjutan dari agenda kemandirian energi setelah pemerintah menargetkan penyelesaian impor solar melalui penguatan kapasitas kilang dalam negeri.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan, roadmap penghentian impor bensin disusun secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur pengolahan.
Fokus awal diarahkan pada bensin RON rendah yang volumenya relatif besar dan paling memungkinkan dipenuhi dari kilang domestik.
“Dua tahun lagi katanya juga rencananya, roadmap-nya untuk stop impor bensin. RON. Jadi tujuannya jelas sesuai astacita Presiden untuk kemandirian energi dan swasembada energi,” kata Laode dalam Podcast yang disiarkan akun YouTube Kementerian ESDM, Minggu (8/2/2026).
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut tidak dimaksudkan menghentikan seluruh impor secara sekaligus, melainkan mengubah pola ketergantungan dari impor produk jadi menjadi pengolahan di dalam negeri.
Menurutnya, selama ini impor bensin terjadi karena keterbatasan kapasitas dan konfigurasi kilang, bukan karena ketiadaan sumber daya minyak mentah.
“Kalau memang belum bisa perutnya banyak, minimal pengolahannya di dalam negeri. Jadi produknya kita hasilkan di dalam negeri,” ujarnya.
PerbesarIlustrasi impor BBM. [Suara.com/Syahda]Dalam roadmap yang disiapkan, bensin RON rendah menjadi prioritas awal sebelum pemerintah mengevaluasi kesiapan untuk mengurangi impor bensin dengan spesifikasi oktan lebih tinggi.
Pendekatan bertahap ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pasokan dan stabilitas harga di pasar domestik.
Laode menyebut, pola yang sama telah diterapkan dalam kebijakan solar. Setelah tambahan kapasitas kilang tersedia, pemerintah menargetkan impor solar jenis tertentu dapat dihentikan lebih dulu sebelum berlanjut ke jenis lainnya.
“Solar itu kita tuntaskan dulu. Setelah itu, baru roadmap berikutnya bensin. Jadi semuanya bertahap dan kita petakan satu per satu,” katanya.
Menurut Laode, penguatan kilang menjadi kunci agar kebijakan tersebut dapat berjalan konsisten. Dengan kemampuan pengolahan yang memadai, Indonesia tidak hanya mengurangi impor, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari proses produksi BBM di dalam negeri.
Ia menambahkan, pemerintah telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait kesiapan teknis dan investasi yang diperlukan untuk mendukung roadmap tersebut. Penyesuaian unit kilang dan perhitungan keekonomian menjadi bagian dari pembahasan.
“Kalau pengolahannya bisa kita lakukan di dalam negeri, maka ketergantungan pada impor produk jadi bisa kita kurangi secara signifikan,” ujarnya.
Selain aspek teknis, pemerintah juga mempertimbangkan faktor distribusi dan konsumsi dalam negeri. Roadmap penghentian impor bensin RON rendah akan disesuaikan dengan proyeksi kebutuhan nasional agar tidak menimbulkan risiko gangguan pasokan.
Laode menyebut, kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi jangka menengah. Dengan struktur pengolahan yang lebih kuat, pemerintah berharap ketergantungan impor dapat ditekan tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi.
“Prinsipnya, energi harus tersedia, terjangkau, dan bisa diakses. Itu yang terus kita jaga dalam setiap kebijakan,” pungkas Laode.
Tag: #pemerintah #siapkan #roadmap #hentikan #impor #bensin #rendah #tahun #lagi